Connect with us

Banjarbaru

Tingkatkan Pemahaman, SKPD Koordinator Posyandu 6 SPM Paparkan Materi Mulai dari Sosial Hingga Trantibumlinmas

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membenahi Sumber Daya Manusia (SDM) internal bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SDKP) melalui Rapat Peningkatan Kapasitas SDM 6 SPM Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan melalui media daring yang dibuka langsung oleh Ketua TP Posyandu Provinsi Kalsel Fathul Jannah Muhidin diwakili Sekretaris TP Posyandu Faried Fakhmansyah, Kota Banjarmasin, Kamis (22/5/2025).

Pada awal rapat koordinasi ini, penyampaian dibuka oleh Ariadi Noor selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan terkait dengan rancangan revitalisasi New Posyandu. Rancangan ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.

New Posyandu merupakan era baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Dengan 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal), masyarakat dapat memperoleh pelayananan di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat dan pemukiman, pekerjaan umum, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan (trantibumlinmas), dan sosial.

Seperti yang disampaikan oleh Muhamad Muslim terkait kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel berusaha menyediakan pemberdayaan alat kesehatan dasar untuk posyandu agar mencapai peningkatan akses kesehatan masyarakat.

Selain itu, penyampaian terkait bidang pekerjaan umum disampaikan oleh perwakilan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalsel, Ryan Tirta Nugraha selaku Kepala Bidang Cipta Karya, yang menyampaikan bahwa peran posyandu 6 SPM melalui pekerjaan umum mengacu pada permasalahan yang paling sering terjadi di Provinsi Kalsel yaitu sanitasi untuk air limbah domestik dan layanan air minum layak. Hal tersebut perlu ditingkatkan guna memaksimalkan potensi 6 SPM.

“Semoga kita dapat memaksimal 6 SPM melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait penanganan bidang pekerjaan umum dan sanitasi. kami harap dengan adanya 6 SPM ini dapat memberikan hal yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Sedangkan, pada bidang perumahan rakyat dan permukiman disampaikan oleh Isma Agrianti selaku Kepala Bidang Perumahan yang mewakili Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Isma menyampaikan bahwa SPM bidang Perumahan Rakyat dan permukiman melayani penyediaan rumah layak huni relokasi dan rumah relokasi korban bencana. Adapun kerja sama yang berkaitan dengan bidang perumahan rakyat, yaitu Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur terjadi melalui desa, baik itu kesehatan, perumahan rakyat, sosial, ketertiban. tentunya pembangunan desa menjadi sektor utama untuk menjalankan SPM terkait perumahan rakyat dan permukiman.

Isma menambahkan untuk bantuan rumah tidak layak huni memiliki 4 indikator ketahanan konstruksi, akses air bersih, akses sanitasi, ketahanan bangunan. Kader posyandu dapat menyampaikan terkait kebutuhan perbaikan rumah dengan ketentuan dan syarat yang dapat ditinjau kembali oleh Dinas PUPR Provinsi Kalsel.

“Tentunya 6 SPM merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas posyandu di Kalimantan Selatan. Diharapkan SPM Wasaka mampu menjadi program yang berkelanjutan dan dapat direalisasikan dengan sinergitas bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

Selanjutnya, dari bidang sosial terdapat dua SKPD yang bertanggung jawab untuk menjalankan Standar Pelayanan Minimal yaitu Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan dan juga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalimantan Selatan.

Gusnanda yang mewakili Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan selaku Kepala Bidang Perlindungan & Jaminan Sosial menyatakan bahwa SPM bidang sosial mengidentifikasi dan mendata jumlah fakir miskin untuk menyerahkan bantuan sosial. Selain fakir miskin, Dinas Sosial juga mendata jumlah penyandang disabiltas dan lansia. Datu Soban merupakan aplikasi yang dimiliki Dinas Sosial Provinsi untuk acuan kami ketika memberikan berbagai bantuan.

“Kami juga memiliki Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) yang berkoordinasi dengan seluruh kecamatan di provinsi Kalsel agar dapat menjalin komunikasi langsung dengan kader posyandu,” tambahnya.

Gusnanda mengatakan Dinas Sosial juga memfasilitasi beberapa kebutuhan seperti sembako, rehab sosial rumah tidak lyk huni, usaha eknomi produktif perorangan, pahlawan ekonomi nusantara, makanan lansia kpm pkh, alat bantu aksesibilitas (kursi roda).

