Kalsel
Mujiyat Ajak Masyarakat Lakukan Hidup Bersih dan Sehat
MARABAHAN, koranbarito.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala (Batola) melaksanakan kegiatan “Aksi Bersih World Clean Up Day” yang dilaksanakan, Jumat (15/9/2023) di halaman Pemkab Batola. Kegiatan ini diikuti oleh masing-masing SKPD, Pelajar, Organisasi TP PKK dan DWP, TNI, Polri dan forum komunitas Hijau.
Ini merupakan aksi serentak 13 juta relawan se-Indonesia untuk memperingati hari kebersihan se-dunia. Mengawali aksi bersih-bersih, Pj Bupati Batola Mujiyat mengatakan bahwa kegiatan Aksi Bersih World Clean Up Day diharapkan dapat semua pihak semakin bersemangat untuk membersihkan lingkungan, sekaligus menjadi relawan Indonesia Bersih.

“Saya berharap melalui momentum acara ini dapat mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya agar Adipura dapat kembali diraih oleh Kabupaten Batola,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat di Kabupaten Batola dapat membangun semangat dan budaya peduli terhadap kebersihan serta kesehatan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan sampah di lingkungan sekitar demi menjamin kelangsungan hidup anak cucu kita yang lebih baik dimasa depan.
“Dalam kesempatan ini saya juga meminta para SKPD agar berbagi tugas membersihkan kantor masing-masing setelah melaksanakan aksi kali ini,” jelasnya. Bahkan di tahun 2024 mendatang semua kepala SKPD menggalakkan pengecekan di kantor masing-masing dan wajib menyusun anggaran untuk pengecatan pemeliharaan kantor.
“Ini penting agar pada saat menghadapi hari jadi Batola semua kantor terlihat bagus dan bersih,” tukasnya. (adv/kb).
Banjarmasin
Sosrev Suripno Ajak Jaga Persatuan dan Pancasila
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai Nilai Ideologi Pancasila atau Sosrev kembali menekankan arti penting kerukunan umat beragama dan antarumat beragama (24/5/2026).
“Kerukunan umat beragama dan antarumat beragama itu guna tetap utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa untuk mewujudkan kebersamaan dalam membangun negeri dan Banua yang sama-sama kita cintai,” ujar Suripno di sela-sela Sosrev di Jalan Meratus Banjarmasin, Ahad.
Ia berharap, dengan Sosrev atau Wawasan Kebangsaan (Wasbang) persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tak akan goyah kendati bertapa dahsyatnya arus globalisasi yang seakan tanpa batas.
“Pasalnya dengan begitu pesat arus globalisasi digitalisasi berita-berita hoax (bohong) serta paham-paham yang bertentangan nilai-nilai Ideologi Pancasila tidak bisa terbendung lagi,” ujar mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Kalsel tersebut.
Menurut anggota DPRD Kalsel tiga periode yang sudah berusia 78 tahun tersebut, arus globalisasi digitalisasi bisa merupakan tantangan, tapi juga peluang untuk lebih maju. “Jadi yang terpenting bagaimana kita menyikapi,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat itu.
Pada kesempatan Sosrev atau Wasbang kali ini menghadirkan Ustadz H. Muhari, pendiri/pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Banjarbaru sebagai narasumber. Sedangkan peserta Sosrev warga serta kader/fungsionaris PKB Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Muhari yang mantan wartawan/penyiar Radio Abdi Persada FM, milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel memaparkan satu persatu butir-butir Pancasila dalam kaitan kerukunan umat beragama dan antarumat beragama.
Sebagai contoh terkait Sila Pertama; Ketuhanan Yang Maha Esa, Ustadz Muhari menunjuk Al Qur’an Surah Al Kafirun ayat terakhir yang maknanya “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku” mekankan toleransi atau saling menghormati, bukan sebaliknya saling mengejek/menghina.
Kemudian Sila Kelima; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dalam konteks kerukunan beragama, Ustadz Muhari menganjurkan untuk saling membantu, terutama kepada yang membutuhkan atau bersedekah kepada fakir miskin.
Ketika memaparkan Pancasila dalam konteks kerukunan umat beragama dan antarumat beragama tersebut, Ustadz Muhari dengan gaya kocaknya sehingga peserta Sosrev banyak terpingkal-pingkal ketawa, bahkan ada yang mengeluarkan air mata.
