Kalsel
Hadapi Demo BEM se-Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tegaskan Komitmen Perbaikan Pendidikan di Banua
BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyerap aspirasi mahasiswa dalam aksi demonya oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan di Kantor Gubernur Kalsel, pada Jum’at (2/5/2025) siang.
Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk dan berjalan menuju halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru. Jajaran personil kepolisian dan Satpol-PP berbaris, Gubernur H. Muhidin turun tangga dan langsung berbaur dengan sejumlah mahasiswa yang bersorak “Hidup mahasiswa”.
Turut didampingi sejumlah pejabat SKPD Kalsel, Gubernur H. Muhidin bersama Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X. Febry Aceng Loda menemui mahasiswa, kemudian menyimak setiap tuntutan aksi demo tersebut.
Diawali dengan atraksi teatrikal puisi, seorang mahasiswa berwajah kucel dan berpakaian compang camping itu mengekspresikan diri dalam menyimbolkan tentang peristiwa pendidikan di Banua. Menyaksikan itu, Gubernur H. Muhidin tersenyum dalam menyerap aksi mahasiswa tersebut.
“Hari ini aksi demo mahasiswa menuntut ada lima poin yaitu evaluasi tata kelola sistem pendidikan khususnya 3T. Alhamdulillah, kita tanyakan tadi cuma 2 sekolah saja yang tertinggal dan kita akan terus memantau itu,” sampai Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Pendidikan yang tertinggal adalah SMA Paringin, Balangan dan SMA Sapala, Paminggir, HSU. Kemudian, Gubernur H. Muhidin menyebut poin kedua adalah kesejahteraan tenaga pendidik.
Saat ini, Gubernur H. Muhidin telah mendorong PPPK bagi para guru-guru di Kalsel sebanyak SMK (860), SMA (1030) dan SLB (251), bahkan tunjangan untuk para guru pun dinaikkan agar menambah gajih tersebut.
“Ketiga mengenai ketimpangan infrastruktur pendidikan di Kalsel. Memang rencananya kita memperhatikan itu, jika ada laporan dari adek-adek mahasiswa pun dipersilahkan beritahu kami dan bahkan, jika ada perbaikan WC pun kita bantu,” tegas H. Muhidin.
Hal itu, menurut H. Muhidin menyebut wewenang yang masih tanggungjawab dari Pemprov Kalsel seperti sekolah-sekolah negeri. Pihaknya akan terus memperhatikan perkembangan pendidikan agar terus maju.
Keempat, Gubernur H. Muhidin menerangkan terkait evaluasi program makan gratis menjadi wewenang pusat. Sehingga uang 300 Milyar dari APBD Kalsel, pihaknya dapat memanfaatkan untuk keberlangsungan sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi di Banua.
Anggaran pendidikan sekitar 2 Triliun itu akhirnya bertambah, menurut Gubernur H. Muhidin bersyukur karena kebijakan itu tidak dibebankan ke pemerintah daerah. Alokasi dana pendidikan ini, pihaknya akan fokus kepada sekolah-sekolah yang kurang mampu dalam meningkatkan sarana prasarana.
“Terpenting adalah akreditasi ULM sekarang adalah unggul. Sebelumnya hampir akreditasi C, jika ada kesalahan dari dosen maka harusnya ke personalnya bukan ke perguruan tinggi. Hal itu kita perjuangkan ke pusat kemarin,” pungkasnya.
Sementara itu, Ahmad Ryan Tryantama selaku perwakilan BEM se-Kalimantan Selatan maju melakukan orasi di depan Gubernur H. Muhidin. Dia mengutarakan bahwa pendidikan di tanah air masih terkebelakang karena kebijakan yang tidak memperhatikan masyarakat ke bawah, sehingga masih banyak yang sulit bersekolah dan para guru-guru belum sejahtera.
“Hari ini kita sama-sama memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025. Walau pendidikan di Indonesia kita masih terbelakang ketimbang negara-negara lain,” ungkap Presiden Mahasiswa UMB, Ahmad Ryan Tryantama menggunakan toa.
Di Kalsel, Ryan mengatakan bahwa pendidikan harus diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang selama ini kesejahteraan para guru, anak-anak yang belum sekolah hingga kebijakan yang menindas rakyat biasa.