“Harapannya seluruh bidang terkait dapat berkoordinasi dengan lebih aktif di lingkup kabupaten/kota dan kecamatan, serta berharap terkait kader dapat berkoordinasi dengan puskesos,” tutupnya.

Kemudian, M. Pandu Aksana perwakilan dari DPPPAKB Provinsi Kalsel selaku Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan juga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota memberikan wadah melalui 6 SPM dengan mengedukasi masyarakat terkait pendidikan dasar, pemeriksaan dan penyuluhan gizi, pendidikan kesehatan, perkembangan anak, peningkatan kapasitas orang tua, pemanfaatan literasi digital serta penyediaan alat peraga edukasi.

Ia penyampaikan bahwa pada SPM bidang sosial, DP3AKB memberikan layanan lebih luas bagi masyarakat termasuk disabilitas dan berkebutuhan khusus, anak terlantar, lansia, tuna sosial, korban bencana. Selain itu, pada DP3AKB bekerja sama dengan unit Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga), PATMB (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) dan UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak).

“Mudah-mudahan DP3AKB bisa membantu masyarakat terkait pelayanan sosial dan pendidikan melalui posyandu 6 SPM,” tutupnya.

Terakhir pada bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) diampu oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP & Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

M. Dian Ansyari sebagai perwakilan dari Satpol PP & Damkar Kalsel selaku Kepala Bidang Penyelenggaran, Perizinan dan Pemantauan memberikan pemaparan bahwa, Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel memiliki 3 fokus yang dapat diterapkan pada bidang Trantibumlinmas yaitu pelayanan informasi terhadap bencana, pencegahan terhadap bencana,poskamling. Tujuan dari Trantibumlinmas ialah menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, melindungi masyarakat dari bencana atau tindakan yang mengganggu ketentraman masyarakat, melayani masyarakat secara tepat dan ramah.

“Peran dari Trantibumlinmas ini menjadi hal yang dibutuhkan untuk menjangkau pemenuhan pelayanan ketertiban di lingkup kabupaten/kota. Kami selaku Satuan PP merasa terbantu dengan adanya bidang SPM Trantibumlinmas untuk perluasan wilayah penjagaan pada lingkup kelurahan dan desa,” tutupnya.

Ia berharap Satuan PP dan Damkar dapat bekerja sama dengan banyak sektor terutama warga untuk merealisasikan lebih lanjut terkait SPM Trantibumlinmas untuk dapat mencapai pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Selain itu, peran BPBD provinsi Kalsel juga bersinggungan langsung dengan bidang Trantibumlinmas. Seperti yang disampaikan oleh selaku perwakilan Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Bambang Dedi (Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan) bahwa BPBD dapat berkontribusi melalui sub urusan bencana seperti pelayanan informasi rawan bencana, pelayanan pencegahan kesiapsiagaan terhadap bencana, pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana.

“BPBD akan selalu berusaha hadir di tengah masyarakat untuk mencegah indeks resiko kebencanaan di provinsi Kalsel. Kami BPBD sangat bersyukur dan mengapresiasi visi Gubernur Kalsel yang menempatkan sektor mitigasi bencana untuk bisa andil di dalam 6 SPM Posyandu Wasaka,” tambahnya.

Ia menjadi pemateri terakhir dan menutup dengan harapan mudah-mudahan langkah ini memberikan kesempatan bagi ksemua untuk bisa melaksanakan program Posyandu Wasaka 6 SPM di provinsi Kalsel. (adv/kmf/kb).

 

Banjarbaru

Gubernur Muhidin Soroti Dugaan Penimbunan dan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dan PT Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi untuk mengatasi persoalan kelangkaan dan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin bersama jajaran PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan di ruang Kapolda Kalsel, Banjarbaru, Selasa (2/6/2026).

Pertemuan turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Kalsel, di antaranya Wakapolda, Irwasda, Karo Ops, Dir Krimum, Dir Krimsus, Wadir Polair, serta Kasubdit Ekonomi Dit Intelkam. Sementara dari Pertamina hadir Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani dan Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Kalsel Bondan Tri Wibowo. Gubernur didampingi Plh Sekdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil dan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Iwan Fitriady.