Di penghujung Sosrev, Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Kalsel Hj Anni Hanisyah membagi-bagikan paket titipan Ketua Tim Penggerak PKK Hj Fathul Jannah Muhidin guna membantu warga menghadapi lebaran Idul Adha 1447 Hijriyah (adv/kb).
Kalsel
Memaknai Pengenalan Diri Bukan Sekadar Nama
Penulis : Al-Faqir Ihsan (Sambialaw)
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Sirene azan Asar berkumandang dari berbagai penjuru kampung, memecah keheningan sore dengan lantunan yang menyejukkan hati. Suara panggilan suci itu seakan mengiringi langkah sebuah perjalanan yang bukan sekadar menempuh jarak, melainkan meniti jalan pencarian makna kehidupan yang sesungguhnya.
Perjalanan dimulai dari Markas Sulaiman Komplek Batola Residence Blok H Site III Nomor 17, Handil Pinang II, RT 12, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (24/5/2026) sore.
Di bawah komando CEO PT Barito Media Jaya Group, Sulaiman A.S., yang akrab disapa M. Jaya, rombongan bergerak menuju sebuah majelis ilmu Mahabbaturrasul atau yang lebih dikenal dengan “Allam Larut” yang berada di Desa Samuda, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala.
Bagi sebagian orang, perjalanan hanyalah perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun bagi para pencari hikmah, setiap kilometer yang dilalui menyimpan pelajaran. Hamparan sawah yang membentang, pepohonan rindang yang berdiri kokoh di sepanjang jalan, hingga langit senja yang perlahan berubah warna, seolah menjadi saksi bisu perjalanan para musafir yang tengah mencari cahaya pengetahuan rohani.
Di tengah perjalanan, rombongan sempat berhenti sejenak untuk membeli jengkol yang nantinya akan disantap bersama jamaah. Kesederhanaan itu justru menghadirkan kehangatan tersendiri, memperlihatkan bahwa kebersamaan sering kali lahir dari hal-hal yang sederhana.
Deru mesin mobil kembali mengalun membelah jalanan desa. Semakin jauh perjalanan ditempuh, semakin kuat pula tekad rombongan untuk sampai ke tujuan. Tak ada rasa lelah yang berarti, karena tujuan utama perjalanan ini adalah menimba ilmu dan memperdalam pemahaman tentang hakikat pengenalan diri kepada Sang Pencipta.
Sesampainya di Majelis Mahabbaturrasul (Zikir dan Sholawat), suasana terlihat begitu hidup. Puluhan jamaah laki-laki dan perempuan tampak memadati kawasan majelis. Sebagian baru datang, sebagian lainnya bersiap meninggalkan lokasi setelah mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.
Di pintu masuk, rombongan disambut hangat oleh H. Sidik, yang lebih dikenal dengan panggilan Kancil. Sosok yang merupakan anak angkat dari Sohibul Majelis, TG. KH. Syarwani, itu menyambut para tamu dengan penuh keramahan, seakan kedatangan rombongan memang telah lama dinantikan.
Kehadiran Sulaiman, sapaan akrab M. Jaya, bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Ia juga membawa buah tangan berupa keripik singkong yang dibagikan kepada jamaah sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan kepada para pencinta majelis ilmu.
Sebagai bentuk penghormatan dan kedekatan batin yang telah terjalin, Sohibul Majelis TG. KH. Syarwani atau yang akrab disapa Abah Isar menyerahkan tiga lembar sarung kepada Sulaiman A.S. Sarung tersebut kemudian dibagikan kembali oleh M. Jaya kepada anggota rombongan, di antaranya Jamhari dan Ihsan yang turut mendampingi perjalanan silaturahmi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Abah Isar juga menyampaikan bahwa Sulaiman merupakan sosok yang telah dikenal oleh Sohibul Bait. Menurut beliau, kedekatan tersebut bukan sekadar ungkapan basa-basi atau pemanis dalam pergaulan. Abah Isar menggambarkan hubungan batin yang terjalin itu sebagai bentuk pengenalan yang lahir dari keberkahan majelis dan kecintaan kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW.
Bahkan beliau menyebutkan, apa yang diminta Sulaiman insya Allah akan dikabulkan selama berada dalam perkara kebaikan.
Penyampaian itu disampaikan bukan untuk mengagungkan seseorang, melainkan sebagai bentuk kesaksian yang jujur atas kedekatan yang telah terjalin.
