Connect with us

Banjarbaru

81 Perusahaan Terima Penghargaan PROPER dari KLHK

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan (DLH Kalsel) menyerahkan penghargaan Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada 81 perusahaan tingkat nasional dan daerah.

Kepala DLH Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, Jumat (14/6/2024), mengatakan 81 perusahaan di Kalsel yang mendapatkan penghargaan tersebut terdiri dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perusahaan swasta. dengan periode penilaian Juli 2022-Juni 2023.

Berdasarkan data DLH Provinsi Kalsel, Hanifah mengungkapkan jumlah peserta PROPER nasional dan daerah meningkat setiap tahun tercatat 94 perusahaan pada periode 2021-2022, 99 perusahaan pada 2022-2023, 127 perusahaan pada 2023-2024. Hal itu, menurut Hanifah, menunjukkan semakin banyak pelaku usaha atau perusahaan yang menyadari penting berperan terhadap pengelolaan lingkungan hidup.

Hanifah Dwi Nirwana menerangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan PROPER nasional dengan tim evaluasi dari DLH Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan PROPER daerah digelar DLH Provinsi Kalsel.

Hanifah mengungkapkan satu dari 81 perusahaan yang mendapatkan sertifikat PROPER nasional merupakan perusahaan sektor pertambangan dengan predikat emas, yakni PT Adaro Indonesia melalui program unggulan “Taman Wisata Menanti Laburan” dengan konsep “Ecosport Edutaiment”. “Pengunjung dapat menikmati hiburan sambil belajar tentang ekologi dan keberlanjutan lingkungan,” tutur Hanifah.

Sementara itu, sebanyak 13 perusahaan yang mendapatkan predikat hijau bergerak pada sektor migas distribusi, migas EP, pertambangan, dan semen dengan menonjolkan program inovasi sosial, penurunan emisi, efisiensi energi, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat.

Predikat emas dan hijau itu, menurut Hanifah, menunjukkan kinerja perusahaan yang terdepan terhadap pengelolaan lingkungan dan menjadi inspirasi, serta motivasi bagi perusahaan lain untuk mengelola, dan ketaatan terhadap peraturan lingkungan hidup (beyond compliance).

Sedangkan, 56 perusahaan lain menerima predikat biru dari sektor jasa angkutan laut, pertambangan dan “stockpile” batubara, energi pembangkit listrik, industri, karet, pengolahan karet, migas distribusi, perkebunan dan pabrik kelapan sawit.

Predikat biru menandakan perusahaan telah memenuhi ketaatan kriteria Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara, Kriteria Kerusakan Lahan dan Pengelolaan Limbah B3. Sementara itu, delapan perusahaan mendapatkan predikat merah, karena tidak dapat memenuhi ketentuan teknis yang dipersyaratkan.

Ketentuan teknis itu, antara lain tidak dapat memenuhi rekap Lembar Hasil Uji (LHU) laboratorium beberapa bulan selama masa penilaian, belum memenuhi kriteria ekosistem gambut dan telah berhenti beroperasi. “DLH Provinsi menindaklanjuti dengan membina bersama kabupaten terhadap pemenuhan kriteria penilaian tersebut,” ucap Hanifah.

Pada penilaian periode 2022-2023, Kementerian LHK juga menangguhkan sebanyak tiga perusahaan, karena masih proses pembinaan dan pengawasan melalui kegiatan penegakan hukum. Hanifah mengungkapkan 18 perusahaan mengikuti penilaian PROPER daerah periode penilaian Januari-Desember 2022.

Dari hasil penilaian itu dinyatakan dua perusahaan mendapat peringkat hijau, yaitu PT. Bina Indo Raya dan PT. Mandiri Citra Bersama.

PT. Bina Indo Raya menonjolkan konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati serta konservasi Bekantan, sedangkan PT Mandiri Citra Bersama mengusung revolusi hijau berupa rehabilitasi DAS Barito di Tahura Sultan Adam dan pemberdayaan kelompok Masyarakat Peduli Api yang bekerja sama dengan Laskar Proklim di Dusun Tiga Desa Pandan Sari Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut.