Menurut Ryan, pendidikan di Kalsel juga terdampak dari kebijakan pusat yang mempengaruhi kemajuan sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. Bahkan, menurutnya kebijakan pemerintah sekarang terlalu berfokus pada efesiensi, bukan solusi terhadap masyarakat bawah.
“Hari ini kita berdiri bukan untuk memuji, tetapi untuk mengkritik kebijakan yang tidak pro terhadap guru dan masyarakat miskin. Banyak warga miskin yang tidak bisa sekolah, kawan-kawan,” teriak Ryan.
Dengan begitu, Ryan bersama rekan mahasiswa menuntut kebijakan yang mestinya berpihak kepada masyarakat Indonesia, khususnya Kalsel. Sehingga, dia berharap dengan adanya demo dan bertemu langsung dengan Gubernur Kalsel, H. Muhidin maka memperhatikan dunia pendidikan ke depan.
Diakhir, Gubernur H. Muhidin menandatangani surat perjanjian dan tuntutan mahasiswa BEM se-Kalimantan Selatan yang berakhir disepakati dalam mensejahterakan dan meningkatkan dunia pendidikan di Banua. (adv/kmf/kb).
Banjarmasin
Kelurahan Pelambuan Bagi Takjil Gratis, Berkah Ramadhan
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Lurah Pelambuan beserta isteri dan staf serta TP PKK kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin mengadakan kegiatan sosial berbagi takjil pada Kamis (05/03/26).
Kegiatan yang digelar di depan Kantor Kelurahan ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, warga sekitar, serta masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Lurah Pelambuan Junaidi menerangkan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan pemerintah kelurahan terhadap masyarakat.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial serta memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Junaidi.
Pembagian takjil berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai membantu mereka yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
“Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah kelurahan Pelambuan dalam membangun solidaritas dan kedekatan serta kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” tambah Junaidi.
Lurah Junaidi berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan dan dapat berlanjut di masa depan.
“Dengan adanya kegiatan pembagian takjil ini, semoga dapat membawa keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat kelurahan Pelambuan dan sekitarnya,” Harap Junaidi. (Rachamd).
Banjarmasin
Lurah Pelambuan Kunjungi Stand UP2K TP PKK di Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Lurah Pelambuan Junaidi, S.Hut bersama Ketua TP PKK dan staf Kelurahan Pelambuan mengunjungi stand UP2K TP PKK Kecamatan Banjarmasin Barat pada Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H di kawasan Taman Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Rabu (4/3/2026).
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) merupakan kegiatan ekonomi yang dijalankan keluarga, baik secara perorangan maupun kelompok, dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
UP2K adalah salah satu program Tim Penggerak PKK yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga. Program ini memfasilitasi pelaku usaha kecil dan menengah melalui bantuan permodalan, pelatihan keterampilan, serta pengelolaan kelompok usaha guna menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berinteraksi langsung dengan para penjaga stand yang secara bergiliran berasal dari berbagai kelurahan. Mereka menjajakan beragam menu berbuka puasa hasil olahan dari program UP2K TP PKK.
Selain menyapa, berdialog, dan bersilaturahmi dengan para pelaku usaha, rombongan juga membeli sejumlah produk yang dijual sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal yang berpartisipasi dalam Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Festival Pasar Wadai Ramadan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendorong geliat usaha kecil dan menengah selama bulan Ramadan. (Rachmad).
Kalsel
Wisata Bawah Jembatan Barito Resmi Dibuka
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meresmikan kawasan wisata bawah Jembatan Barito yang berada di wilayah Barito Kuala, Kamis sore (5/2/2026).
Peresmian dilakukan dengan prosesi pemotongan pita bersama Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi dan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Iwan Fitriady, yang sekaligus menandai dibukanya kawasan tersebut sebagai destinasi wisata baru bagi masyarakat.
Usai peresmian, Gubernur Muhidin meninjau area Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menjadi bagian dari kawasan wisata tersebut. Ia juga sempat naik ke lantai dua bangunan baru untuk menikmati panorama senja di sekitar Jembatan Barito.
Dalam keterangannya, Muhidin menyampaikan bahwa kawasan wisata tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas sekitar 1,5 hektare.
“Hari ini kita meresmikan bangunan RTH di bawah Jembatan Barito bersama Bupati Barito Kuala sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat setempat,” ujarnya.
