Connect with us

Kalsel

Pj. Sekdaprov Hadiri Haul ke-20 KH. Ali Noordin Gazali di Masjid Darussalam Cangkring Rantau Tapin

Published

on

TAPIN, onlinekoranbarito.com – Mengenang jasa ulama selama ini, Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin mengajak masyarakat agar meneladani kisah jejak sang ulama dalam kegiatan Peringatan Haul ke-20 KH. Ali Noordin Gazali di Masjid Darussalam Cangkring, Jalan Ruas Rantau – Margasari, Kabupaten Tapin pada Sabtu (3/5/2025).

Sejak pagi, masyarakat memadati kawasan mesjid hingga area sekitar, mulai dari pedagang sampai jemaah berbagai daerah berdatangan. Para relawan pun berjibaku dalam menyambut para jemaah haul tersebut.

Turut hadir dalam peringatan haul ini, yakni Bupati Tapin H Yamani bersama Wakil Bupati H. Juanda, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H. Syafrudin Noor dan jajaran pimpinan forkopimda, serta para habaib hingga tokoh agama lainnya.

Syair-syair maulid menggema dalam prosesi haul tersebut. Pembacaan doa, zikir serta diisi tausyiah singkat dalam pembacaan manaqib Haul Guru Cangkring, sapaan akrab ulama kharismatik tersebut.

“Mudah-mudahan dengan peringatan haul ini, Banua kita tercinta senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT, serta kita semua dikumpulkan kelak di surga-nya bersama para nabi dan orang-orang saleh. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” sampai Gubernur Kalsel dalam sambutan tertulis yang disampaikan Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin.

Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan kemajuan teknologi informasi, Gubernur menyebut satu hal yang patutnya syukuri adalah tetap kuatnya kepedulian masyarakat Kalimantan Selatan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Di Banua ini, menurut Gubernur bahwa peringatan hari-hari besar islam masih dilaksanakan dengan penuh semangat, kekhusyukan, dan rasa cinta yang mendalam.

“Ribuan, bahkan jutaan jamaah yang hadir dalam setiap majelis haul adalah bukti nyata betapa kuatnya hubungan masyarakat kita dengan tradisi islam yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ungkap Gubernur.

Tradisi ini, bagi Gubernur bukan hanya mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah, tetapi juga menjadi sumber kekuatan rohani dan moral yang menopang kehidupan sosial masyarakat kita.

Karena itu, Gubernur menekankan bahwa majelis haul di Kalimantan Selatan bukan sekadar seremonial untuk mengenang ulama.

“Ia adalah ruang pembelajaran, penguatan iman, penyambung sanad keilmuan, dan penghubung berkah yang bersumber dari para guru kita hingga kepada Rasulullah SAW,” ungkap Gubernur.

Di sinilah letak keistimewaan masyarakat Banua. Kepada masyarakat, Gubernur mengajak agar terus memuliakan ulama, menghargai ilmu, dan menjaga warisan islam dalam bingkai budaya Banjar yang religius.

Hari ini, Gubernur menyatakan bahwa kita berkumpul untuk mengenang dan mendoakan salah seorang ulama besar yang sangat kita cintai, yakni Abuya KH. Ali Noordin Gazali Rahimahullah.

“Sosok beliau bukan hanya dikenang karena keilmuannya, tetapi juga karena keteladanan dan pengaruh spiritualnya yang mendalam. Tapin, sebagai daerah tempat beliau berasal, memang telah banyak melahirkan ulama besar dan datu-datu yang berperan penting dalam penyebaran ilmu dan dakwah di Kalimantan Selatan,” ungkap Gubernur mengenang.

Menurut Gubernur, warisan spiritual dari Bumi Ruhuy Rahayu ini mengalir luas ke seluruh penjuru Banua membawa cahaya ilmu dan nilai-nilai akhlak mulia.

KH. Ali Noordin Gazali adalah salah satu mutiara Tapin yang sinarnya tidak pudar oleh waktu. Meski telah wafat dua dekade lalu, Gubernur memandang bahwa kecintaan masyarakat kepada sosoknya tidak pernah luntur.

