Banjarmasin
Pemkot Banjarmasin Perketat Pengelolaan Sampah di Pasar Wadai
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com– Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang tertib dan terpilah di kawasan Pasar Wadai Ramadhan 1447 H/2026 M yang berlokasi di Jalan Sudirman, kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin. Kamis (5/3/2026).
Penegasan tersebut disampaikan Yamin sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait pengelolaan sampah di festival kuliner Ramadhan yang dinilai belum berjalan optimal. Menurutnya, persoalan sampah juga menjadi keluhan sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.
Ia meminta dinas terkait segera menyikapi persoalan tersebut dengan melakukan koordinasi bersama pihak penyelenggara dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata agar penataan kawasan pasar serta pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih maksimal.
Pasar Wadai merupakan agenda tahunan yang selalu ramai dikunjungi masyarakat selama bulan Ramadhan. Aktivitas pedagang dan pengunjung yang tinggi di lokasi tersebut turut berdampak pada meningkatnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
Yamin menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh hanya berhenti pada proses pengangkutan dan pembuangan ke tempat lain. Menurutnya, pengelolaan harus dimulai sejak dari sumber dengan melakukan pemilahan antara sampah organik dan nonorganik agar dapat diolah secara lebih baik.
Ia juga menegaskan bahwa pedagang yang berjualan di Pasar Wadai difasilitasi oleh pemerintah tanpa dipungut biaya sewa tenant. Meski demikian, aspek kebersihan dan pengelolaan sampah tetap harus diperhatikan oleh seluruh pihak yang terlibat.
“Tenant di Pasar Wadai ini gratis, tidak dipungut biaya. Tetapi pengelolaan kebersihan dan sampahnya harus tetap diperhatikan,” kata Yamin.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan sampah di kawasan tersebut dengan menyiapkan sejumlah tempat sampah serta menurunkan petugas kebersihan di lokasi.
Ia juga mengimbau para pedagang dan pengunjung Pasar Wadai agar turut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Pihaknya terus berkoordinasi dengan penyelenggara dan instansi terkait untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai arahan wali kota.
Di sisi lain, persoalan sampah di Pasar Wadai juga mendapat perhatian dari DPRD Kota Banjarmasin. Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin M. Ridho Akbar menyatakan pihaknya akan mengawasi pengelolaan sampah di kawasan tersebut agar dapat ditangani secara lebih baik.
Menurutnya, persoalan tersebut bahkan telah dibahas dalam rapat komisi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin guna mencari solusi agar pengelolaan sampah di Pasar Wadai dapat dilakukan secara optimal. (adv/kb).
Banjarmasin
Pemkot Banjarmasin Alokasikan Rp883 Juta untuk 33 Panti Asuhan
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memberikan bantuan untuk mendukung ketahanan kebutuhan dasar bagi 33 panti asuhan yang berada di kota tersebut pada 2026. Senin (9/3/2026).
Bantuan tersebut disalurkan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) guna memastikan kebutuhan dasar anak-anak yang tinggal di panti asuhan tetap terpenuhi, terutama terkait kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Pemerintah kota menegaskan komitmen untuk tetap memberikan perhatian kepada anak-anak panti asuhan melalui program bantuan yang disalurkan secara terencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pengelola panti dalam memenuhi kebutuhan dasar para anak asuh.
Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pihak panti asuhan. Skema penyaluran ini dipilih agar bantuan dapat digunakan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan operasional panti.
Selain memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi anak-anak panti, pemerintah kota juga melakukan verifikasi data terhadap lembaga penerima bantuan guna memastikan bantuan disalurkan kepada panti yang benar-benar membutuhkan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial bagi anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga kesejahteraan sosial. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk terus mendukung keberlangsungan operasional panti asuhan di Banjarmasin.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap bantuan tersebut dapat membantu menjaga kesejahteraan anak-anak panti serta memastikan mereka tetap mendapatkan kebutuhan dasar yang layak dalam kehidupan sehari-hari. (adv/kb).
Banjarmasin
Pemprov Kalsel Bahas Strategi Kendalikan Inflasi Bersama Lembaga Keuangan
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat menyikapi tingginya inflasi daerah yang saat ini menempati peringkat ketiga secara nasional. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memimpin langsung pertemuan bersama sejumlah lembaga terkait di kediamannya di Banjarmasin, Minggu malam (8/3/2026).