Kemudian, sebanyak 16 perusahaan predikat biru dari sektor pertambangan, sawit, pakan ternak, pengolahan udang, jasa perhotelan dan rumah sakit. Hanifah mengatakan Indonesia memiliki komitmen yang tinggi pada bidang lingkungan dan memberikan perhatian pada penguatan aksi iklim.

Untuk mencapai target itu, Hanifah menuturkan pemerintah menggandeng partisipan aktif dari pelaku usaha melalui berbagai aksi nyata guna mengatasi perubahan iklim dan mengelola keberlanjutan termasuk PROPER.

“Upaya pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan pelaku usaha diharapkan merupakan program berkesinambungan sehingga dana yang akan digulirkan akan terus mendorong tumbuh wirausaha dan mendukung masyarakat semakin berdaya,” tutur Hanifah. (adv/kb).

 

 

Banjarbaru

Transparan Soal Pangan, DPKP Kalsel Diganjar Predikat Top Influencer

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keterbukaan informasi publik.

Pada malam penganugerahan Apresiasi Media Pemprov Kalsel (AMPK)  yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, instansi ini meraih Penghargaan Top Influencer yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin diwakili Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada SKPD yang aktif memberikan informasi pembangunan daerah secara terbuka, cepat, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, pertama kita mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan rahmat kepada kita semua. Malam hari ini kami kembali mendapatkan anugerah sebagai terbaik pertama,” ujarnya.

Syamsir menegaskan, prestasi ini bukan hanya milik dirinya, tetapi buah kerja keras seluruh jajaran di DPKP Kalsel. Mulai dari sekretariat, para kepala bidang, kepala UPT, hingga tim humas yang setiap hari bekerja memastikan informasi pembangunan pertanian tersampaikan kepada publik.

“Ini tidak lain adalah dukungan dari semua pihak. Setiap hari kami mengabarkan perkembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, baik keberhasilan maupun hambatan. Semua harus transparan karena ini kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur Kalsel secara langsung mengikuti laporan-laporan yang disampaikan DPKP, sehingga menjadi dorongan tersendiri agar penyampaian informasi dilakukan secara cepat dan akurat.

Lebih lanjut ia menyampaikan memaparkan capaian sektor pertanian Kalsel. Tahun ini, produksi padi Kalimantan Selatan mencatat rekor dengan angka 1.163.000 ton, tertinggi di regional Kalimantan.

“Kebutuhan Kalsel hanya sekitar 600 ribu ton. Artinya, separuh dari produksi kita ikut menyuplai Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelas Syamsir.

Beberapa provinsi lain di regional Kalimantan mengalami fluktuasi, bahkan penurunan produksi, namun Kalsel berhasil mempertahankan tren positif.

“Apalagi Prestasi besar juga diraih Kalsel pada tingkat nasional. Setelah tiga tahun berturut-turut ditempati Bali, tahun ini Kalimantan Selatan berhasil menjadi Juara 1 Nasional Ketahanan Pangan,” bebernya.

Syamsir menyebut capaian tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, terutama dengan TNI, Polri, dan Badan Intelijen Daerah (Binda) dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

“Ini adalah upaya bersama untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terpenuhi. Ketersediaan pangan kita aman. Ketika daerah lain kekurangan, kita justru berlebih, dan itu harus kita syukuri sambil tetap waspada,” ucapnya.

Syamsir mengajak kepada seluruh SKPD agar terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

“Kita adalah pembantu-pembantu pimpinan daerah. Informasi tentang pembangunan harus tersampaikan kapan saja, siang maupun malam,” ujarnya.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Distan Kalsel untuk terus memperkuat komunikasi publik, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Banua. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

PASI Kalsel Gelar Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Nasional

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Tingkat Nasional pada akhir tahun 2025. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan beberapa peserta dari Kalimantan Tengah.