Menurut Abah Isar, seseorang yang telah mengenal Tuhannya dan mendapatkan kemuliaan dari Sohibul Bait akan memperoleh pertolongan dan keberkahan yang tidak dapat diukur dengan pandangan lahiriah semata.
Di dalam ruangan, tampak TG KH Sofwan yang turut mengisi kegiatan keagamaan malam itu. Wajah-wajah jamaah terlihat khusyuk mengikuti setiap rangkaian majelis, sementara lantunan zikir dan sholawat menggema lembut memenuhi ruangan.
Malam pun semakin larut. Hening perlahan menyelimuti suasana, menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia. Dalam suasana penuh kekhusyukan itulah, Sohibul Majelis TG KH Syarwani, yang akrab disapa Abah Isar, menyampaikan nasihat yang menggugah hati para jamaah.
Menurut beliau, kebanyakan manusia terlalu sibuk memikirkan kebutuhan jasad, tetapi sering melupakan kebutuhan rohani yang justru menjadi bekal utama dalam perjalanan menuju Allah SWT.
“Kita cuma memikirkan sarana kebutuhan jasad. Satu bulan atau dua bulan tidak bekerja saja sudah dipikirkan. Sedangkan makanan rohani sering dilalaikan. Padahal sarana untuk makanan rohani itu sangat penting, salah satunya melalui majelis ilmu,” ujar Abah Isar di hadapan jamaah.
Nasihat itu menggema dalam ruang kesadaran para hadirin. Bahwa manusia bukan hanya terdiri dari tubuh yang membutuhkan makan dan minum, tetapi juga ruh yang memerlukan santapan berupa ilmu, zikir, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Lebih jauh, Abah Isar menjelaskan bahwa hakikat pengenalan diri tidak berhenti pada mengenal nama, jabatan, atau identitas lahiriah semata. Menurutnya, seseorang harus mengenal siapa yang menciptakan dirinya.
“Kenali diri jangan cuma nama. Apalah sebuah nama. Yang paling penting adalah mengenal Yang Maha Memberi nama,” tutur beliau.
Menjelang kepulangan rombongan, suasana kekeluargaan kembali terasa begitu hangat. Istri H. Sidik memberikan satu set perlengkapan dapur berupa belati dan beberapa pisau kepada Sulaiman A.S. sebagai buah tangan. Pemberian tersebut disampaikan dengan harapan agar peralatan itu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga serta membantu berbagai aktivitas dapur, termasuk mengiris singkong yang selama ini kerap menjadi sajian kebersamaan dalam berbagai kegiatan silaturahmi dan majelis.
Pada kesempatan yang sama, suasana akrab juga terlihat ketika istri H. Sidik bersama istri Sambialaw, sapaan akrab Ihsan, membantu melakukan pemasangan kuku hias kepada putri Sulaiman. Momen sederhana itu menambah kesan hangat dalam pertemuan tersebut, sekaligus menunjukkan eratnya hubungan kekeluargaan yang terjalin antara keluarga majelis dan rombongan tamu.
Bagi rombongan, perhatian yang diberikan tuan rumah menjadi kenangan yang berkesan. Sebab, di balik kesederhanaannya tersimpan nilai-nilai persaudaraan, penghormatan kepada tamu, serta ketulusan yang menjadi ciri khas masyarakat Banjar dalam menjaga tali silaturahmi.
Kalimat sederhana itu seolah menjadi puncak dari perjalanan malam tersebut. Sebuah pengingat bahwa di balik segala aktivitas dunia, manusia pada akhirnya sedang menempuh perjalanan pulang menuju Tuhannya.
Perjalanan menuju Majelis Mahabbaturrasul malam itu bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menjelma menjadi perjalanan batin yang mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya ditemukan dalam terpenuhinya kebutuhan jasmani, tetapi juga dalam hadirnya cahaya ilmu yang menerangi hati. Di tengah gelapnya malam Desa Samuda, para musafir pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar oleh-oleh perjalanan, yakni hikmah tentang pentingnya mengenal diri untuk mengenal Sang Pencipta. (***)
Banjarmasin
Supian HK Serap Aspirasi Warga HSU Soal Infrastruktur
Hulu Sungai Utara KALSEL, onlinekoranbarito.com – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam reses di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), 13-20 Mei 2026 masalah infrastruktur mendominasi aspirasi dari warga masyarakat setempat atau konstituennya (23/5/2026).