Pertemuan tersebut digelar untuk membahas langkah-langkah pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait upaya pengendalian inflasi daerah.
Hadir dalam pertemuan itu perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data BPS, inflasi Kalimantan Selatan pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,86 persen secara bulanan (month to month/MtM), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada pada angka 0,68 persen.
Sementara secara tahunan (year on year/YoY), inflasi Kalimantan Selatan mencapai 5,97 persen, juga lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 4,76 persen.
Kepala BPS Kalimantan Selatan Mukhamad Mukhanif menjelaskan, beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi di daerah ini antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, daging ayam ras, serta sigaret kretek mesin.
Gubernur H. Muhidin mengatakan, tingginya inflasi di Kalimantan Selatan terutama dipengaruhi oleh komponen listrik dan emas.
“Penyumbang inflasi paling tinggi pertama listrik, kedua emas, dan selebihnya komoditas lain. Untuk listrik secara nasional sebenarnya hampir sama karena tahun lalu ada program diskon listrik 50 persen, sehingga dalam perbandingan tahunan terlihat meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, komoditas emas juga menjadi perhatian karena tingginya minat masyarakat Kalimantan Selatan terhadap emas perhiasan.
“Di Kalsel ini daya beli masyarakat terhadap emas perhiasan cukup tinggi, bahkan inflasinya lebih tinggi dibandingkan nasional,” katanya.
Muhidin mengimbau masyarakat agar lebih mempertimbangkan jenis investasi emas yang dipilih.
“Kami mengimbau masyarakat jika ingin berinvestasi emas sebaiknya memilih emas batangan, bukan perhiasan, karena lebih aman sebagai investasi dan nilainya lebih stabil,” ujarnya.
BPS juga mencatat harga emas perhiasan dalam setahun terakhir mengalami kenaikan hingga 78,99 persen sehingga memberikan kontribusi besar terhadap inflasi di daerah.
Muhidin menjelaskan, jika tanpa adanya diskon listrik pada Februari 2025 serta tanpa perubahan harga emas, maka inflasi tahunan di Kalimantan Selatan diperkirakan hanya sekitar 1,87 persen.
Di sisi lain, kontribusi inflasi dari sektor pangan dinilai relatif kecil. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri dalam kondisi cukup.
“Untuk pangan relatif rendah. Stok bahan pokok di Kalsel juga cukup menjelang lebaran sehingga diharapkan harga tetap stabil,” kata Muhidin.
Ia juga menilai tingginya minat masyarakat membeli emas berkaitan dengan kondisi ekonomi daerah yang cukup baik.
“Perekonomian Kalsel cukup bagus dan berada di atas nasional, sehingga daya beli masyarakat meningkat, termasuk dalam membeli emas,” ujarnya. (adv/kb)
Banjarmasin
Banjarmasin atur pengelolaan air limbah domestik di perumahan
Banjarmasin
Yamin Apresiasi Sarasehan Kepemimpinan Muda Lintas Iman
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mengapresiasi pelaksanaan sarasehan kepemimpinan muda lintas iman yang diselenggarakan Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan di Gereja Katolik Hati Yesus Yang Maha Kudus, Banjarmasin, Sabtu (7/3/2026).
Yamin menilai kegiatan yang mengusung tema “Kepemimpinan muda yang visioner, inklusif dan berdampak bagi bangsa” tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat kebersamaan di kalangan generasi muda dari berbagai latar belakang agama di Kota Banjarmasin.
Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan pemuda lintas iman dapat menjadi sarana membangun karakter kepemimpinan yang terbuka serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat membangun kepemimpinan yang kuat sekaligus melahirkan jejaring lintas iman yang solid. Hal ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Yamin.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut pada bulan suci Ramadhan juga memberikan makna tersendiri karena menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat toleransi antarumat beragama. Pemerintah Kota Banjarmasin, kata dia, mendukung berbagai kegiatan yang mendorong kolaborasi serta menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Sarasehan tersebut turut dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri berbagai pihak, di antaranya Direktur LK3 Banjarmasin, perwakilan Kementerian Agama Kota Banjarmasin, Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin, Majelis Pendidikan Katolik, para kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta narasumber yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda mampu membangun jejaring kerja sama lintas iman yang kuat serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. (adv/kb).
