Kalsel
Pemkab Batola Gandeng Swasta dan Akademisi Atasi Banjir Jejangkit
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Bencana banjir yang melanda Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, telah menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Tak pelak, kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, dan media, upaya penanganan dan pemulihan pasca-banjir penting untuk dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas PUPR telah melakukan koordinasi dengan BWSK3 (Balai Wilayah Sungai Kalimantan 3) dan pihak terkait untuk menangani permasalahan banjir di Kecamatan Jejangkit. Sebagai langkah awal, Pemkab Batola telah mengalokasikan dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp800 juta untuk merehabilitasi saluran Ray 7 sebagai tindakan darurat. Rehabilitasi ini diharapkan dapat mengurangi genangan air di kawasan tersebut.
Dalam rapat yang diadakan pada Rabu, 9 April, Bupati Barito Kuala didampingi perwakilan warga Jejangkit dan pihak swasta perusahaan sawit membahas kerjasama penanganan banjir. Terdapat beberapa saluran yang akan ditangani, khususnya saluran-saluran yang terhubung dari Jejangkit ke Sungai Barito.
“Langkah-langkah penanganan banjir yang telah disepakati antara lain: Rehabilitasi saluran Ray 7 tembus Ray 1 sepanjang 11,5 km dengan dana BTT sebesar Rp800 juta, Pengiriman surat kepada Gubernur melalui Dinas PUPR Provinsi Kalsel memohon untuk dilakukan normalisasi pada Sei Bamban Sei Rumbia dan Sei Rasau, Pihak perusahaan akan diarahkan untuk melakukan normalisasi pada Ray 21 yang terhubung dengan Ray 3 terlebih dahulu, Realokasi anggaran rehabilitasi saluran pada bidang Sumber Daya Air sebesar Rp3,3 miliar untuk penanganan saluran yang akan berdampak pada banjir Jejangkit”, ujar Bupati Batola.
Untuk mengatasi dampak jangka panjang, pemerintah akan bekerjasama dengan pihak universitas (akademisi) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis serta mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan. Kerjasama ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan strategi penanganan banjir yang lebih efektif dan efisien.
Masyarakat Jejangkit juga menunjukkan kepedulian dan partisipasi aktif dalam penanganan banjir. Mereka bergotong-royong untuk perkerasan jalan lingkungan mereka dan bahkan melakukan urunan untuk membeli batu guna mendukung pembangunan infrastruktur di daerah mereka.
Media lokal juga berperan aktif dalam memantau perkembangan pembangunan dan penanganan banjir di Kecamatan Jejangkit. Sebut saja, bakabar.com, mereka melakukan konfirmasi kepada pemborong jembatan terkait sisa bangunan yang menghalangi aliran sungai sehingga menyebabkan tersumbat. Pemantauan ini membantu memastikan bahwa pembangunan dilakukan sesuai dengan standar dan tidak menimbulkan masalah baru di masa depan.
Untuk diketahui, Selain penanganan banjir, Pemkab Barito Kuala juga memperhatikan infrastruktur jalan yang menjadi jalur alternatif untuk wisata religi, khususnya untuk mendukung Haul Abah Guru Sekumpul. Pada tahun anggaran 2023, Pemkab Barito Kuala telah melaksanakan pemeliharaan berkala ruas jalan Sei Bamban – Jejangkit sepanjang 5 km dengan alokasi anggaran Rp6,5 miliar. Pada tahun anggaran 2024 dilakukan peningkatan jalan ruas Jejangkit Muara – Jejangkit Timur sepanjang 1,2 km dengan alokasi anggaran Rp2 miliar.
Kemudian, untuk tahun anggaran 2025, Dinas PUPR telah mengusulkan lanjutan peningkatan jalan Jejangkit Muara – Jejangkit Timur sepanjang 2 km dengan memanfaatkan hasil efisiensi anggaran.
Untuk diketahui bersama pula bahwa ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah daerah seperti Rehabilitasi Saluran Patih Selera, DIR. Sungai Pantai, DIR. Cahaya Baru, Sampurna, Jejangkit Pasar (Saluran Patih Selera- Saluran Sungai Pantai dan Ray 21 Tebing Rimbah -Ray 3 Jejangkit) – Tahun 2023, Panjang ± 19.4 km, Rehabilitasi Saluran Desa Jejangkit Timur, Tahun 2023, Panjang ± 10.5 km, Normalisasi Saluran DIR. Sungai Bamban Tembus Ray 5 (DPUPR Prov Kalsel) Tahun 2023, Panjang ±4 km, Normalisasi Saluran Jejangkit Ray 5 (BWSK III), Tahun 2023, Panjang ± 3.7 km, Rehabilitasi Saluran DIR Sampurna, Tahun 2024, ± 4 km, Rehabilitasi Saluran DIR Cahaya Baru, Tahun 2024, ± 5.2 km, Rehabilitasi Saluran DIR Tebing Rimbah, Tahun 2024, Panjang ± 5 km, Pembuatan Tanggul Sungai Alalak (BWS K III), Tahun 2024.