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab antrean dan kelangkaan BBM di beberapa daerah. Di antaranya indikasi penimbunan BBM oleh pihak tertentu serta dugaan praktik premanisme dalam rantai distribusi maupun lingkungan depo BBM.

Selain itu, berdasarkan kuota BBM subsidi yang telah ditetapkan, secara perhitungan kebutuhan masyarakat dinilai masih dapat terpenuhi sehingga diperlukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan pengawasan agar penyaluran berjalan tepat sasaran.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menjelaskan bahwa penyaluran BBM subsidi, khususnya solar, saat ini telah menggunakan sistem QR Code sebagai instrumen pengendalian pembelian.

“Terdapat pembatasan volume pembelian BBM subsidi yang terintegrasi dalam sistem QR Code. Dalam pelaksanaannya, petugas SPBU memiliki peran penting untuk melakukan verifikasi terhadap pengguna QR Code saat transaksi berlangsung,” ujarnya.

Meski demikian, implementasi pengawasan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait pengawasan penggunaan QR Code dan tingkat kepatuhan pengguna.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur H Muhidin meminta adanya penguatan sistem pengendalian penggunaan QR Code, termasuk kemungkinan integrasi data kendaraan melalui STNK untuk meminimalkan penyalahgunaan BBM subsidi.

Muhidin juga meminta Pertamina menjelaskan secara rinci mekanisme pengawasan yang saat ini diterapkan serta langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan ke depan.

“Dalam proses pengisian dan distribusi BBM dari depo, perlu dilakukan pengaturan yang lebih terkoordinasi dan serentak guna menghindari terjadinya antrean panjang maupun keterlambatan pasokan di wilayah Kalsel,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pengelola SPBU agar distribusi BBM dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dari hasil pertemuan tersebut disimpulkan bahwa kelangkaan dan antrean BBM perlu ditelusuri lebih lanjut mengingat kuota BBM subsidi yang tersedia secara data masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, termasuk indikasi penimbunan dan praktik premanisme, juga perlu diperkuat melalui koordinasi lintas instansi.

Selain itu, Pertamina diminta melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem pengendalian QR Code agar lebih efektif dalam memastikan BBM subsidi diterima oleh pihak yang berhak. Pengaturan distribusi dan pengisian BBM dari depo juga diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana dan merata guna mencegah antrean panjang maupun gangguan pasokan di berbagai daerah.

Hasil pembahasan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Selatan, dan PT Pertamina Patra Niaga dalam upaya menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM di Banua. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Kalsel Siap Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya dan Lingkungan

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor pariwisata, baik dari sisi destinasi, pelayanan, hingga kualitas sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Dinansyah, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata RI secara virtual di Command Center Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu (20/5/2026).

Rakornas turut diikuti Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani. Kegiatan diawali penampilan Tarian Nusantara oleh Papua Allstar sebelum memasuki sesi pemaparan narasumber nasional.

“Sektor pariwisata di Kalimantan Selatan terus dikembangkan melalui berbagai kebijakan strategis yang selaras dengan arahan pemerintah pusat,” ujar Dinansyah.

Dalam rakornas tersebut, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Prof. Mari Elka Pangestu menegaskan sektor pariwisata memiliki peran penting sebagai salah satu penopang perekonomian nasional.

Menurutnya, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di kisaran 4 hingga 4,8 persen. Namun jika memperhitungkan multiplier effect, kontribusinya dapat mencapai 9 hingga 10 persen.

“Fokusnya bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas pariwisata yang diukur dari besarnya pengeluaran wisatawan, jenis wisata yang dilakukan, serta bagaimana destinasi wisata tetap terjaga,” katanya.

Prof. Mari juga mengungkapkan investasi sektor pariwisata pada 2025 meningkat sekitar 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski Indonesia saat ini berada di posisi kedua sektor pariwisata di kawasan ASEAN, secara global Indonesia masih berada di peringkat ke-22 dari 119 negara.

Ia menilai kekuatan utama Indonesia terletak pada kekayaan sumber daya alam dan budaya yang harus dikembangkan melalui konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan.

“Pariwisata harus tumbuh tanpa merusak lingkungan, tetap menjaga budaya, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi dan inklusivitas,” tegasnya.

Selain itu, Prof. Mari juga menekankan pentingnya digitalisasi sektor pariwisata, peningkatan literasi digital pelaku UMKM, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan komunitas.