Banjarmasin
Perkuat Sinergi Pembangunan, IKA Unair Kalsel Jalin Kerja Sama Strategis
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik kerja sama yang dijalin antara Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Wilayah Kalimantan Selatan dengan Bank Kalsel dan Amanah Group.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Miftahul Chair pada acara penandatanganan kerja sama yang dirangkai dengan buka puasa bersama IKA Unair Wilayah Kalsel di Aula Sasangga Banua, Banjarmasin, Jumat (6/3/2026) sore.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi berharap kerja sama tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu diwujudkan dalam langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini benar-benar menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi, menghadirkan inovasi, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, jaringan intelektual dan profesional yang dimiliki para alumni perguruan tinggi merupakan potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka ruang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor.
Ia menyebut kerja sama tersebut berpotensi memperkuat sinergi di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan. Bahkan, Pemprov Kalsel juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan IKA Unair Wilayah Kalsel.
Momentum Ramadan, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua IKA Unair Wilayah Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut selain menjadi ajang silaturahmi juga menjadi langkah memperkuat komitmen alumni dalam berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kegiatan ini menjadi penguat komitmen alumni Universitas Airlangga di Banua melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Bank Kalsel dan Amanah Group,” ujarnya.
Acara juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta tausiah oleh Mujiburrahman. Dalam kesempatan tersebut, IKA Unair Wilayah Kalsel turut menyerahkan tali asih kepada pengurus serta anak-anak dari Panti Asuhan Harapan Ibu sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. (adv/kb).
Banjarmasin
Kelurahan Pelambuan Bagi Takjil Gratis, Berkah Ramadhan
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Lurah Pelambuan beserta isteri dan staf serta TP PKK kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin mengadakan kegiatan sosial berbagi takjil pada Kamis (05/03/26).
Kegiatan yang digelar di depan Kantor Kelurahan ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, warga sekitar, serta masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Lurah Pelambuan Junaidi menerangkan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan pemerintah kelurahan terhadap masyarakat.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial serta memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Junaidi.
Pembagian takjil berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai membantu mereka yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
“Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah kelurahan Pelambuan dalam membangun solidaritas dan kedekatan serta kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” tambah Junaidi.
Lurah Junaidi berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan dan dapat berlanjut di masa depan.
“Dengan adanya kegiatan pembagian takjil ini, semoga dapat membawa keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat kelurahan Pelambuan dan sekitarnya,” Harap Junaidi. (Rachamd).
Banjarmasin
Lurah Pelambuan Kunjungi Stand UP2K TP PKK di Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Lurah Pelambuan Junaidi, S.Hut bersama Ketua TP PKK dan staf Kelurahan Pelambuan mengunjungi stand UP2K TP PKK Kecamatan Banjarmasin Barat pada Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H di kawasan Taman Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Rabu (4/3/2026).
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) merupakan kegiatan ekonomi yang dijalankan keluarga, baik secara perorangan maupun kelompok, dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
UP2K adalah salah satu program Tim Penggerak PKK yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga. Program ini memfasilitasi pelaku usaha kecil dan menengah melalui bantuan permodalan, pelatihan keterampilan, serta pengelolaan kelompok usaha guna menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berinteraksi langsung dengan para penjaga stand yang secara bergiliran berasal dari berbagai kelurahan. Mereka menjajakan beragam menu berbuka puasa hasil olahan dari program UP2K TP PKK.
Selain menyapa, berdialog, dan bersilaturahmi dengan para pelaku usaha, rombongan juga membeli sejumlah produk yang dijual sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal yang berpartisipasi dalam Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Festival Pasar Wadai Ramadan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendorong geliat usaha kecil dan menengah selama bulan Ramadan. (Rachmad).
Banjarmasin
Pemkot Banjarmasin Berjuang Bangun 33 TPS-3R untuk Adipura
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus berupaya mewujudkan sebanyak 33 Tempat Pengolahan Sampah dengan sistem Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) sebagai salah satu syarat untuk meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Kamis (5/3/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love di Banjarmasin, Kamis, mengatakan syarat untuk meraih Adipura saat ini semakin berat, salah satunya kewajiban memiliki TPS-3R minimal 33 titik.
Menurut dia, pemenuhan syarat tersebut menjadi tantangan besar bagi Kota Banjarmasin karena keterbatasan lahan yang memenuhi standar pembangunan TPS-3R. Selain itu, masih diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat agar dapat hidup berdampingan dengan fasilitas pengolahan sampah tersebut.