Peresmian tersebut juga menandai penggunaan perdana fasilitas yang baru selesai dibangun. Pada kesempatan itu, Gubernur turut menandatangani prasasti sebagai simbol diresmikannya kawasan wisata tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan kawasan wisata tersebut, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat.
Kawasan wisata bawah Jembatan Barito menawarkan ruang publik terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas. Di lokasi tersebut tersedia fasilitas bermain anak di area ruang terbuka hijau, serta bangunan yang disiapkan untuk restoran.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
“Silakan masyarakat datang dan menikmati fasilitas yang telah disediakan,” ajak Muhidin.
Dengan hadirnya kawasan wisata ini, diharapkan mampu mendorong pengembangan pariwisata daerah sekaligus menjadi ruang rek.
reasi baru bagi masyarakat. (adv/kb).
Banjarmasin
Pemprov Kalsel Perkuat Ketahanan Keluarga
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menilai berbagai program prioritas pembangunan keluarga saat ini telah memberikan kerangka yang jelas dalam memperkuat ketahanan keluarga di daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. M. Muslim pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (5/3/2026).
Beberapa program prioritas yang menjadi fokus di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta penguatan peran lanjut usia dalam keluarga.
Rakorda tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan Forkopimda Kalimantan Selatan, TP PKK Provinsi Kalsel, instansi vertikal, SKPD lingkup Pemprov Kalsel, mitra kerja strategis, DPRD kabupaten/kota se-Kalsel, serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakorda yang dinilai menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana.
“Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mengevaluasi dan merumuskan program yang taktis serta strategis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berfokus pada keluarga,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan demografi ke depan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia pada 2045 diperkirakan mencapai sekitar 65,82 juta jiwa, yang menandakan Indonesia mulai memasuki fase penuaan penduduk.
Karena itu, transformasi kebijakan yang dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dinilai menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan keluarga.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah peningkatan kualitas gizi keluarga melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, terutama pada fase 1.000 hari pertama kehidupan.
Meski dalam lima tahun terakhir penanganan stunting menunjukkan progres yang baik, Gubernur berharap melalui Rakorda ini dapat lahir berbagai program dan rencana aksi baru untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kalimantan Selatan.
“Melalui rakor ini diharapkan muncul berbagai langkah kolaboratif dalam menurunkan angka stunting di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” harapnya.
Usai pembukaan kegiatan, Gubernur melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat turut menyaksikan penyerahan sejumlah bantuan dari para pemangku kepentingan serta pemberian Genting Award 2025 dan penghargaan lainnya terkait Program Bangga Kencana.
Selain itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Tahun 2026 antara Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Farah Adibah dengan 13 kepala SKPD kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan yang membidangi kependudukan dan pembangunan keluarga. (adv/kb).
Banjarmasin
Wagub Kalsel Tekankan Peran Dunia Usaha Saat Buka Puasa Bersama Amanah Group
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara buka puasa bersama Keluarga Besar Amanah Group yang digelar di Jalan Dahlia II No. 29, Banjarmasin, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005–2015 Rudy Ariffin, Anggota Komisi III DPR RI Dapil II Kalsel Endang Agustina, Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR, serta Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi. Hadir pula Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz dan anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Timur Achmad Roziqi bersama tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Amanah Group yang dinilai berperan aktif dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian daerah.
“Kami mendoakan semoga Amanah Group semakin maju dan berkembang serta terus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin.
Ia juga menilai berbagai kegiatan sosial dan aksi berbagi yang dilakukan perusahaan tersebut telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Wagub menambahkan, momentum Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat kebersamaan. Ia menegaskan kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Dalam rangkaian acara, KH Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan tausiyah tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib dan Isya berjamaah yang berlangsung khusyuk.
Pada kesempatan tersebut, Amanah Group juga menyerahkan zakat maal kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Selain itu, santunan diberikan kepada anak-anak panti asuhan sebagai wujud kepedulian terhadap generasi penerus bangsa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi penerima manfaat sekaligus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. (adv/kb).
Banjarmasin
Menjaga Kedaulatan Pers di Tengah Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington, D.C. pada 19 Februari 2026, menyisakan satu klausul yang patut menjadi perhatian serius insan pers nasional.