Menurutnya, di tengah situasi geopolitik global dan konflik di Timur Tengah, Indonesia memiliki peluang menjadi alternatif destinasi maupun jalur transit wisatawan Asia. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Kasad Apresiasi Dukungan Pemprov Kalsel Bangun Kodam X Lambung Mangkurat

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) X Lambung Mangkurat mendapat apresiasi dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan pemancangan tiang perdana atau groundbreaking pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat di kawasan Lapangan Tembak Makorem 101/Antasari, sekitar kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Rabu (6/5/2026).

“Saya ucapkan terima kasih kepada gubernur dan jajaran yang telah menginisiasi pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat yang diketahui bersama merupakan Kodam lama,” ujar Maruli.

Dalam kesempatan itu, Kasad juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel bersama 13 pemerintah kabupaten/kota terhadap pembangunan Kodam tersebut.

Gubernur H. Muhidin menyatakan, sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalsel dengan jajaran TNI selama ini telah terjalin dengan baik dan diharapkan semakin kuat dengan hadirnya Kodam X Lambung Mangkurat di Banua.

“Kolaborasi berjalan terus antara TNI dan pemerintah provinsi seperti yang terjalin selama ini,” tegas Muhidin.

Ia juga berharap keberadaan Kodam X Lambung Mangkurat nantinya mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan Selatan.

Pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat dilakukan di atas lahan seluas sekitar 20 hektare dan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Muhammad Yasin Toyib menjelaskan, total anggaran pembangunan mencapai Rp280 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertahanan, Pemerintah Provinsi Kalsel, serta dukungan 13 pemerintah kabupaten/kota.

“Dukungan alokasi dana dari Pemprov Kalsel sebesar Rp90 miliar, pemerintah kabupaten/kota masing-masing Rp5 miliar, dan Kementerian Pertahanan Rp140 miliar,” jelas Yasin.

Ia menyebut, bangunan Kodam nantinya akan memiliki enam lantai dengan berbagai fasilitas penunjang dan ditargetkan selesai pada tahun 2027.

Prosesi groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Gubernur Kalsel H. Muhidin, dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin.

Pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) TNI Angkatan Darat yang menargetkan setiap provinsi di Indonesia memiliki markas komando daerah sendiri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, anggota DPR dan DPD RI, pejabat lingkup Pemprov Kalsel, serta tamu undangan lainnya. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

129 ASN Pemprov Kalsel Resmi Diambil Sumpah

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Sebanyak 129 aparatur resmi mengikrarkan sumpah janji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (14/4/2026) siang, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan ikatan moral yang harus dijaga sepanjang karier sebagai aparatur negara.

Ia menyampaikan bahwa setiap kata dalam sumpah tersebut mengandung tanggung jawab besar, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu, para ASN diminta untuk konsisten menjaga integritas hingga masa purna tugas.

“Menjadi ASN adalah amanah, bukan sekadar profesi. Kesempatan ini adalah anugerah yang harus dijaga dengan kerja nyata, kedisiplinan, serta integritas,” ujarnya.

Para aparatur negara juga ditekankan untuk mematuhi seluruh ketentuan yang melekat pada status ASN, mulai dari disiplin kerja, etika, hingga sikap dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Selain itu, ASN baru juga didorong untuk menjadi generasi birokrasi yang progresif. Semangat inovasi, kemampuan beradaptasi, serta komitmen terhadap pelayanan publik menjadi hal yang harus terus dikembangkan.

“Saudara harus mampu menunjukkan kinerja terbaik, terus belajar, dan menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyoroti ancaman yang dinilai semakin mengkhawatirkan di kalangan aparatur, yakni maraknya praktik judi online. Aktivitas tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada kondisi pribadi, tetapi juga berpotensi merusak profesionalitas dan citra institusi.

Syarifuddin mengingatkan bahwa keterlibatan dalam praktik tersebut dapat berujung pada konsekuensi serius, termasuk sanksi disiplin. Ia pun meminta seluruh ASN untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak integritas.

“Jangan sampai hal seperti ini merusak karier yang sudah dibangun. Fokuslah pada tugas sebagai pelayan masyarakat dan jaga kepercayaan publik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Kalimantan Selatan, Indera Malik, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti sumpah janji merupakan CPNS formasi 2025 yang kini resmi diangkat menjadi PNS pada 2026.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai pelayan publik. Kami berharap mereka mampu bekerja profesional, disiplin, dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya.