Ketua PASI Kalsel, Said Subari, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan para pelatih atletik di daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian pelatihan nasional yang akan terus berlanjut.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memperkuat kompetensi para pelatih, sehingga pembinaan atletik di Kalsel dapat dilakukan secara lebih profesional dan terstandarisasi,” ujarnya.

Instruktur Pengurus Besar PASI, Moh. Nanang Himawa Kusuma, menjelaskan bahwa materi pelatihan mengadopsi kurikulum resmi World Athletics (Federasi Atletik Dunia). Seluruh konten yang berbahasa Inggris telah disesuaikan dan disampaikan dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami peserta.

Pelatihan mencakup sesi teori, praktik lapangan pada seluruh 16 nomor atletik, hingga ujian praktik. Menurut Nanang, keseluruhan materi diberikan secara seimbang untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun pengetahuan pelatih.

Nanang menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan standardisasi pelatih atletik di Indonesia. World Athletics mewajibkan seluruh pelatih memiliki sertifikasi minimal Level 1 Internasional, namun kendala bahasa masih menjadi hambatan besar di Indonesia.

“Melalui pelatihan ini, kami memetakan pelatih-pelatih potensial dari daerah. Selanjutnya akan didorong untuk mengikuti sertifikasi Level 1 Internasional agar kualitas pembinaan atletik Indonesia dapat setara dengan standar dunia,” jelasnya.

Ia berharap melalui pelatihan ini akan muncul pelatih berkualitas yang mampu meningkatkan prestasi atletik di Kalimantan Selatan maupun nasional. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Layanan 5 Rajab, Disbunnak Siapkan Makanan Pos Kesehatan dan Area Istirahat Nyaman

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Menyambut Momen 5 Rajab yang menjadi agenda keagamaan besar di Kalimantan Selatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan kembali ditunjuk oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, sebagai salah satu titik penyedia layanan jemaah. Penunjukan ini menegaskan konsistensi Disbunnak dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik pada kegiatan keagamaan berskala besar.

Pelayanan akan mulai dibuka pada 27 Desember, sesuai arahan pimpinan. Layanan utama berlangsung sejak H-1 pada 28 Desember hingga puncak Momen 5 Rajab, 29 Desember.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan layanan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk para jemaah Momen 5 Rajab yang singgah di pusat layanan kami,” ujar Suparmi.

Di titik layanan yang berlokasi di Disbunnak Kalsel, jemaah akan disambut dengan berbagai fasilitas yang didesain untuk kenyamanan perjalanan ibadah, di antaranya menu makanan utama, aneka jajanan, dan minuman hangat maupun dingin, pos kesehatan, Area istirahat yang nyaman serta tempat salat, lengkap dengan fasilitas untuk mengikuti salat berjamaah secara live dari lokasi utama Momen 5 Rajab.

Tahun ini, pelayanan semakin diperkuat melalui dukungan lintas instansi. Beberapa dinas dan lembaga yang ditugaskan Gubernur untuk bersinergi dengan Disbunnak di titik layanan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami didukung banyak instansi. Semua bergabung bersama Disbunnak untuk memastikan jamaah mendapatkan layanan terbaik,” kata Suparmi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat baik dari Kalimantan Selatan maupun luar daerah untuk mampir dan memanfaatkan layanan yang telah disiapkan.

“Kami berharap informasi ini sampai kepada masyarakat luas. Silakan singgah di titik layanan kami di Dinas Perkebunan dan Peternakan. InsyaAllah kami siap melayani jamaah Momen 5 Rajab dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Dengan sinergi yang semakin kuat, Disbunnak Kalsel optimistis dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi seluruh jamaah Momen 5 Rajab tahun ini. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Empat Tahun ke Depan, Disbunnak Kalsel Fokus Hilirisasi Kelapa dan Penguatan Karet

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Program dan Kegiatan Prioritas Tahun 2026 hingga 2029 bersama awak media sebagai bentuk penyampaian resmi arah pembangunan perkebunan dan peternakan di Banua. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Disbunnak Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, yang memaparkan secara komprehensif strategi, target, dan capaian bidang perkebunan serta peternakan selama empat tahun ke depan.