“Haul beliau terus dihadiri beliau terus dihadiri oleh umat yang ingin mengenang jasa-jasa beliau, mendoakan beliau, dan mengambil keberkahan dari majelis ini. Semoga majelis ini membawa berkah bagi kita semua. Semoga Allah SWT menempatkan Abuya KH. Ali Noordin Gazali di sisi-nya yang paling mulia,” tandasnya. (adv/kmf/kb).

 

Barabai

Memaknai Perjalanan Sang Musafir

Published

on

Penulis : (Al-Faqir) Ihsan

BARABAI, onlinekoranbarito. com -Terik matahari yang membakar jalanan tak mampu menyurutkan langkah rombongan musafir yang dipimpin Sulaiman A.S. sapaan akrabnya M Jaya saat memulai perjalanan menuju Kabupaten Barito Timur, Senin (11/5/2026).

Perjalanan dimulai dari Komplek Batola Residence Blok H Site III Nomor 17, Handil Pinang II, RT 12, Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Kalsel) . Di balik keberangkatan itu, terselip suasana haru yang menyelimuti keluarga yang ditinggalkan.

Tatapan penuh doa dan lambaian tangan mengiringi mobil yang perlahan menjauh dari halaman rumah. Meski berat meninggalkan orang-orang tercinta, perjalanan panjang itu tetap dilanjutkan demi menjalankan tanggung jawab dan menapaki pengalaman baru dalam kehidupan.

Sepanjang perjalanan menuju Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur yang dikenal dengan slogan “Gumi Jari Janang Kalalawah”, rombongan diselimuti berbagai rasa. Rindu mulai tumbuh, sementara harapan akan pengalaman baru terus menyertai langkah mereka.

Namun, malam itu menghadirkan sebuah persinggahan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

Di tengah perjalanan, rombongan memutuskan singgah di Hulu Sungai Tengah (HST), tepatnya di Barabai, jalan tol Desa Banua Binjai,untuk menemui sosok yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok.

Ia dikenal masyarakat dengan sebutan “Amang Viral”, bernama Abdurrahman, yang sebelumnya dikenal dengan nama Ranggai sebelum memeluk agama Islam.

Setibanya di lokasi, suasana sederhana langsung menghadirkan kesan mendalam. Suara mesin mobil berhenti di depan sebuah gubuk sederhana yang dikelilingi kain kuning melingkar.

Pemandangan itu memunculkan rasa penasaran sekaligus kekaguman bagi rombongan.

Menariknya, pintu rumah sudah terbuka bahkan sebelum mereka tiba sepenuhnya, seolah menjadi pertanda bahwa kedatangan itu telah dinanti.

“Assalamualaikum, di mana dingsanak?” sapa Sulaiman dengan nada hangat penuh keakraban.

Dalam budaya Banjar, kata dingsanak bukan sekadar sapaan biasa, melainkan simbol persaudaraan meski tanpa hubungan darah.

Tak lama kemudian, tampak seorang pria mengenakan kaos hitam oblomg dan celana pendek berjalan mendekat sambil melempar senyum tipis.

“Inilah orangnya,” ujar salah seorang yang nengenakan kaos hitam oblong singkat.

Obrolan Sederhana Sarat Makna Rombongan kemudian dipersilakan duduk dan beristirahat setelah perjalanan panjang yang melelahkan. Suasana perlahan mencair. Obrolan hangat mengalir layaknya keluarga lama yang kembali dipertemukan.

Di atas meja sederhana tersaji kopi hangat, terang bulan, martabak, hingga keripik singkong yang dibawa oleh Sulaiman. Namun malam itu bukan sekadar tentang jamuan makanan, melainkan percakapan yang sarat makna kehidupan.

Dalam perbincangan tersebut, Amang Viral menyampaikan pandangannya tentang hidup, kesederhanaan, dan ketulusan.

“Dalam hidup ini jangan ada rasa pengakuan diri. Kalau masih ingin dilihat manusia, itu namanya riya,” ucapnya pelan.