Salah satu peserta, M. Rizky Saputra, mengaku bersyukur dan bangga dapat mencapai tahapan tersebut setelah melalui proses panjang sebagai calon aparatur sipil negara.

“Alhamdulillah, ini adalah momen yang sangat kami nantikan. Setelah melalui berbagai tahapan, akhirnya kami resmi menjadi PNS. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Rizky. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

DPRD Kalsel Dukung Polda Tidak Tegas Peredaran Narkoba

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dukungan kuat terhadap upaya pemberantasan narkotika di Kalimantan Selatan kembali ditegaskan Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK. Ia menyatakan komitmen penuh terhadap langkah tegas Polda Kalsel dalam menindak peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Supian HK saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus narkotika oleh Ditresnarkoba Polda Kalsel di Banjarbaru, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, kegiatan pemusnahan tersebut mencerminkan keseriusan sekaligus keterbukaan aparat kepolisian dalam menangani kasus narkoba.

Ia menilai langkah yang dilakukan Polda Kalsel tidak hanya sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman narkotika yang semakin meresahkan.

“Kami di DPRD tentu memberikan dukungan penuh terhadap komitmen aparat kepolisian. Ini bukan sekadar pemusnahan barang bukti, tetapi wujud nyata upaya menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, aparat memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar, yakni 75,2 kilogram sabu-sabu serta 15.742 butir ekstasi yang berhasil diamankan dari berbagai kasus.

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, serta sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Supian HK pun berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat guna menekan peredaran narkoba di Kalimantan Selatan.

Continue Reading

Banjarbaru

Ketika Senja Menjadi Saksi, Ilmu Mengalir dari Sandi Firly 

Published

on

Penulis : Ikhsan wartawan / (onlinekoranbarito.com)

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Senja perlahan merayap di langit Kota Banjarbaru, Jum’at (10/04/2026) sore.

Angin berembus lembut, seakan mengiringi langkah para insan pers menuju sebuah sudut tenang tempat di mana cerita, pengalaman, dan ilmu bertemu dalam balutan kehangatan.

Bukan kunjungan biasa. Ia menjelma menjadi silaturahmi yang sarat makna, menuju kediaman seorang wartawan senior yang jejaknya telah lama terpatri dalam dunia jurnalistik.

Di sebuah rumah sederhana di Komplek Mekatamaraya 1 Guntung Manggis, Banjarbaru, sosok itu menyambut dengan senyum hangat.

Berbalut kaos putih oblong, tampil bersahaja. Namun dari sorot matanya, terpancar perjalanan panjang penuh warna.

Dialah Sandi Firly, seorang wartawan, penulis, sekaligus seniman, yang telah menorehkan jejak melalui karya jurnalistik, cerpen dan novel, kelahiran tanah Seruyan, Kalimantan Tengah.

Kami diajaknya ke rooftop rumahnya yang diteduhi kerindangan cabang-cabang berdaun lebat ketapang kencana dan sebatang pohon mangga. Di sana ada satu meja kecil dengan dua kursi. Ia segera mengambilkan sejumlah kursi lagi buat kami yang datang berlima.

Ditemani aroma kopi yang diseduhnya sendiri dari mokapot, seakan menghangatkan senja yang baru saja habis dibasuh hujan. Langit kian temaram.

Selayaknya kopi yang disesap pelan-pelan, perbincangan dan diskusi mengalir pelan saja, penuh inspirasi, serta menggugah semangat para pegiat jurnalistik muda seperti kami.

Sesekali gelak tawa memecah suasana. Pria yang menamatkan S1 Jurusan Komunikasi itu mulai membuka lembaran kisahnya tentang jatuh bangun di dunia jurnalistik dan kepenulisan kreatif, hingga akhirnya memilih lebih sering berbagi ilmu kepada generasi muda.

Tidak hanya di kota tempat tinggalnya di Banjarbaru, melainkan juga di kota-kota lain di Provinsi Kalsel, bahkan hingga nasional.

“Saya dulu memulai di media Barito Post. Alhamdulillah, perjalanan itu membawa saya sampai di titik sekarang. Saat ini, saya lebih fokus berbagi ilmu jurnalistik kepada para siswa,” tuturnya ringan.