“Ketika saya Reses Masa Sidang Kedua (Mei-Agust) 2026 aspirasi warga masyarakat HSU didominasi masalah infrastruktur,” ujar Supian HK, politikus senior Partai Golkar tersebut ketika dikonfirmasi, Jumat malam.
Pada kesempatan reses kali ini, Ketua DPRD Kalsel dua periode tersebut menyasar 16 desa di empat kecamatan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Supian HK mengatakan, reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan konstituen dan mendengar/menyerap aspirasi yang merupakan kebutuhan di lapangan.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami rangkum menjadi Pokok-Pokok Pikiran atau pokir Dewan provinsi,” ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten HSU, Balangan dan Kabupaten Tabalong itu.
Ia menjelaskan, Pokir tersebut nantinya akan berlanju ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dan akan pembahasan dalam rapat paripurna buat menyinkronkan dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menentukan prioritas pembangunan.
Hal tersebut bertujuan agar usulan masyarakat bisa masuk dalam perencanaan pembangunan dan terakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 maupun APBD 2027.
“Aspirasi yang sering muncul itu soal infrastruktur jalan, pembersihan jalur sungai, bantuan untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) , pendidikan, dan hingga kesehatan. Semua itu akan kami perjuangkan agar masuk skala prioritas,” tegas Supian HK.
Sebagai putra daerah HSU, Supian HK juga memanfaatkan momen reses untuk bersilaturahmi dengan masyarakat kampung halaman. “Ini bukan sekadar seremonial. Saya ingin memastikan pembangunan di Banua, khususnya HSU, benar-benar sesuai kebutuhan warga,” tambahnya.
Dalam reses selama delapan hari atau yang berakhir 20 Mei lalu, wakil rakyat yang berusia hampir 70 tahun itu tidak kurang mengunjungi 16 desa pada empat kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Tabukan, Babirik, Amuntai Selatan dan Kecamatan Danau Panggang.
Sedang desa-desa pada empat kecamatan tersebut antara lain Rantau Bujur Tengah, Barat dan Desa Rantau Bujur Hilir. Desa Pajukungan Hulu, Pajukungan Hilir dan Desa Sungai Luang Hulu.
Selain itu, Desa Kayakah, Banyu Hirang, dan Desa Murung Panggang, serta Desa Sarang Burung dan Desa Telaga Mas, ungkap wakil rakyat kelahiran Rantau Bujur Tahun 1957 tersebut.
Di sela-sela kegiatan reses tersebut, Supian HK selalu mengajak masyarakat aktif menyampaikan usulan agar pembangunan lebih tepat sasaran.
“Jangan sungkan. Forum ini milik kita bersama untuk membangun Banua. Nanti hasil reses ini akan kami kawal di tingkat provinsi,” pungkasnya saat berkunjung ke setiap desa (adv/kb).
Banjarmasin
Firman Usul Pelatihan Keterampilan Dekat Warga
Tabalong KALSEL, onlinekoranbarito.com – Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi dalam reses, selain menyerap aspirasi, juga mendorong pelatihan keterampilan dan wirausaha (23/5/2026).
“Pelatihan keterampilan dan wirausaha tersebut hingga tingkat desa dan kelurahan,” ujar Firman Yusi, yang juga Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel dalam keterangan persnya, Sabtu.
Reses masa sidang II tahun 2026 tersebut berlangsung, 13–20 Mei 2026 dengan total 16 titik pertemuan tatap muka tersebar di daerah pemilihan (dapil) Kalsel V/Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Dalam berbagai dialog dengan warga, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, pemuda, hingga tokoh masyarakat, salah satu aspirasi paling sering mereka sampaikan adalah agar berbagai program pelatihan keterampilan kerja, pengembangan usaha, dan kewirausahaan oleh Pemprov Kalsel dilaksanakan hingga tingkat desa atau kelurahan, atau setidaknya di ibukota kabupaten. “Menurut masyarakat, pelaksanaan pelatihan yang terlalu terpusat di tingkat provinsi maupun kota-kota tertentu seringkali menyulitkan peserta dari daerah untuk berpartisipasi secara optimal,” kutip wakil rakyat kelahiran “kota minyak” Tanjung (237 km utara Banjarmasin), ibukota Tabalong tersebut.