Dalam Lampiran III Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital, disebutkan bahwa Indonesia harus menahan diri untuk tidak mewajibkan penyedia layanan digital Amerika Serikat mendukung organisasi berita dalam negeri melalui lisensi berbayar, pembagian data pengguna, maupun model bagi hasil keuntungan.
Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar klausul teknis dalam dokumen perdagangan. Namun bagi kami, pelaku usaha media online, ini adalah persoalan keberlanjutan ekosistem pers nasional.
Antara Liberalisasi Digital dan Kedaulatan Informasi
Kita tidak menolak perdagangan bebas. Kita juga tidak anti terhadap platform global.
Namun perlu ditegaskan: pers bukan sekadar komoditas ekonomi. Pers adalah pilar demokrasi.
Selama satu dekade terakhir, platform digital global telah menjadi gerbang utama distribusi informasi.
Mereka memonetisasi konten, menguasai data audiens, dan mengendalikan algoritma distribusi.
Sementara itu, media lokal menanggung biaya produksi jurnalistik—gaji wartawan, verifikasi fakta, liputan investigasi, dan risiko hukum.
Ketika klausul perjanjian dagang membatasi kewajiban platform untuk berbagi nilai ekonomi dengan penerbit berita, maka yang dipertaruhkan bukan hanya neraca bisnis media, tetapi kualitas demokrasi itu sendiri.
Publisher Rights yang Terancam Mandek
Upaya membangun regulasi publisher rights selama ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara platform dan perusahaan pers.
Model seperti di Australia atau Kanada menunjukkan bahwa negara bisa hadir untuk memastikan jurnalisme tetap hidup di tengah dominasi teknologi global.
Namun dengan adanya pembatasan dalam perjanjian dagang tersebut, ruang negosiasi pemerintah terhadap platform asal Amerika Serikat menjadi lebih sempit.
Artinya, kita tidak bisa lagi menggantungkan masa depan industri pers pada skema lisensi wajib atau pembagian keuntungan semata.
Adaptasi adalah Keniscayaan
Sebagai pelaku usaha media online, saya memandang ini sebagai momentum transformasi, bukan sekadar ancaman.
Media harus berhenti bergantung sepenuhnya pada:
– Traffic berbasis algoritma
– Pendapatan iklan programatik
– Distribusi melalui platform asing
Kita harus mulai membangun:
– Audiens langsung (direct audience)
– Database pelanggan dan komunitas pembaca
– Model membership dan subscription
– Event, forum diskusi, dan monetisasi berbasis komunitas
– Kerja sama langsung dengan brand tanpa perantara platform
Media yang hanya mengejar klik akan rentan. Media yang membangun kepercayaan akan bertahan.
Perlunya Sikap Kolektif Industri Pers
Industri pers tidak boleh bergerak sendiri-sendiri. SMSI, AMSI, SPS, dan seluruh organisasi perusahaan pers harus duduk bersama menyusun langkah strategis.
Kita perlu mendorong:
1. Transparansi penuh atas implikasi perjanjian tersebut.
2. Regulasi turunan yang tetap melindungi industri pers nasional.
3. Insentif fiskal bagi media lokal.
4. Dana abadi jurnalisme untuk mendukung liputan berkualitas.
5. Perlindungan data nasional yang tidak merugikan kepentingan media dalam negeri.
Jika ruang publisher rights menyempit dalam konteks perjanjian dagang, maka negara harus menghadirkan alternatif kebijakan yang memperkuat media nasional dari sisi lain.
Jangan Reaktif, Tapi Jangan Diam
Kita harus bersikap kritis, namun tetap profesional. Pers tidak boleh anti terhadap investasi dan kerja sama internasional. Namun kita juga tidak boleh membiarkan ekosistem jurnalisme nasional melemah secara struktural.
Perjanjian dagang ini bukan akhir dari perjuangan membangun pers yang sehat. Ini adalah ujian kedewasaan industri media Indonesia.
Apakah kita akan terus bergantung pada algoritma global?
Ataukah kita akan membangun kekuatan berbasis komunitas dan kepercayaan publik?