Ia juga menceritakan masa ketika dirinya pernah menyamar sebagai orang gila selama tiga tahun.

“Saya dulu tiga tahun menyamar jadi orang gila. Kenapa saya lakukan? Karena itu kesenangan saya,” katanya.

Namun “gila” yang dimaksud bukan kehilangan akal sebagaimana dipahami kebanyakan orang. Baginya, seseorang yang “gila” kepada Sang Khalik tidak lagi sibuk memikirkan penilaian manusia. Yang terpenting adalah ketulusan hati dalam menjalani kehidupan.

Ia meyakini, selama seseorang masih merasa dirinya lebih baik daripada orang lain, maka kesombongan dan riya masih bersemayam di dalam dirinya.

Perjalanan yang Mengubah Cara Pandang
Persinggahan malam itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar tempat beristirahat.

Di tengah perjalanan menuju Barito Timur, rombongan justru menemukan pelajaran tentang kerendahan hati, keikhlasan, dan cara memandang hidup dari sudut yang berbeda.

Sebab terkadang, perjalanan terjauh bukanlah tentang berpindah tempat, melainkan perjalanan untuk memahami diri sendiri. (***)

Continue Reading

Banjarmasin

Gubernur Muhidin Kembali Rombak Pejabat Pemprov Kalsel

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin kembali melakukan perombakan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sebanyak 168 pejabat struktural dan fungsional resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (8/5/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, jajaran tenaga ahli gubernur, asisten, staf ahli, serta kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Rotasi dan promosi jabatan kali ini mencakup sejumlah posisi strategis di berbagai sektor, termasuk penguatan tenaga administrasi dan tata usaha di sekolah-sekolah se-Kalimantan Selatan.

Dalam pelantikan itu, dua pejabat eselon II yang dilantik yakni Nasrullah sebagai Kepala Biro Organisasi dan Munazir Hadrani sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Selain itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rusdi Hartono kembali dikukuhkan pada jabatannya.

Dalam arahannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan pentingnya menjaga integritas serta loyalitas terhadap pimpinan daerah, mulai dari gubernur, wakil gubernur hingga sekretaris daerah.

“Apapun keputusan yang ditetapkan, saya minta diterima dengan ikhlas dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Muhidin.

Ia mengakui mutasi, rotasi maupun promosi jabatan kerap memunculkan beragam respons. Namun menurutnya, seluruh keputusan dilakukan demi kepentingan organisasi dan peningkatan kinerja pemerintahan.

Muhidin juga menegaskan, meski secara aturan rotasi jabatan umumnya dilakukan setelah dua tahun, Pemprov Kalsel menerapkan evaluasi berkala setiap enam bulan.

“Saya meminta Sekda dan kepala dinas memberikan penilaian kinerja secara objektif. Jika dalam enam bulan kinerjanya kurang optimal, maka bisa segera dievaluasi,” ujarnya.

Tak hanya kepada pejabat, Muhidin juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga, khususnya istri pejabat, dalam mendukung tugas pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Sinergi antara pejabat dan organisasi pendamping diharapkan berjalan selaras demi kelancaran program pembangunan di Kalimantan Selatan,” katanya.

Sebelum pelantikan pejabat struktural dan fungsional, Gubernur H. Muhidin juga melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalsel periode 2026–2031.

Ia berharap pengurus Baznas yang baru mampu mengelola dana umat secara profesional dan sesuai syariat Islam.

Baznas Provinsi Kalsel periode 2026–2031 dipimpin Ilham S.ThI bersama empat anggota lainnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kalsel Noryadi merinci total pejabat yang dilantik terdiri dari dua pejabat eselon II yang dilantik dan satu pejabat eselon II dikukuhkan, 39 pejabat administrator (eselon III), 126 pejabat pengawas (eselon IV), serta 25 pejabat fungsional dari berbagai jenjang.

Menurut Noryadi, seluruh pejabat yang baru dilantik akan menjalani evaluasi kinerja secara berkala setiap enam bulan sesuai arahan gubernur.

“Jika nilainya sangat baik, rotasi bisa dilakukan lebih cepat meskipun belum dua tahun menjabat,” jelasnya.