Selain itu, membutuhkan biaya dan waktu perjalanan yang lebih besar, pelatihan yang dilaksanakan jauh dari lingkungan peserta juga dinilai kurang efektif dalam membangun tindak lanjut pasca pelatihan, lanjut Firman Yusi mengutip pendapat konstituennya.
Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Kalsel dua periode itu menilai usulan masyarakat sangat relevan dengan upaya meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat yang selama ini pemerintah daerah jalankan.
“Banyak warga menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan maupun kewirausahaan akan lebih efektif apabila dilaksanakan lebih dekat dengan masyarakat, minimal di ibukota kabupaten, bahkan lebih baik lagi jika dapat menjangkau tingkat desa atau kelurahan,” kata Firman Yusi.
Manakala sesuai dengan aspirasi, lanjut mantan Sekretaris Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel yang juga membidangi ketenagakerjaan itu,partisipasi masyarakat menjadi lebih tinggi dan biaya yang peserta keluarkan lebih ringan pula.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pelatihan berbasis wilayah yang lebih kecil berpotensi menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat.
Selain itu, peserta pelatihan dapat saling berinteraksi, membentuk kelompok usaha, berbagi pengalaman, hingga membangun jejaring pemasaran dalam lingkup yang tidak terlalu luas sehingga lebih mudah pendampingan oleh pemerintah maupun stakeholder terkait.
“Pelatihan bukan hanya soal kegiatan beberapa hari, tetapi bagaimana hasilnya dapat berlanjut menjadi usaha produktif atau peningkatan keterampilan yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu diperlukan ekosistem tindak lanjut yang kuat setelah pelatihan selesai,” katanya.
Menurut Firman Yusi, pelaksanaan program pada skala desa, kelurahan, atau minimal tingkat kabupaten juga memungkinkan pemerintah melakukan pendampingan yang lebih intensif terhadap peserta. Dengan jumlah peserta yang lebih terfokus, evaluasi hasil pelatihan dan pengembangan usaha pasca pelatihan dapat dilakukan secara lebih terukur.
Berbagai masukan yang diperoleh selama reses tersebut akan dihimpun dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program dan anggaran pembangunan daerah.
“Harapan masyarakat cukup jelas, yaitu agar program-program pemberdayaan yang sudah baik dapat semakin dekat dengan warga. Ketika pelatihan dilaksanakan di wilayah yang lebih dekat dan disertai pendampingan yang berkelanjutan, maka peluang lahirnya wirausaha baru dan peningkatan keterampilan masyarakat akan semakin besar,” tegasnya.
Melalui reses yang berlangsung di 16 lokasi tersebut, Firman Yusi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Dapil Kalsel V agar program pembangunan provinsi dapat dirasakan secara lebih merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan (adv/kb).
Banjarmasin
Studi Komparasi Setwan Kalsel Soroti Penanganan Sampah Bali
Denpasar BALI, onlinekoranbarito.com – Pertemuan rombongan Sekretariat DPRD atau Sekwan Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Bali selain bicarakan kehumasan serta kerja sama dengan wartawan, juga permasalahan sampah (22/5/2026).
“Saya kira mengenai sampah bukan masalah kami saja, tapi juga di provinsi lain di Indonesia,” ujar Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokol Setdaprov Bali Kadek saat pertemuan dengan rombongan Setwan Kalsel di Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Kamis sore.
Ia mengatakan, selain mendapat perhatian Presiden Prabowo sehingga Bali mendapatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) penanganan sampah, juga pemerintah provinsi (Pemprov) setempat mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait masalah persampahan.
“Sebagaimana Pergub tersebut semua masyarakat di Bali atau hingga pedesaan dimintakan perhatian dalam hal penanganan sampah,” ujarnya didampingi Kepala Bagian Umum dan Keuangan Setwan Kalsel Riduansyah yang mewakili Pelaksana Hari (Plh) Sekretaris DPRD provinsinya.
Ia berharap, dengan adanya PSN serta Pergub tersebut dapat mengatasi masalah persampahan atau paling tidak meminimalkan masalah sehingga lingkungan dan kebersihan Bali yang menjadi tujuan wisata dunia tetap terjaga.
“Memang produksi sampaah di Bali cukup tinggi seperti di Kota Denpasar saja tiap mencapai 30 ton, belum sampah dari negara lain yang ikut mampir seperti di Pantai Kuta yang cukup mengganggu kenyamanan wisatawan,” pungkas Kadek.