Banjarmasin
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Menandai hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalsel menggelar tadarusan Al-Qur’an di Aula Sasangga Banua Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, Kamis (19/02/2026). Wakil Ketua TP PKK Kalsel drg Ellyana Trisya Hasnuryadi dan Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kalsel Hj Masrupah Syarifuddin, beserta kader TP PKK lainnya, bergiliran membaca ayat Alquran. Ellyana Trisya menyampaikan rasa syukur seluruh pengurus dan anggota TP PKK dapat berkumpul dalam suasana Ramadan. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama orang-orang yang memuliakan Ramadan dan ayat-ayat suci Al-Quran. Semoga setiap langkah dan bacaan kita menjadi amal ibadah yang diridhai Allah SWT,” ujarnya. Dikatakan, PKK memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang beriman dan berakhlak mulia. Ellyana menekankan bahwa seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari kebiasaan seorang ibu yang membaca dan mencintai Al-Quran, akan lahir generasi yang juga mencintai kitab suci tersebut. “Dari lisan seorang ibu yang terbiasa membaca Al-Quran akan lahir generasi yang cinta Al-Quran. Dari rumah yang dihiasi ayat-ayat suci, Insya Allah akan tumbuh keluarga yang sakinah, mawaddah, dan penuh rahmat,” ucapnya. Mengangkat tema “Ramadan Bersama Al-Quran, Menguatkan Iman, Mempererat Persaudaraan, Meraih Keberkahan dan Keampunan”, menurut Ellyana Trisya memiliki makna mendalam karena Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Quran sebagai pedoman hidup. “Al-Quran adalah cahaya yang menuntun langkah kita sekaligus penyejuk hati. Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kita dengan Al-Quran, bukan hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkannya,” ucapnya lagi. Ellyana mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan ampunan. Setiap ayat yang dibaca dan setiap huruf yang dilafalkan bernilai pahala. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota TP PKK untuk menjadikan momentum tadarus sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat niat, serta menjaga kedekatan dengan Al-Quran meski Ramadan telah berlalu. “Semoga kegiatan tadarus ini menjadi gerakan bersama untuk membiasakan membaca dan memahami Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” harapnya. (adv/kb).
Banjarmasin
Wagub Kalsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Haul Jama
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bersama keluarga besar menggelar buka puasa bersama yang dirangkai dengan Haul Jama almarhum H. Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun, Haji Anang Dullah bin Ibak, dan Haji Basirun bin Haji Muhammad Noor, Sabtu (21/2/2026) petang.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman keluarga di Jalan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin tersebut juga menjadi momentum syukuran satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.
Acara dihadiri sejumlah ulama dan habaib, di antaranya Habib Quraisy Baharun, Habib Ali Zainal Abidin bin Agil, Habib Haidar, KH Abdullah Basya, KH Ahmad Sanusi Ibrahim (Guru Jaro), Ustadz Muhammad Mobaraq, KH Mukri Yunus, serta tokoh agama lainnya. Turut hadir Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, unsur Forkopimda Kalsel, kepala daerah atau perwakilan se-Kalimantan Selatan, jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, serta tamu undangan lainnya.
Mewakili keluarga besar, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para ulama, habaib, serta masyarakat yang turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia juga memohon doa dan dukungan agar kepemimpinan yang telah berjalan sekitar satu tahun dapat terus diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin, zikir, dan tahlil yang dipimpin Ustadz Muhammad Mobaraq, kemudian dilanjutkan doa bersama oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Agil.
Menjelang waktu berbuka puasa, Habib Quraisy Baharun menyampaikan tausiah mengenai keutamaan bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum meningkatkan kualitas ibadah, karena pahala amal wajib dilipatgandakan dan ibadah sunnah bernilai seperti ibadah wajib.
Dalam tausiahnya, ia juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara pemimpin (umara) dan ulama. Menurutnya, pemimpin perlu meminta nasihat ulama, sementara ulama memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemimpin apabila terjadi kekeliruan.
Habib Quraisy turut mengapresiasi sikap Wakil Gubernur Hasnuryadi yang dinilai terbuka dan dekat dengan kalangan ulama.
Kegiatan buka puasa bersama dan haul jama ditutup dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah. (adv/kb).
Banjarmasin
Rabana Ditabuh Wagub Hasnuryadi, Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H Menggema sebagai Simbol Budaya dan Kebangkitan UMKM Banjar
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Denting rabana menggema di tepian Sungai Martapura, menandai dimulainya Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah. Dengan satu tabuhan penuh makna, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, secara resmi membuka perhelatan tahunan tersebut di Panggung Utama Siring 0 Km, Banjarmasin, Kamis (19/2/2026) sore.