Ia juga menyebut saat ini masih terdapat tiga posisi eselon II yang kosong, yakni Kepala Dinas ESDM, Staf Ahli, dan Kepala Badan Kesbangpol Kalsel yang pengisiannya menunggu arahan lebih lanjut dari gubernur. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Kasad Apresiasi Dukungan Pemprov Kalsel Bangun Kodam X Lambung Mangkurat

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) X Lambung Mangkurat mendapat apresiasi dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan pemancangan tiang perdana atau groundbreaking pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat di kawasan Lapangan Tembak Makorem 101/Antasari, sekitar kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Rabu (6/5/2026).

“Saya ucapkan terima kasih kepada gubernur dan jajaran yang telah menginisiasi pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat yang diketahui bersama merupakan Kodam lama,” ujar Maruli.

Dalam kesempatan itu, Kasad juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel bersama 13 pemerintah kabupaten/kota terhadap pembangunan Kodam tersebut.

Gubernur H. Muhidin menyatakan, sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalsel dengan jajaran TNI selama ini telah terjalin dengan baik dan diharapkan semakin kuat dengan hadirnya Kodam X Lambung Mangkurat di Banua.

“Kolaborasi berjalan terus antara TNI dan pemerintah provinsi seperti yang terjalin selama ini,” tegas Muhidin.

Ia juga berharap keberadaan Kodam X Lambung Mangkurat nantinya mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan Selatan.

Pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat dilakukan di atas lahan seluas sekitar 20 hektare dan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Muhammad Yasin Toyib menjelaskan, total anggaran pembangunan mencapai Rp280 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertahanan, Pemerintah Provinsi Kalsel, serta dukungan 13 pemerintah kabupaten/kota.

“Dukungan alokasi dana dari Pemprov Kalsel sebesar Rp90 miliar, pemerintah kabupaten/kota masing-masing Rp5 miliar, dan Kementerian Pertahanan Rp140 miliar,” jelas Yasin.

Ia menyebut, bangunan Kodam nantinya akan memiliki enam lantai dengan berbagai fasilitas penunjang dan ditargetkan selesai pada tahun 2027.

Prosesi groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Gubernur Kalsel H. Muhidin, dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin.

Pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) TNI Angkatan Darat yang menargetkan setiap provinsi di Indonesia memiliki markas komando daerah sendiri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, anggota DPR dan DPD RI, pejabat lingkup Pemprov Kalsel, serta tamu undangan lainnya. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarmasin

Pemprov Kalsel Fokus Perkuat SDM dan Transformasi Ekonomi Daerah

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerima sejumlah rekomendasi dari DPRD Provinsi Kalsel terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalsel, Selasa (5/5/2026).

Rekomendasi tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, yang mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin.

Dalam sambutannya, Sekdaprov M. Syarifuddin menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kalsel yang telah melakukan pembahasan serta memberikan berbagai masukan terhadap LKPj Gubernur Tahun Anggaran 2025.

“Rekomendasi LKPj Gubernur ini sangat berarti untuk memperbaiki kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian pembangunan sepanjang 2025 menunjukkan arah positif dan menjadi pijakan penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan, khususnya terkait kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan efektivitas kebijakan.

Menurutnya, sejumlah isu strategis seperti pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, ketenagakerjaan, hingga transformasi ekonomi daerah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Pemprov Kalsel akan mengarahkan kebijakan secara lebih terintegrasi, berbasis data, berorientasi pada hasil, dan berpihak pada kelompok yang paling membutuhkan,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Sekdaprov didampingi para asisten, staf ahli, tenaga ahli gubernur, serta pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Selain itu, Pemprov Kalsel juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, dan mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.

Sebelumnya, LKPj Gubernur Kalsel Tahun 2025 telah dibahas empat panitia khusus (Pansus) DPRD Kalsel yang meliputi bidang hukum dan pemerintahan, ekonomi dan keuangan, hingga pembangunan dan infrastruktur.