Sementara dengan didampingi kasub Bagian Humas dan Protokol Setwan Kalsel Adi Prasetia Radam itu, Riduan cukup tertarik cara-cara penanganan sampah di Bali seperti adanya Pergub setempat.
Duan juga berharap masalah persampahan di Kalsel mendapatkan perhatian pemerintah pusat/Presiden seperti halnya Kota Banjarmasin yang berstatus darurat sampah, dan kini penduduk setempat aktif melakukan penanganan sampah rumah tangga.
“Mungkin tanpa turun tangan atau perhatian/bantuan pemerintah pusat penanganan masalah persampahan kurang maksimal, walaupun pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi dan peran serta aktif warga masyarakat,” demikian Riduansyah.
Kunjungan/studi komparasi ke “Pulau Dewata” Bali, 21-23 Mei 2026 itu, Setwan Kalsel mengikutsertakan wartawan/anggota press room setempat sebagai mitra guna sama-sama menambah wawasan dan pengalaman (adv/kb).
Kalsel
Meniti Perjalanan Wali Mastur di Kampung Tinggiran Baru
Penulis : Al-Faqir Ihsan (Sambialaw)
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Senja perlahan turun ketika rombongan yang dipimpin CEO PT Barito Media Jaya Group, Sulaiman A.S. sapaan akrab M. Jaya , memulai perjalanan menuju Desa Tinggiran, Kecamatan Mekarsari , Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu (20/5/2026).

Perjalanan itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan silaturahmi kepada seorang ulama yang dikenal hidup dalam kesederhanaan dan diyakini sebagian masyarakat sebagai wali mastur atau wali yang menyembunyikan kemuliaannya, yakni TG. KH. Basman.
Berangkat dari Komplek Batola Residence Blok H Site III, Handil Pinang II, RT 12, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, rombongan menempuh perjalanan menuju kediaman TG. KH. Basman yang kini menetap di Desa Tinggiran. Meski berasal dari Amuntai, sosok beliau lebih dikenal sebagai pribadi yang memilih hidup jauh dari sorotan publik.
Nama TG. KH. Basman mungkin tidak begitu populer di kalangan masyarakat luas. Namun, bagi sebagian kalangan, rumah sederhana beliau kerap menjadi tujuan silaturahmi untuk meminta nasihat, doa, serta mengambil keberkahan.
Sesampainya di lokasi, azan Magrib berkumandang mengiringi langkah rombongan yang tiba di kediaman sang ulama. Pintu rumah kemudian dibuka oleh seorang perempuan paruh baya yang mengenakan mukena putih. Ia adalah istri TG. KH. Basman.
Dengan nada lembut, perempuan tersebut menanyakan asal dan maksud kedatangan rombongan.
“Ada apa, dari mana buhan pian?” tanyanya.
Salah seorang rombongan M. Ridho Tanjung Jaya yang merupakan putera Sulaiman kemudian menjelaskan tujuan kedatangan mereka untuk bersilaturahmi dan berkunjung kepada TG. KH. Basman.
Tak lama berselang, sosok yang ditunggu pun muncul. Dengan peci putih dan surban yang membalut tubuhnya, TG. KH. Basman berjalan menghampiri para tamu.
Penampilannya tampak sederhana seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya. Namun, kesederhanaan itulah yang justru menjadi ciri khas kehidupannya.
Dalam pandangan para murid dan orang-orang yang mengenalnya, ia dikenal sebagai sosok yang tidak terpaut oleh gemerlap kehidupan dunia. Ia memilih menjalani hidup dengan penuh kesahajaan dan menjauh dari berbagai bentuk kemewahan.
Menurut sejumlah riwayat yang berkembang di kalangan masyarakat, silsilah TG. KH. Basman disebut-sebut masih memiliki keterkaitan dengan ulama besar Banjar, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang lebih dikenal sebagai Datu Kalampayan.
Berbagai kisah karamah juga sering diceritakan oleh masyarakat yang mengenalnya. Salah satunya terjadi saat pelaksanaan haul KH Muhammad Zaini Abdul Ghani di Sekumpul, Martapura.
Kala itu, TG. KH. Basman dikisahkan menolak ajakan menumpang kendaraan dan memilih mengayuh sepeda ontel sembari mengenakan topi purun. Namun, menurut cerita yang beredar, beliau justru tiba lebih dahulu dibanding rombongan yang menggunakan mobil.