Langit senja yang perlahan meredup menjadi saksi bagaimana Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H/2026 kembali hidup sebagai denyut tradisi Banua. Digelar Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, sekitar 200 stan berjejer menyuguhkan beragam wadai dan kuliner khas Banjar untuk berbuka puasa.
Aroma kue tradisional yang menguar berpadu dengan riuh tawa masyarakat, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan. Tak hanya itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis turut dihadirkan bagi pengunjung.
Pembukaan festival dihadiri Ketua DPRD Kalsel dan jajaran Forkopimda, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. M. Syarifuddin bersama Ketua DWP Kalsel Hj. Masrupah Syarifuddin, serta para kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Kehadiran para pemimpin daerah itu menegaskan bahwa Pasar Wadai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol kolaborasi dan komitmen bersama.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H.
Dengan suara yang tegas namun penuh kehangatan, ia menegaskan bahwa Pasar Wadai adalah lebih dari sekadar pusat transaksi kuliner.
“Pasar Wadai adalah warisan tradisi Banua yang selalu dinanti setiap Ramadan. Di sini bukan hanya transaksi ekonomi yang terjadi, tetapi juga silaturahmi lintas agama dan golongan yang mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, festival ini adalah cermin identitas budaya Kalimantan Selatan—ruang di mana tradisi, ekonomi, dan nilai spiritual bertemu dalam satu momentum sakral. Ia pun mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan berbagi.
“Berbelanjalah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ramadan adalah bulan berbagi,” pesannya.
Kepada para pedagang, Wagub berpesan agar menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat. “Pastikan makanan yang dijual halal, sehat, bersih, dan aman. Kepercayaan masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Muhammad Yamin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Kalsel atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan Pasar Wadai Ramadan tahun ini.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Kalsel, Muhidin, beserta jajaran Pemprov Kalsel atas kolaborasi yang solid.
“Sinergi ini bukan hanya tentang siapa berbuat apa, tetapi tentang menyatukan visi untuk menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, memperkuat identitas budaya Banjar agar tetap lestari, serta menghadirkan ruang kolaborasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga,” ujarnya.
Festival yang digelar setiap hari pukul 16.00–18.00 WITA sepanjang Ramadan ini menjadi denyut ekonomi rakyat. Ratusan pelaku UMKM menggantungkan harapan pada momentum ini, sementara masyarakat menjadikannya ruang silaturahmi yang sarat makna.
Usai prosesi pembukaan, Hasnuryadi bersama drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi meninjau stan-stan kuliner, menyapa pedagang dan warga, serta melihat langsung aneka produk UMKM yang dipajang penuh kebanggaan.
Senyum, sapa, dan canda ringan mengalir di antara lorong-lorong stan menguatkan bahwa Pasar Wadai bukan hanya tentang rasa di lidah, tetapi juga rasa dalam kebersamaan.
Di tepian sungai, menjelang azan Magrib berkumandang, Festival Pasar Wadai kembali menegaskan dirinya bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan denyut budaya yang menjaga jati diri Banua. (adv/kb).
-
Nasional3 tahun agoSambut Tahun Baru 2023, IOH Region Kalisumapa Siapkan Command Center
-
Nasional6 bulan agoAkhmad Munir Terpilih Ketua Umum PWI Pusat, Tiga Formatur Disepakati
-
Kalteng1 tahun agoPj Bupati Murung Raya Buka Forum Komunikasi Implementasi Pencapaian UHC
-
Nasional3 tahun agoEvaluasi Harga Berkala, Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax dan Dex Series Per 3 Januari
-
Kalsel7 bulan agoBupati H Fani Ingin Wujudkan Tabalong Religius
-
Kalteng6 bulan agoBupati Heriyus Kunker ke PT Adaro Minerals, Dorong Sinergi Perusahaan dan Pemda untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau7 bulan agoKoperasi Merah Putih Dianggap Strategis Bangun Ekonomi Lokal
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau6 bulan agoFraksi DPRD Pulpis Sepakat Bahas Revisi Perda OPD
-
Nasional3 tahun agoRekomendasi 5 HP Vivo Dual Kamera Harga Murah Januari 202
-
Kalsel7 bulan agoTabalong Wujudkan Program Satu Desa Satu Pendakwah