Dalam paparannya, Suparmi menegaskan bahwa pembangunan peternakan tidak berdiri sendiri, tetapi harus ditopang oleh komoditas pendukung, salah satunya kelapa.

“Kalsel ini ditunjukkan karena kebutuhan kita bukan hanya protein hewani, tetapi juga pendukungnya, yaitu kelapa,” ujar Suparmi.

Tahun 2025 menjadi masa persiapan pengembangan kelapa, termasuk peninjauan lapangan dan penerimaan CP/CR dari kabupaten yang memiliki potensi besar, khususnya untuk varietas kelapa genjah entok—jenis kelapa pendek dengan produktivitas tinggi yang cocok untuk wilayah Kalsel.

Kabupaten Barito Kuala ditetapkan sebagai lokus utama dengan alokasi pengembangan seluas 3.000 hektare untuk periode 2026–2029.

“Kenapa 3.000 hektare, Karena itu luas minimal yang layak untuk dibangun satu pabrik hilirisasi kelapa,” jelasnya.

Disbunnak bersama Komisi II DPRD Kalsel telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Barito Kuala dan Tapin, termasuk penunjukan calon lokasi pabrik industri kelapa.

Suparmi menekankan bahwa hilirisasi kelapa diarahkan untuk pasar ekspor. Tidak hanya mengekspor kopra, tetapi kini fokus pada coconut milk yang sedang digemari dunia. Sekarang banyak kafe yang sudah beralih dari susu sapi ke coconut milk sebagai campuran minuman,” ungkapnya.

Target ekspor coconut milk dinilai sejalan dengan tren global yang terus meningkat, sehingga membuka peluang besar bagi pekebun dan industri kelapa di Kalsel.

Selanjutnya, Program unggulan Bangsibun Bekaret tetap menjadi prioritas karena karet merupakan komoditas terbesar kedua setelah sawit di Kalsel. Program ini sebelumnya mengantarkan Kalsel meraih Juara 3 Nasional.

“Harga karet sekarang bagus. Stimulus yang kami berikan selama tiga tahun berturut-turut membuat harga kembali naik,” tutur Suparmi.

Dengan harga yang kondusif, pekebun kini mampu memenuhi kebutuhan sarana produksi secara mandiri. Disbunnak tetap memberikan pendampingan dan pembinaan melalui kemitraan strategis dengan GAPKI untuk sawit dan GAPKINDO Kalsel untuk karet.

Untuk komoditas kopi, Disbunnak tetap melanjutkan pembangunan sektor hilir melalui penguatan penangkar benih lokal. Hasil pendampingan Disbunnak telah mengantarkan salah satu pemipit kopi di Kabupaten Tanah Laut memperoleh Izin Usaha Benih (IUB) resmi.

Pendampingan dilakukan bersama JPN, SUPD, serta perangkat teknis terkait untuk memastikan mutu benih kopi terstandar. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Zero Waste hingga Porang Reborn, DPKP Kalsel Kuatkan Pangan Lewat 7 Program

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Tanaman Pangan menetapkan tujuh program prioritas untuk tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di sektor pertanian.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Rahmawati, menyampaikan bahwa deretan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel untuk lima tahun mendatang.

“Di tahun 2026 kita memiliki program-program prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi kreatif. Ini merupakan janji gubernur dan wakil gubernur kita yang akan terus berjalan hingga 2030,” ujar Rahmawati, Jumat (12/12/2025).

Adapun Tujuh Program Prioritas Bidang Tanaman Pangan Tahun 2026 yaitu pertama Penerapan Konsep Zero Waste dalam Budidaya Padi Berkelanjutan

Program ini menitikberatkan pada upaya mewujudkan pertanian hijau melalui pemanfaatan hasil samping padi tanpa limbah, sehingga menciptakan nilai tambah bagi petani.