Selanjutnya ia pun sekilas bercerita perjalanan jusrnaliktik di Radar Banjarmasin, Radar Bandung, Media Kalimantan, hingga sekarang mengelola media asyikasyik.com yang lebih banyak memuat tulisan sastra, seni, dan budaya.

Sementara perjalanan kepenulisannya di bidang sastra, ia telah melahirkan sejumlah novel, di antaranya Lampau, dan terakhir MAY yang berhasil masuk dalam nomine Sayambara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Sejumlah cerpennya kerap menghiasi koran KOMPAS, dan masuk dalam Buku Cerpen Pilihan koran bergengsi ibukota itu.

Tidak ingin menyia-nyiakan momen pertemuan itu, sebagai wartawan pemula kami manfaatkan untuk menimba ilmu lebih dalam, terutama terkait Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026 nanti.

Keberanian pun muncul. Salah satunya dari Eka Sri Tanjung Jaya yang melontarkan pertanyaan tentang mekanisme dan persiapan menghadapi UKW.

Dengan gaya khasnya yang lugas, Sandi sebagai pemegang UKW Utama ini menjelaskan pengalamannya.

Dikatakan, bahwa UKW bukan sekadar formalitas, melainkan tempat pembuktian kapasitas diri seorang jurnalis.

“Dasarnya tetap 5W + 1H. Ada tiga jenjang UKW yakni Muda, Madya, dan Utama. Untuk lolos, kalian harus punya kemampuan menulis yang baik. Untuk jenjang Muda, harus memahami penulisan straight news, untuk Madya sudah harus bisa menulis feature, dan Utama mesti memiliki kemampuan managerial keredaksian. Dan yang tidak kalah penting membangun jaringan. Minimal punya kontak narasumber yang bisa diandalkan,” jelasnya tanpa terkesan menggurui.

Nasihat itu sederhana, namun seakan menghunjam. Menjadi wartawan, katanya, bukan saja soal kemampuan merangkai kata, tetapi juga melibatkan kepekaan, relasi, dan integritas.

Senja pun akhirnya luruh, digantikan temaram malam. Lampu-lampu gantung berwarna kuning di rootrof dinyalakan.

Suasana terasa semakin syahdu, seperti di kafe yang sadar estetika. Pertemuan memang telah berakhir, namun jejaknya tertinggal dalam ingatan.

Itulah momen serupa percikan kecil yang menyalakan kembali semangat menghidupkan idealisme yang mungkin sempat redup dalam perjalanan panjang dunia jurnalistik.

Sandi Firly menjadi satu sosok yang hingga kini terus bertahan dan bersetia dalam dunia kewartawanan dan kepenulisan, sekalipun zaman terus berubah, bahkan ketika era koran di mana ia cukup lama berkecimpung di sana, kini kian senyap dan banyak menghilang.

Perbicangan singkat di rooftop rumahnya itu takkan mudah terlupakan.

Senja boleh tenggelam, tetapi kenangannya selamanya kan tersimpan. (***)

Continue Reading

Banjarbaru

H. Bahrul Ilmi Tandatangani Kerjasama PSEL Banjarmasin Raya

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menegaskan komitmennya dalam mendukung penanganan sampah berkelanjutan melalui proyek pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Aglomerasi Banjarmasin Raya, Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri penandatanganan kerja sama pembangunan PSEL yang digelar di Gedung Idham Khalid, Kamis (9/4/2026).

Menurut Bahrul Ilmi, proyek ini menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di daerah, khususnya di Kabupaten Barito Kuala.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan kesepakatan penandatanganan terkait penanggulangan sampah. Mudah-mudahan program dari kementerian ini bisa terwujud dan memberikan manfaat besar, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia juga menilai, pembangunan PSEL tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah menjadi energi listrik.

Proyek ini melibatkan tiga daerah utama, yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala, sebagai bagian dari kerja sama regional dalam pengelolaan sampah terpadu.

Sementara itu, Staf Khusus Kementerian Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana, yang hadir mewakili Menteri LHK, menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan proyek tersebut.