Rekomendasi DPRD Kalsel disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Octaviasari. Ia menyebut rekomendasi tersebut menjadi bahan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan dan penganggaran tahun berikutnya agar kebijakan pembangunan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Rekomendasi DPRD menjadi penghubung antara evaluasi kinerja masa lalu dengan perencanaan pembangunan di masa mendatang,” ujarnya.

Selain agenda rekomendasi LKPj, rapat paripurna juga membahas laporan DPRD Kalsel terkait usulan pembentukan calon daerah otonom baru Kabupaten Kambatang Lima di Provinsi Kalimantan Selatan. (adv/kb).

Continue Reading

Kalsel

Pemprov Kalsel Matangkan Pengelolaan Kawasan Tugu Nol Kilometer

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan kawasan Tugu Nol Kilometer Banjarmasin mulai beroperasi pada tahun 2026 sebagai destinasi wisata terpadu sekaligus ruang publik baru di pusat Kota Banjarmasin.

Persiapan pembukaan kawasan terus dilakukan. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel H. Afrizaldi, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Minggu (3/5).

“Kita memantau dan mengontrol kawasan Tugu Nol Kilometer. Untuk naik ke tower nantinya menggunakan karcis. Di kawasan ini terdapat ruangan pertunjukan berbentuk bulat, serta spot yang bisa dimanfaatkan untuk kafe,” ujar Muhidin.

Gubernur menjelaskan, pengelolaan kawasan nantinya akan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Bangun Banua Kalsel. Saat ini pemerintah masih menyiapkan draft kerja sama sebagai dasar pengelolaan kawasan wisata tersebut.

“Bangun Banua akan mengelola kawasan ini. Kita siapkan dulu draft sistem kerja samanya, setelah itu baru kita buka bersama,” katanya.

Sebagai kawasan wisata perkotaan, Tugu Nol Kilometer akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti panggung pertunjukan seni budaya dan hiburan, area santai, hingga kafe untuk masyarakat.

Akses di area bawah kawasan nantinya tetap gratis, sedangkan pengunjung yang ingin naik ke menara akan dikenakan tarif khusus.

“Di bawah tidak membayar, tapi kalau naik ke atas tugu ada biaya. Ini bagian dari pengelolaan agar kawasan tetap terawat,” jelas Muhidin.

Ia menegaskan, peresmian kawasan akan dilakukan setelah seluruh konsep pengelolaan dan kesiapan teknis dinyatakan siap.

Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel H. Afrizaldi menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan arahan gubernur dalam pengelolaan kawasan tersebut.

“Pada prinsipnya kami sudah mendapat arahan untuk menjadi pengelola kawasan Nol Kilometer. Hari ini kami bersama Gubernur dan PUPR meninjau langsung kesiapan lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya tengah menyiapkan konsep pengelolaan yang tidak hanya berfokus pada sektor wisata, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

“Kawasan ini akan kita dorong menjadi destinasi yang punya nilai jual. Tidak hanya sebagai tempat melihat menara, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” katanya.

Meski secara konsep dinilai siap, Afrizaldi mengungkapkan masih terdapat sejumlah infrastruktur yang memerlukan pemeliharaan, terutama yang menjadi kewenangan Dinas PUPR Kalsel.

“Kita harus berkoordinasi dengan PUPR karena masih ada beberapa infrastruktur yang perlu maintenance. Kesiapan ini yang menentukan kapan kawasan bisa dioperasikan,” jelasnya.

Aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama, termasuk pengaturan sirkulasi naik dan turun menara serta pengamanan kawasan yang akan melibatkan TNI dan Polri.

Selain itu, pengaturan parkir juga dipersiapkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis pengembangan kawasan Tugu Nol Kilometer akan menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal melalui integrasi wisata, hiburan, seni budaya, dan ekonomi kreatif.

“Kami yakin kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas masyarakat karena dilengkapi berbagai fasilitas hiburan dan pendukung lainnya,” pungkas Afrizaldi. (adv/kb).