Dalam pertemuan tersebut, Sulaiman A.S. atau yang akrab disapa M Jaya kembali mengenang pesan yang pernah disampaikan KH Basman saat kunjungan sebelumnya.
Menurut Sulaiman, kala itu TG. KH. Basman memintanya untuk tidak memotong rambut dan bahkan memberikan julukan “Wali Bagalong”.
“Pian menyuruh ulun jangan memotong rambut,” ujar Sulaiman sambil mengingat pesan sang guru.
Meski terdengar sederhana, pesan tersebut diyakini memiliki makna yang mendalam bagi dirinya. Sebab dalam tradisi hubungan murid dan guru spiritual, setiap nasihat sering kali mengandung pelajaran batin yang tidak selalu dapat dipahami secara langsung.
Pada kesempatan itu, Sulaiman juga memohon doa kepada TG. KH. Basman. Dengan penuh takzim, ia menatap sang murabbi yang dihormatinya. Dalam tradisi yang diyakininya sebagai bentuk tabarruk atau mengambil keberkahan, Sulaiman mengungkapkan bahwa dirinya terbiasa meminta doa dan keberkahan dari para guru yang dikunjunginya.
Bagi sebagian kalangan, perjalanan menuju rumah seorang ulama bukan sekadar perjalanan fisik. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi ikhtiar untuk mempererat silaturahmi, menimba hikmah, serta mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu tampak dari penampilan ataupun kedudukan duniawi, melainkan dari ketulusan dalam mengabdi kepada Allah SWT dan sesama manusia. (***)
Banjarmasin
Studi Komparasi ke Bali Bahas Media dan Pelestarian Budaya
Denpasar BALI, onlinekoranbarito.com – Studi komparasi Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) studi komparasi ke Bali dari masalah kehumasan serta kerja sama dengan pers hingga pelestarian budaya dan lainnya (21/5/2026).
Hal itu, terungkap dalam pertempuran Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Bali dengan rombongan Setwan Kalsel bersama anggota pres roomnya di Denpasar, Kamis sore.
Menurut Kabag Humas Biro Hamas dan Keprotokolan Setdaprov Bali Kadek SN. pers atau media punya peran stragis dalam upaya melestarikan/memasyarakatkan budaya sebagai kearifan lokal.
“Dalam upaya melestarikan budaya/kearifan lokal, Gubernur Bali mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) terkait busana tradisional yang harus dipakai tiap hari Kamis,” ujar Kadek didampingi Kabag Umum dan Keuangan Setwan Kalsel Riduansyah.
Ia menambahkan, memakai busana tradisional Bali tiap hari Kamis, bukan hanya bagi karyawan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat, juga instansi pemerintah pusat, Badan Usaha Milik Negara (BUMD) dan lainnya.
Mengenai kerja sama dengan media massa, dia mengatakan, Pemprov Bali menetapkan beberapa persyaratan antara lain jumlah view serta akreditasi dari Dewan Pers dan Pemimpin Redaksi memiliki kartu lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama atau minimal Madya.
Sementara itu, Kabag Umum dan Keuangan Setwan Kalsel Riduan mengatakan, banyak bahan positif yang akan menjadi pertimbangan buat tindak lanjut.
“Sebagai contoh mengenai Pergub terkait pemakaian busana tradisional perlu kita bicarakan,” ujar Riduan yang mewakili Pelaksana harian (Plh) Sekretaris DPRD (Sekwan) HM Andri Yuzhar dan Sekwan Muhammad Jaini yang melaksanakan ibadah haji.
Pada kesempatan tersebut, Riduan yang sebelumnya Kabag Pelayanan Aspirasi Setwan Kalsel menyatakan terima kasih kepada wartawan/anggota pres roomnya atas kerja sama yang baik selama ini.
“Kerja sama yang baik selama ini hendaknya kita pertahankan. Syukur-syukur kalau bisa kita tingkatkan,” pungkas Riduansyah, didampingi Kasub Bagian Humas dan Protokol Setwan Kalsel Adi Prasetia Radam.
Usai pertemuan dengan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Bali, rombongan makan malam bersama di Pantai Jimbaran Bali sekaligus syukuran Milad anggota Pres Room DPRD Kalsel, Evi dan Yuda, serta Riduansyah yang berusia 55 tahun (adv/kb).