Kedua Porang Reborn, Peningkatan Kapasitas Petani Porang Bernilai Tinggi. DPKP Kalsel kembali menghidupkan geliat budidaya porang setelah harga komoditas ini kembali stabil di kisaran Rp10–11 ribu per kilogram.

“Porang sempat anjlok, tapi sekarang bangkit lagi. Apalagi sudah ada pabrik pengolahan porang di Batibati milik investor Cina, sehingga petani tidak perlu jauh menjual hasil panennya,” jelas Rahmawati.

Ketiga Rising Rice: Pengembangan Beras Khusus Bernilai Tinggi Program ini menargetkan pengembangan budidaya hingga hilirisasi beras khusus sebagai ikon pangan lokal berdaya saing tinggi.

Keempat Analog Rice Revolution: Membangkitkan Ubi Kayu sebagai Beras Sehat Berbasis Inovasi Lokal. Melalui program ini, ubi kayu tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga diolah menjadi beras analog yang diminati masyarakat terutama kalangan yang membutuhkan alternatif beras sehat.

“Ini sudah berjalan. Antusias masyarakat, terutama pelaku diet dan pecinta pangan sehat, sangat baik,” ujarnya.

Kelima Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat DPKP Kalsel memberikan sertifikasi lahan secara gratis untuk meningkatkan legalitas, kualitas produksi, dan nilai jual komoditas.

“Jika lahan porang bersertifikat, nilai jual panennya otomatis lebih tinggi. Sertifikasi ini gratis,” tambah Rahmawati.

Keenam Petani Organik Naik Kelas. Program sertifikasi gratis untuk produk pertanian organik guna meningkatkan daya saing dan nilai jual di pasar. Ketujuh Padi Apung Tumbuh, Benih Unggul Terwujud. Mengembangkan inovasi padi apung dari produksi gabah menjadi produksi benih sumber yang ditanam di lahan rawa.

“Sekarang padi apung tidak hanya untuk konsumsi, tapi untuk menghasilkan benih unggul. Ke depan, kita juga akan mengembangkan beras khusus berbasis padi apung, termasuk beras organik bernilai tinggi,” kata Rahmawati.

Ketujuh program tersebut menjadi fondasi arah pembangunan sektor pangan Kalsel hingga tahun 2030.

DPKP Kalsel menargetkan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, dan perluasan peluang ekonomi kreatif di sektor pertanian.

“Semoga program ini berjalan optimal hingga 2030 dan mampu menjawab tantangan pangan ke depan,” tutup Rahmawati. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Rapat Evaluasi SIA SPBE, Diskominfo Kalsel Genjot Pemenuhan Data 2026

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Selatan menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Sistem Informasi Arsitektur (SIA) Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkup Pemprov Kalsel. Rapat ini untuk memastikan agar SKPD di lingkup Pemprov Kalsel dapat melakukan pemenuhan data dukung penyelenggaraan SIA SPBE di tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, dan sejumlah pejabat Diskominfo Provinsi Kalsel.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, bahwa rapat ini sebagai bentuk komitmen pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan SPBE di lingkungan Pemprov Kalsel.

“Lewat rapat ini kita bersama SKPD terkait ingin memetakan data apa saja yang belum terpenuhi, sehingga kita bisa menyusun strategi pemenuhan data tersebut secara optimal,” kata Muslim, Banjarbaru, Jum’at (12/12/2025).

Ia menekankan, pemenuhan data ini memiliki dampak yang besar terhadap perbaikan dan peningkatan SPBE Kalsel semakin lebih baik.

“Kita juga akan minta dukungan pimpinan agar mengimbau seluruh SKPD lebih pro aktif terhadap pemenuhan data SIA SPBE ini. Jika nanti, ada yang masih belum bisa memenuhi, kita akan evaluasi dan mencari solusinya bersama,” jelasnya.