Continue Reading

Kalsel

Sulaiman Belajar Keteladanan Sosok Sang Guru Majelis Allam Larut Merangkul Semua Umat

Published

on

Keterangan Foto : Dari kiri baju putih M. Jaya atau sering disapa Sulaiman foto tengah baju hitam Anang Rapel mantan Kades Sungai Seluang selama 12 tahun sesepuh atau paman dari Guru Syarwani yang akrab di sapa Guru Isar Sahibol Majelis Allam Larut atau Mahabbaturrasul

Penulis: Al-Faqir (Ihsan)

 

MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Malam itu menggigil lebih dalam dari biasanya. Rintik hujan turun perlahan, membasahi dedaunan yang bergoyang pelan diterpa angin. Jalanan lengang, hanya suara serangga malam yang sesekali memecah sunyi, seolah menjadi latar alami bagi sebuah perjalanan yang tak sekadar berpindah tempat, tetapi juga menyusuri ruang batin.

Foto baju putih M. Jaya sering disebut Sulaiman bersama Guru Syarwani atau Guru Isar Sahibol Majelis Mahabbaturassul atau Allam Larut di Sungai Pantai Desa Samuda, Kecamatan Belawang, Barito Kuala Marabahan

Dari sudut Komplek Batola Residence, Handil Pinang RT 12, Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, langkah itu dimulai. Sabtu malam (2/5/2026), rombongan PT Barito Media Jaya Group bergerak perlahan meninggalkan halaman rumah.

Tanpa hiruk pikuk, tanpa gemuruh keramaian hanya deru mesin mobil yang mengiringi perjalanan penuh tujuan.
Arah mereka jelas sebuah Majelis Sholawat dan Zikir bernama “Allam Larut” di Desa Samuda, Kecamatan Belawang.

Perjalanan malam itu bukan tanpa ujian. Jalanan gelap membentang, diapit pepohonan tinggi yang menjulang seperti lorong sunyi.

Namun, justru dalam keheningan itulah makna perjalanan terasa semakin dalam setiap kilometer yang ditempuh seakan menjadi bagian dari laku spiritual, perjalanan yang melibatkan hati, bukan sekadar raga.

Nama majelis yang dituju, “Allam Larut”, menyimpan filosofi mendalam Aku Lahir Lantaran Abah Mama, Larut Aku Didalam Roh Ketuhanan. Sebuah makna yang mencerminkan perjalanan kembali kepada asal, kepada Sang Pencipta.

Setibanya di lokasi, suasana berubah drastis. Kehangatan langsung terasa. Keakraban menyambut, menggantikan dingin malam yang sebelumnya menyelimuti. Rombongan yang dipimpin Sulaiman disambut Sohibul Majelis, Ustad Syarwani, bersama para jamaah dan tamu undangan.

“Ulun (saya)besok tidak bisa berhadir, jadi ulun sempatkan malam ini,” ujar Sulaiman dengan suara rendah namun sarat ketulusan.

Dalam suasana santai namun penuh makna, Ustad Syarwani sempat mengenang sosok M. Jaya di masa lalu. Ia menyebut, kedatangan M. Jaya dahulu jauh dari kesan formal hanya mengenakan pakaian sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan kedermawanan yang membekas.

“Beliau ini sangat dermawan. Setiap acara majelis sering memberikan beras. Alhamdulillah, jamaah di sini merasakan manfaatnya,” tutur Ustad Syarwani kepada para khadam.

Ia menegaskan, nilai seseorang tidak terletak pada penampilan fisik semata, melainkan pada pancaran batin yang diyakini sebagai tajalli dari akhlak Nabi Muhammad SAW.

Kini, perjalanan hidup itu memasuki babak baru. M. Jaya telah berganti nama menjadi Sulaiman meninggalkan identitas lama yang pernah melekat.

“Ulun sudah berganti nama, diberi gelar oleh abah angkat di Kalua,” ucap Sulaiman dengan senyum lirih, menandai transformasi yang tak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah.

Kehadiran rombongan malam itu juga bertepatan dengan undangan walimatul urus (resepsi perkawinan) putra keempat Sohibul Majelis yang akan digelar keesokan harinya. Namun lebih dari sekadar memenuhi undangan, pertemuan tersebut menjelma menjadi ruang silaturahmi yang sarat makna.