“Kita melihat komitmen daerah dalam penyediaan lahan, pasokan sampah, serta dukungan lainnya. Program ini dirancang untuk jangka panjang, sekitar 30 tahun, sehingga harus masuk dalam perencanaan daerah masing-masing,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi lintas daerah dan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan di Kalimantan Selatan. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Musrenbang RKPD 2026 Dorong SDM Unggul dan Infrastruktur Berkualitas

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai tahapan strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Banjarbaru, Selasa (7/4/2026), ini mengangkat tema penguatan sumber daya manusia dan investasi pada sektor unggulan dengan dukungan infrastruktur yang berkualitas.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Sementara itu, arahan dari pemerintah pusat disampaikan secara virtual oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Akhmad Wiyagus, mewakili Menteri Dalam Negeri.

Dalam paparannya, Gubernur menyampaikan bahwa capaian pembangunan Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Sejumlah indikator kinerja daerah bahkan disebut melampaui target nasional, sehingga menjadi pijakan penting dalam merancang arah pembangunan ke depan.

Ia menegaskan, perencanaan pembangunan daerah akan terus diselaraskan dengan kebijakan nasional, termasuk melalui sinkronisasi RKPD Tahun 2027.

Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan program pembangunan berjalan terpadu, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya percepatan realisasi proyek-proyek strategis daerah. Menurutnya, keberadaan proyek tersebut tidak hanya mendorong masuknya investasi, tetapi juga berperan dalam memperkuat infrastruktur serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Perencanaan melalui Musrenbang ini harus mampu menghasilkan kebijakan yang terukur, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, turut menyampaikan sejumlah usulan prioritas daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pelebaran ruas jalan Marabahan–Gampa yang dinilai sangat vital sebagai akses penghubung hingga ke wilayah Kabupaten Tapin.

Ia menjelaskan, kondisi jalan saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menampung tingginya mobilitas, terutama kendaraan bertonase besar. Hal ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan menghambat kelancaran distribusi.

Melalui Musrenbang ini, pihaknya berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat segera direalisasikan, khususnya dalam peningkatan infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan keselamatan masyarakat.

Musrenbang RKPD 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih responsif, terarah, dan berkelanjutan bagi seluruh wilayah Kalimantan Selatan. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Menyerap Inspirasi di Rooftop Kala Senja bersama Secangkir Kopi

Published

on

Penulis : Ihsan, Aqmar, dan Eka

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Senja perlahan merayap di langit Kota Banjarbaru, Jumat (10/4/2026) sore.

Angin berembus lembut, seakan mengiringi langkah para insan pers menuju sebuah sudut tenang tempat di mana cerita, pengalaman, dan ilmu bertemu dalam balutan kehangatan.

Perjalanan yang dipimpin Sulaiman Alaihissalam atau yang kerap dipanggil Muhammad Jaya sebagai CEO dari empat perusahaan media onlinekoranbarito.com,onlinesinarbarito.com, suluhbanua.news, dan baritobersinar.news.

Ini bukan kunjungan biasa. QIa menjelma menjadi silaturahmi yang sarat makna, menuju kediaman seorang wartawan senior yang jejaknya telah lama terpatri dalam dunia jurnalistik.

Setelah terkendala macet dan hujan saat melewati kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, dan mobil kami sempat diarahkan google map ke jalan yang tidak layak dilalui, akhirnya kami berhasil juga menemukan rumah sosok yang hendak kami jumpai.

Di sebuah rumah sederhana di Komplek Mekatamaraya 1 Guntung Manggis, Banjarbaru, sosok itu menyambut dengan senyum hangat. Berbalut kaos putih oblong, tampil bersahaja. Namun dari sorot matanya, terpancar perjalanan panjang penuh warna.

Dialah Sandi Firly, seorang wartawan, penulis, sekaligus seniman, yang telah menorehkan jejak melalui karya jurnalistik, cerpen dan novel, kelahiran tanah Seruyan, Kalimantan Tengah.

Kami diajaknya ke rooftop rumahnya yang diteduhi kerindangan cabang-cabang berdaun lebat ketapang kencana dan sebatang pohon mangga.

Di sana ada satu meja kecil dengan dua kursi. Ia segera mengambilkan sejumlah kursi lagi buat kami yang datang berlima.

“Di sini saya lebih fokus bekerja, sekaligus tempat santai,” ujarnya.

Sebelumnya kami juga sempat melihat ruang kerjanya berupa loteng yang dipenuhi buku-buku serta lukisan. Loteng itu sejurus dengan rooftop tempat kami kemudian duduk-duduk santai berbincang.