Dia berharap penyelenggaraan SIA SPBE lingkup Pemprov Kalsel di tahun 2026 mendatang lebih optimal.

“Pemenuhan data-data ini menjadi kewajiban kita bersama karena akan berdampak pada sistem akuntabiltas pemerintah dan indeks yang akan diterima oleh Pemprov Kalsel,” tukasnya. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

379 Taekwondoin Ramaikan Wali Kota Cup 2025 di Banjarmasin

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Cup 2025 resmi bergulir dan berlangsung meriah di Borneo Indoor Futsal pada 12–14 Desember 2025. Ajang bergengsi ini menjadi salah satu kompetisi terbesar taekwondo di Kalimantan Selatan, dengan total 379 atlet dari 12 kabupaten/kota turut ambil bagian.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin, bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil.

Dalam keterangannya, Ibnu Sabil menyampaikan bahwa antusiasme atlet tahun ini meningkat signifikan, tidak hanya dari Banjarmasin, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya di Kalsel.

“Untuk kategori prestasi terdapat 220 atlet, sementara kategori festival diikuti 159 atlet. Totalnya 379 peserta dari 12 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Alhamdulillah pesertanya sangat banyak, bukan hanya atlet dari kota, tetapi juga dari berbagai kabupaten yang berpartisipasi,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Ibnu Sabil menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan seperti ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam pembinaan olahraga usia dini.

“Harapan kita, kejuaraan-kejuaraan ini menjadi kegiatan rutin. Ini menunjukkan bahwa pemerintah kota benar-benar serius dalam pengaderan, pembibitan, dan penyelenggaraan kegiatan olahraga, salah satunya taekwondo,” ucapnya.

Sementara itu, Technical Delegate Taekwondo Indonesia (TI) Kalsel, Anjar Normatasari mewakili Ketua TI Kalsel, Prigerhani Agustina menjelaskan bahwa kejuaraan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Banjarmasin. Meski sempat tertunda karena kesibukan akademik para peserta, event akhirnya dapat dilaksanakan pada Desember.

“Awalnya hampir tidak jadi digelar karena banyak peserta ulangan sekolah dan ada yang mengikuti seleksi masuk PTN. Namun Wali Kota sangat berharap event ini tetap dilaksanakan. Bahkan jika berjalan sukses, tahun depan event direncanakan dibuka untuk seluruh Kalimantan,” jelasnya.

Anjar juga menuturkan bahwa kejuaraan ini sebenarnya diperuntukkan bagi seluruh kabupaten/kota, namun terbatas oleh kuota karena seluruh biaya pendaftaran digratiskan.

“Event ini gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun. Semua didukung oleh Dispora Kota Banjarmasin dan sponsor, termasuk dukungan besar dari Wali Kota. Hanya Kotabaru yang tidak ikut tahun ini,” ujarnya.

Untuk nomor pertandingan, panitia mempertandingkan dua kategori utama, yakni poomsae dan kyorugi.

“Poomsae meliputi kategori festival, kadet, dan prestasi junior. Sementara kyorugi meliputi festival anak-anak, kadet, hingga junior prestasi. Panitia juga menyediakan hadiah untuk juara umum festival dan prestasi,” tambahnya.

Ia berharap kejuaraan ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet baru yang mampu bersinar di level lebih tinggi.

“Karena pesertanya banyak dari usia 9 tahun hingga junior, kami berharap lahir generasi-generasi baru yang nantinya menjadi atlet senior berprestasi. Apalagi mulai 2026, kejuaraan poomsae diprediksi semakin sering dipertandingkan setelah Indonesia meraih emas pertama di nomor tersebut. Ini momentum besar untuk menumbuhkan lebih banyak taekwondoin muda,” pungkas Anjar. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

BPKAD Minta SKPD Segera Laporkan PJLP Lulus PPPK untuk Penyesuaian Gaji

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sedang melakukan penyesuaian pemutakhiran data terkait kodefikasi bagi Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang lulus menjadi PPPK paruh waktu. Hal ini disampaikan Kepala BPKAD Provinsi Kalsel, Fathan, melalui Kepala Bidang Anggaran Adya Ferina.