“Memang sangat berat ini, tapi kita akan tetap berjuang,” ujar Alive.
Selain pembangunan TPS-3R, pemerintah kota juga berupaya memaksimalkan peran bank sampah di lingkungan masyarakat sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).
Upaya penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin sejauh ini baru memperoleh nilai 42 poin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kota tersebut masih membutuhkan tambahan sekitar 20 poin lagi untuk mencapai nilai minimal 62 poin agar dapat masuk sebagai kandidat peraih Adipura.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar meminta pemerintah kota lebih serius dalam mengelola sampah. Ia menyebut Banjarmasin saat ini masih berada dalam kategori kota pembinaan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Ridho berharap upaya perbaikan pengelolaan sampah dapat ditingkatkan sehingga pada penilaian berikutnya Kota Banjarmasin mampu mencapai nilai yang dipersyaratkan untuk meraih penghargaan Adipura.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini tidak ada satu pun kota di Indonesia yang meraih penghargaan Adipura karena standar penilaian yang ditetapkan pemerintah pusat semakin diperketat.
Karena itu, berbagai upaya perbaikan pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah di Kota Banjarmasin terus dilakukan agar kota tersebut layak memperoleh penghargaan Adipura pada masa mendatang. (adv/kb).
Banjarmasin
Pemprov Kalsel Perkuat Ketahanan Keluarga
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menilai berbagai program prioritas pembangunan keluarga saat ini telah memberikan kerangka yang jelas dalam memperkuat ketahanan keluarga di daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. M. Muslim pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (5/3/2026).
Beberapa program prioritas yang menjadi fokus di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta penguatan peran lanjut usia dalam keluarga.
Rakorda tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan Forkopimda Kalimantan Selatan, TP PKK Provinsi Kalsel, instansi vertikal, SKPD lingkup Pemprov Kalsel, mitra kerja strategis, DPRD kabupaten/kota se-Kalsel, serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakorda yang dinilai menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana.
“Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mengevaluasi dan merumuskan program yang taktis serta strategis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berfokus pada keluarga,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan demografi ke depan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia pada 2045 diperkirakan mencapai sekitar 65,82 juta jiwa, yang menandakan Indonesia mulai memasuki fase penuaan penduduk.
Karena itu, transformasi kebijakan yang dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dinilai menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan keluarga.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah peningkatan kualitas gizi keluarga melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, terutama pada fase 1.000 hari pertama kehidupan.
Meski dalam lima tahun terakhir penanganan stunting menunjukkan progres yang baik, Gubernur berharap melalui Rakorda ini dapat lahir berbagai program dan rencana aksi baru untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kalimantan Selatan.
“Melalui rakor ini diharapkan muncul berbagai langkah kolaboratif dalam menurunkan angka stunting di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” harapnya.
Usai pembukaan kegiatan, Gubernur melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat turut menyaksikan penyerahan sejumlah bantuan dari para pemangku kepentingan serta pemberian Genting Award 2025 dan penghargaan lainnya terkait Program Bangga Kencana.
Selain itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Tahun 2026 antara Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Farah Adibah dengan 13 kepala SKPD kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan yang membidangi kependudukan dan pembangunan keluarga. (adv/kb).
-
Nasional3 tahun agoSambut Tahun Baru 2023, IOH Region Kalisumapa Siapkan Command Center
-
Nasional6 bulan agoAkhmad Munir Terpilih Ketua Umum PWI Pusat, Tiga Formatur Disepakati
-
Kalteng2 tahun agoPj Bupati Murung Raya Buka Forum Komunikasi Implementasi Pencapaian UHC
-
Nasional3 tahun agoEvaluasi Harga Berkala, Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax dan Dex Series Per 3 Januari
-
Kalsel7 bulan agoBupati H Fani Ingin Wujudkan Tabalong Religius
-
Kalteng6 bulan agoBupati Heriyus Kunker ke PT Adaro Minerals, Dorong Sinergi Perusahaan dan Pemda untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau7 bulan agoKoperasi Merah Putih Dianggap Strategis Bangun Ekonomi Lokal
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau7 bulan agoFraksi DPRD Pulpis Sepakat Bahas Revisi Perda OPD
-
Nasional3 tahun agoRekomendasi 5 HP Vivo Dual Kamera Harga Murah Januari 202
-
Kalsel7 bulan agoTabalong Wujudkan Program Satu Desa Satu Pendakwah