Ditemani aroma kopi yang diseduhnya sendiri dari mokapot, seakan menghangatkan senja yang baru saja habis dibasuh hujan. Langit kian temaram.

Selayaknya kopi yang disesap perlahan, perbincangan dan diskusi mengalir pelan saja, penuh inspirasi, serta menggugah semangat para pegiat jurnalistik muda seperti kami.

Sesekali gelak tawa memecah suasana. Pria yang menamatkan S1 FISIP Komunikasi – Jurusan Komunikasi UNISKA Banjarmasin itu mulai membuka lembaran kisahnya tentang dunia jurnalistik dan kepenulisan kreatif, hingga akhirnya memilih lebih sering berbagi ilmu kepada generasi muda.

Tidak hanya di kota tempat tinggalnya di Banjarbaru, melainkan juga di kota-kota lain di Provinsi Kalsel, bahkan hingga nasional.

“Saya dulu memulai dimedia Barito Post. Alhamdulillah, perjalanan itu membawa saya sampai di titik sekarang. Saat ini, saya lebih fokus berbagi ilmu jurnalistik kepada para siswa,” tuturnya ringan.

Selanjutnya ia pun sekilas bercerita perjalanan jurnalistik di Radar Banjarmasin, Radar Bandung, Media Kalimantan, hingga sekarang mengelola media asyikasyik.com yang lebih banyak memuat tulisan sastra, seni, dan budaya.

Sementara perjalanan kepenulisannya di bidang sastra, ia telah melahirkan sejumlah novel, di antaranya Lampau, dan terakhir MAY yang berhasil masuk dalam nomine Sayambara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Sejumlah cerpennya kerap menghiasi koran KOMPAS, dan masuk dalam Buku Cerpen Pilihan koran bergengsi ibukota itu.

Tidak ingin menyia-nyiakan momen pertemuan itu, sebagai wartawan pemula kami manfaatkan untuk menimba ilmu lebih dalam, terutama terkait Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026 nanti.

Keberanian pun muncul. Salah satunya dari Eka Sri Tanjung Jaya yang melontarkan pertanyaan tentang mekanisme dan persiapan menghadapi UKW.

Dengan gaya khasnya yang lugas, Sandi sebagai pemegang UKW Utama ini menjelaskan pengalamannya. Dikatakan, bahwa UKW bukan sekadar formalitas, melainkan tempat pembuktian kapasitas diri seorang jurnalis.

“Dasarnya tetap 5W + 1H. Ada tiga jenjang UKW yakni Muda, Madya, dan Utama. Untuk lolos, kalian harus punya kemampuan menulis yang baik. Untuk jenjang Muda, harus memahami penulisan straight news, untuk Madya sudah harus bisa menulis feature, dan Utama mesti memiliki kemampuan manajerial keredaksian. Dan yang tidak kalah penting membangun jaringan. Minimal punya kontak narasumber yang bisa diandalkan,” jelasnya tanpa terkesan menggurui.

Nasihat itu sederhana, namun seakan menghunjam. Menjadi wartawan, katanya, bukan saja soal kemampuan merangkai kata, tetapi juga melibatkan kepekaan, relasi, dan integritas.

Senja pun akhirnya luruh, digantikan temaram malam. Lampu-lampu gantung berwarna kuning di rootrof dinyalakan. Suasana terasa semakin syahdu, seperti di kafe yang sadar estetika. Pertemuan memang telah berakhir, namun jejaknya tertinggal dalam ingatan.

“Terima kasih atas ilmu yang dibagikan kepada wartawan muda kami, semoga mereka bisa mengikuti jejak Bang Sandi,” ucap Sulaiman, yang selalu berpeci dari bahan rotan ini, sembari mengulurkan tangan tanda pamitan.

Itulah momen serupa percikan kecil yang menyalakan kembali semangat menghidupkan idealisme yang mungkin sempat redup dalam perjalanan panjang dunia jurnalistik.

Sandi Firly menjadi satu sosok yang hingga kini terus bertahan dan bersetia dalam dunia kewartawanan dan kepenulisan, sekalipun zaman terus berubah, bahkan ketika era koran di mana ia cukup lama berkecimpung di sana, kini kian senyap dan banyak menghilang.

Perbicangan singkat di rooftop rumahnya itu takkan mudah terlupakan. Senja boleh tenggelam, tetapi kenangannya selamanya kan tersimpan. (***)

Continue Reading

Populer