DPRD Kota Banjarmasin
Lensa Foto Kegiatan DPRD Kota Banjarmasin Mei 2026

1. Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin M Isnaini Terima Silaturahmi dan Audiensi HMI Banjarmasin Perihal Buruh dan Kebersihan Lingkungan
2. Rapat Paripurna Internal Perihal Perubahan Fraksi PDI Perjuangan (7/5/2026).
3. Fun Walk AMC 1st Anniversary Dihadiri Pimpinan DPRD Kota Banjarmasin M Isnaini Dukung Penuh Upaya Hidup Sehat dan Pererat Kebersamaan antarelemen Masyarakat (10/5/2026)/
4. DPRD Kota Banjarmasin Bersama Masyarakat Peringati May Day Diwakili Unsur Pimpinan M Isnaini (1/5/2026)
5. DPRD Kota Banjarmasin Berikan Perhatian Khusus Terhadap Jembatan Bromo (15/5/2026)
6. DPRD Banjarmasin Dorong Banjarmasin Recycle Center (BRC) Kelola Lebih Dari 10 Ton Sampah Per Hari (12/6/2026).
Foto : hms-dprdbjm/kb
Banjarbaru
Kalsel Siap Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya dan Lingkungan
BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor pariwisata, baik dari sisi destinasi, pelayanan, hingga kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Dinansyah, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata RI secara virtual di Command Center Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu (20/5/2026).
Rakornas turut diikuti Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani. Kegiatan diawali penampilan Tarian Nusantara oleh Papua Allstar sebelum memasuki sesi pemaparan narasumber nasional.
“Sektor pariwisata di Kalimantan Selatan terus dikembangkan melalui berbagai kebijakan strategis yang selaras dengan arahan pemerintah pusat,” ujar Dinansyah.
Dalam rakornas tersebut, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Prof. Mari Elka Pangestu menegaskan sektor pariwisata memiliki peran penting sebagai salah satu penopang perekonomian nasional.
Menurutnya, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di kisaran 4 hingga 4,8 persen. Namun jika memperhitungkan multiplier effect, kontribusinya dapat mencapai 9 hingga 10 persen.
“Fokusnya bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas pariwisata yang diukur dari besarnya pengeluaran wisatawan, jenis wisata yang dilakukan, serta bagaimana destinasi wisata tetap terjaga,” katanya.
Prof. Mari juga mengungkapkan investasi sektor pariwisata pada 2025 meningkat sekitar 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski Indonesia saat ini berada di posisi kedua sektor pariwisata di kawasan ASEAN, secara global Indonesia masih berada di peringkat ke-22 dari 119 negara.
Ia menilai kekuatan utama Indonesia terletak pada kekayaan sumber daya alam dan budaya yang harus dikembangkan melalui konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan.
“Pariwisata harus tumbuh tanpa merusak lingkungan, tetap menjaga budaya, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi dan inklusivitas,” tegasnya.
Selain itu, Prof. Mari juga menekankan pentingnya digitalisasi sektor pariwisata, peningkatan literasi digital pelaku UMKM, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan komunitas.
Menurutnya, di tengah situasi geopolitik global dan konflik di Timur Tengah, Indonesia memiliki peluang menjadi alternatif destinasi maupun jalur transit wisatawan Asia. (adv/kb).
-
Nasional3 tahun agoSambut Tahun Baru 2023, IOH Region Kalisumapa Siapkan Command Center
-
Nasional3 tahun agoEvaluasi Harga Berkala, Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax dan Dex Series Per 3 Januari
-
Nasional9 bulan agoAkhmad Munir Terpilih Ketua Umum PWI Pusat, Tiga Formatur Disepakati
-
Kalteng2 tahun agoPj Bupati Murung Raya Buka Forum Komunikasi Implementasi Pencapaian UHC
-
Kalsel9 bulan agoBupati H Fani Ingin Wujudkan Tabalong Religius
-
Kalteng9 bulan agoBupati Heriyus Kunker ke PT Adaro Minerals, Dorong Sinergi Perusahaan dan Pemda untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau9 bulan agoKoperasi Merah Putih Dianggap Strategis Bangun Ekonomi Lokal
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau9 bulan agoFraksi DPRD Pulpis Sepakat Bahas Revisi Perda OPD
-
Nasional3 tahun agoRekomendasi 5 HP Vivo Dual Kamera Harga Murah Januari 202
-
Kalsel10 bulan agoTabalong Wujudkan Program Satu Desa Satu Pendakwah