Adya menjelaskan, BPKAD telah meminta masing-masing SKPD untuk menyampaikan rekapitulasi PJLP yang lulus PPPK paruh waktu, sekaligus melakukan penyesuaian kode rekening sesuai kodefikasi, klasifikasi, dan nomenklatur baru dari status PJLP menjadi PPPK paruh waktu. Langkah ini menjadi dasar dalam proses penganggaran dan penyiapan skema penggajian ke depan.

“Terkait penggajian PPPK paruh waktu, dasarnya adalah keputusan KemenPAN-RB. Disebutkan bahwa terdapat dua alternatif gaji, yaitu menggunakan gaji yang diterima saat ini atau berdasarkan UMP (Upah Minimum Provinsi) yang berlaku di daerah,” kata Adya, Banjarbaru, Kamis (11/12/2025).

Sementara itu Kepala Sub Bidang Perencanaan Anggaran II, Ahmad Haitami Anshari, mengatakan hingga kini BPKAD masih menunggu arahan pimpinan terkait kemungkinan pemberian tunjangan bagi PPPK paruh waktu. Untuk sementara, penganggaran yang disiapkan hanya mencakup komponen gaji pokok.

“Saat ini yang kita anggarkan baru gaji. Untuk komponen lain seperti tunjangan, kita menunggu kebijakan lebih lanjut dari pimpinan,” kata Haitami.

Meski status berubah, hak-hak pekerja seperti jaminan kesehatan maupun jaminan kerja tetap dipastikan melekat sesuai ketentuan.

“Hak dan kewajiban seperti BPJS tetap ada. Itu sudah dianggarkan dan mengikuti regulasi bagi penerima gaji pemerintah,” tambah Haitami.

Terkait kekhawatiran mengenai potensi keterlambatan pembayaran gaji, dirinya menegaskan bahwa hal tersebut bergantung pada kecepatan SKPD dalam mengajukan permohonan pembayaran. BPKAD akan memproses pengamprahan apabila seluruh berkas telah lengkap.

“Mekanisme pembayaran gaji diserahkan ke masing-masing SKPD. Kami di BPKAD memproses setelah usulan lengkap. Selama dokumen dan pagu tersedia, pembayarannya akan tepat waktu,” pungkasnya. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Pemprov Kalsel Salurkan Rp1,5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan keprihatinan dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebagai bentuk kepedulian, Pemprov Kalsel menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp1,5 miliar.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin, yang menegaskan bahwa bantuan berasal dari APBD melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Insya Allah kita ikut berpartisipasi dalam meringankan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana tanah longsor dan lainnya. Sudah kita siapkan dananya dari BTT, sebesar Rp1,5 miliar,” kata Syarifuddin, Banjarmasin, Kamis (11/12/2025).

Menurut Sekdaprov, bantuan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1.4/9595/SJ tentang Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Penanganan Masyarakat Terdampak Bencana Alam.

Pada poin 4 surat edaran tersebut, Mendagri meminta Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di seluruh Indonesia untuk memberikan bantuan keuangan sesuai kemampuan APBD masing-masing. Bantuan tersebut kemudian diarahkan melalui pemerintah provinsi terkait untuk penanganan masyarakat yang terdampak bencana, dengan tetap memedomani ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kondisi darurat ini perlu respon cepat. Karena itu, kita ikut membantu sesuai kemampuan keuangan daerah. Tidak ada co-financing, semuanya murni dari BTT APBD Kalsel,” ucap Syarifuddin.

Bantuan keuangan dari Pemprov Kalsel ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di provinsi-provinsi terdampak bencana di Pulau Sumatera. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Populer