Percakapan mengalir alami. Dari sekadar sapaan, berkembang menjadi diskusi tentang ilmu ma’rifat. Ditemani secangkir kopi hangat, suasana perlahan berubah hening. Bukan karena kehabisan kata, melainkan karena setiap kalimat yang terucap mengandung kedalaman makna.

Waktu berjalan tanpa terasa. Malam pun mencapai sepertiganya. Perjalanan harus berlanjut. Rombongan kembali bergerak menuju tujuan berikutnya Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin. Rasa lelah mulai terasa, namun tak satu pun mengeluh. Seolah perjalanan ini telah menjadi bagian dari pengabdian.

Langkah akhirnya terhenti di Masjid Keramat Baitun Nur, Sungai Rutas RT 07. Tempat sederhana itu menjadi persinggahan memberi ruang istirahat, bukan hanya bagi tubuh, tetapi juga bagi jiwa.

Malam semakin larut. Sunyi kembali menyelimuti.Namun kali ini, sunyi itu tidak lagi kosong.Ia telah terisi oleh pengalaman, oleh makna, dan oleh perjalanan yang tak hanya ditempuh dengan langkah, tetapi juga dengan hati. (“”).

Continue Reading

Banjarmasin

Wagub Kalteng Lepas 356 Jemaah Haji Kloter BDJ 04 dari Embarkasi Banjarmasin

Published

on

By

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo bersama Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin melepas keberangkatan jemaah haji asal Kalimantan Tengah yang tergabung dalam Kloter BDJ 04 Embarkasi Banjarmasin, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Wagub, disampaikan bahwa pada 2026 Provinsi Kalimantan Tengah memberangkatkan sebanyak 1.577 jemaah calon haji. Keberangkatan ini menjadi momentum yang dinantikan umat Islam untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Edy Pratowo berpesan agar seluruh jemaah menjalankan ibadah dengan khusyuk serta menjaga kebersamaan selama berada di Tanah Suci. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan mengingat perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Jaga kesehatan karena suhu udara di Arab Saudi sangat berbeda. Jika mengalami keluhan, segera berkomunikasi dengan petugas kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, jemaah diminta untuk fokus beribadah dengan niat tulus dan ikhlas serta mendoakan daerah dan bangsa agar senantiasa diberi keberkahan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan bantuan uang saku sebesar Rp1 juta kepada masing-masing jemaah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Khairan, melaporkan bahwa jemaah Kloter BDJ 04 berasal dari Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Katingan, dan Barito Timur dengan jumlah 356 orang.

Mereka didampingi empat petugas kloter dan dua petugas haji daerah, sehingga total yang diberangkatkan mencapai 360 orang.

Jemaah dijadwalkan berangkat dari Bandara Syamsudin Noor pada 29 April 2026 pukul 05.35 WITA menggunakan pesawat Airbus A330-300 milik Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 8104.

Rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz pada pukul 13.30 waktu Arab Saudi. (asd/kb).

Continue Reading

DPRD Kabupaten Barito Kuala

DPRD Batola Sampaikan Empat Rekomendasi Krusial atas LKPJ Bupati

Published

on

MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, menyampaikan keputusan rekomendasi empat poin krusial di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Batola Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam Rapat Paripurna, di Gedung DPRD setempat, Kamis (30/4/2026).

Anggota DPRD Batola Basrin yang menyampaikan rekomendasi mengatakan, DPRD Batola menekankan beberapa poin krusial yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pertama, sebut dia, kepada Pemerintahan dan Kesra, dewan meminta akselerasi nyata dalam penurunan angka kemiskinan ekstrem dan stunting melalui program unggulan, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Program Makan Gratis Bergizi (MBG).

“Selain itu, peningkatan IPM melalui program “Sekolah Rakyat” menjadi prioritas,” ujar Basrin. Baca juga: Bupati sampaikan LKPj TA 2025 ke DPRD Batola

Kedua, ucap dia, untuk ekonomi keuangan, SKPD yang tidak mencapai target pendapatan diminta untuk segera dievaluasi.

“Dewan mendorong digitalisasi UMKM, kemudahan perizinan investasi sektor unggulan serta pengoptimalan peran BUMD/BUMDes untuk mendongkrak PAD,” ungkapnya. Ketiga, tegasnya, efisiensi anggaran sesuai UU No. 1 Tahun 2022, DPRD memberikan peringatan keras terkait porsi belanja pegawai yang harus dirasionalisasi maksimal 30 persen dari total APBD secara bertahap hingga tahun 2027, guna menjamin kesehatan fiskal daerah.

Keempat, sambung Basrin, untuk mitigasi bencana, Pemkab didesak segera menyusun Raperda Penanggulangan Bencana dan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Kader PDI-P Batola itu menegaskan, seluruh poin rekomendasi yang belum terealisasi wajib dimasukkan kembali dalam tindak lanjut LKPJ Tahun Anggaran 2026 mendatang.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Batola Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, didampingi unsur pimpinan dewan.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Batola H Bahrul Ilmi, unsur Forkopimda, staf ahli, asisten, kepala SKPD serta para camat se-Kabupaten Batola (adv/kb).

Continue Reading

Kalsel

DWP Batola Dukung Visi Daerah Lewat Program Kerja

Published

on

MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kab. Barito Kuala menggelar Rapat Kerja DWP Tahun 2026. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penasihat DWP Ny. Hj. Noorhayati Bahrul Ilmi, bertempat di Aula Selidah, Senin (27/4/2026).

Kegiatan diawali dengan laporan sekaligus sambutan dari Ketua DWP Ny. Hj. Herwina Zulkipli Yadi Noor, dan dilanjutkan dengan paparan mengenai internalisasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kab. Barito Kuala oleh Sekda H. Zulkipli Yadi Noor.

Dalam laporannya, Ketua DWP Ny. Hj. Herwina Zulkipli Yadi Noor menyampaikan bahwa DWP Kab. Barito Kuala sebagai organisasi sosial memiliki peran domestik dan peran publik yang dilaksanakan secara seimbang.

“Peran domestik berkaitan dengan peran istri dan ibu dalam keluarga, sedangkan peran publik melibatkan partisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat, dengan berperan sebagai mitra strategis pemerintah untuk mewujudkan visi dan misi kepala daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa RPJMD menjadi salah satu pedoman dalam penyusunan landasan strategis DWP tahun 2025–2029. Program kerja tahun 2026 yang telah dimulai dalam Renstra DWP akan disempurnakan melalui rapat kerja dengan memperhatikan hasil atau capaian dan evaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2025.

Tujuan utama dari rapat kerja ini adalah untuk:
1. Mengevaluasi, membahas, mengkoordinasikan, menyalurkan persepsi, serta mengintensifkan atau menetapkan program kerja dan pelaksanaannya sesuai dengan kehidupan organisasi yang telah ditetapkan.
2. Menetapkan program kerja tahun 2026.
3. Menetapkan acuan atau pedoman dalam pelaksanaan kegiatan DWP Kabupaten dari kepala, dan sebagai dasar dalam penyusunan program kerja unsur pelaksana DWP Kabupaten.

Penasihat DWP selaku Ketua TP PKK, Ny. Hj. Noorhayati Bahrul Ilmi, dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat kerja merupakan momentum untuk mengevaluasi capaian dan merancang langkah strategis ke depan. Beliau menekankan pentingnya peran DWP dalam mendukung tugas suami sebagai ASN sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga.

“Dalam menyusun program kerja, saya sangat mengharapkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, pastikan program kerja yang disusun selaras dengan visi dan misi pusat maupun daerah kita. Buat program kerja yang nyata, yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota dan masyarakat,” tegas Noorhayati.

Beliau juga berpesan agar rapat dilaksanakan dengan keterbukaan, jujur, dan realistis dalam menyusun target kerja dengan mengutamakan kualitas daripada kuantitas kegiatan.

Rangkaian acara diakhiri dengan sesi diskusi yang dipandu oleh panitia pelaksana dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kekompakan organisasi. (adv/kb).

Continue Reading

Populer