Kemudian, upaya pihak swasta sebelumnya adalah Rehabilitasi Saluran Sungai Sawahan – Sungai Sakaramai, Tahun 2023, Panjang ± 16,7 km, Normalisasi Saluran DIR. Handil Bakti (Primer Handil Bakti), Tahun 2023, Panjang ± 3,5 km.
Adapun langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Barito Kuala selanjutnya yakni Melakukan Rehabilitasi Saluran DIR. Tebing Rimbah, DIR. Cahaya Baru, DIR. Sampurna, Jejangkit Muara (Ray 7 Tabing Rimbah-Ray 1 Jejangkit Muara), BTT 2025, Panjang ± 11.5 km, Rehabilitasi Saluran DIR Sei Pantai Panjang ± 5,4 km, Realokasi Anggaran Rehabilitasi Saluran dengan Total 3.3 M untuk Normalisaasi Saluran guna Penanganan Jejangkit, Melakukan Rencana Kajian Teknis Drainase/Saluran Penanggulangan Banjir, APBD-P Tahun 2025, Mengusulkan ke Provinsi untuk melakukan Normalisasi Saluran DIR. Sei Bamban (Lanjutan Sei Bamban) dan DIR. Jejangkit II (Sungai Rumbia, Sungai Habaya, Sungai Rasau) (DIR Kewenangan Provinsi) sepanjang ± 40 km, Mengusulkan ke BWSK III untuk Normalisasi Primer Handil Bakti DIR. Handil Bakti sepanjang ± 15 km, dan lanjutan Penyelesaian Pembuatan Tanggul Sei Alalak.
Terakhir, rencana pemerintah bersama pihak swasta pada tahun 2025 ini adalah Kerjasama Normalisasi Saluran Ray 21 – Ray 3 Jejangkit, Panjang 12 km, Membuat Kesepakatan Kerjasama Normalisasi Saluran Sungai Rumbia, Panjang ± 15,5 km, Membuat Kesepakatan Kerjasama Normalisasi Saluran Sungai Habaya, Panjang ± 14,5 km.
Bupati Barito Kuala menegaskan bahwa pemerintah akan fokus pada rehabilitasi saluran-saluran kewenangan kabupaten di sekitar Jejangkit dan jika diperlukan membuat saluran baru untuk mencegah masalah serupa di masa depan.
“Tentu menjadi prioritas utama kami untuk mencegah kedepannya banjir terjadi lagi, selanjutnya baru penanganan dampaknya seperti perbaikan jalan. Jika hal tersebut tidak dilaksanakan maka bukan tidak mungkin tahun depan terjadi banjir kembali dan perbaikan jalan menjadi sia-sia”, ucap Bupati Bahrul Ilmi.
Kolaborasi pentahelix ini tidak hanya membantu dalam penanganan bencana banjir di Kecamatan Jejangkit tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama dalam menghadapi bencana. Dengan semangat gotong-royong dan sinergi antar-pemangku kepentingan, diharapkan Kecamatan Jejangkit dapat pulih lebih cepat dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan lebih sejahtera.
“Saya berharap masyarakat dapat memahami bahwa upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan yang diperlukan demi kesejahteraan masyarakat Jejangkit”, pungkasnya. (adv/kb).
Banjarmasin
Eks Karyawan Grand Mentari Hotel Demo Tuntut Pesangon Tak Dibayar Sejak 2021
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Sejumlah eks karyawan Grand Mentari Hotel menggelar aksi demonstrasi di depan Hotel Grand Mentari, Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Sabtu (3/1/2026).
Dalam aksi tersebut, para eks karyawan menuntut pembayaran pesangon yang hingga kini belum mereka terima sejak tahun 2021 dari pihak manajemen hotel.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Supono, mendesak pihak Grand Mentari Hotel agar segera melunasi kewajiban pesangon kepada para mantan karyawan.
“Kami menuntut pihak Hotel Mentari segera membayarkan pesangon yang telah kami ajukan sebelumnya, terlebih sudah ada putusan Mahkamah Agung pada 4 Desember 2025 yang menolak kasasi dari pihak Hotel Mentari,” ujar Supono.
Selain itu, Supono juga meminta perhatian dan bantuan dari pemerintah serta aparat terkait agar permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan.
“Kami berharap pemerintah dan aparat terkait mau mendengar dan membantu memperjuangkan hak-hak kami,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen Grand Mentari Hotel terkait tuntutan para eks karyawan tersebut. (Rachmad).
Kalsel
SMSI Kalsel Bagikan Sajadah dan Kopiah Kepada Jemaah 5 Rajab
MARTAPURA, onlinekoranbarito.com – SMSI Kalsel turut menyambut kegiatan 5 Rajab atau haul Guru Sekumpul dengan membagikan bingkisan sovenir kepada jemaah yang melintas di Jalan A Yani KM 15, Gambut, Minggu (28/12/2025).
Sedikitnya ada 100 sovenir berisikan sajadah dan kopiah langsung dibagikan oleh Ketua SMSI Kalsel, Anang Fadilah dan Sekretarisnya, Hamdani serta Pengurus SMSI Kalsel.
Kata Anang, pembagian sajadah dan kopiah sebagai bentuk apresiasi SMSI kepada jemaah 5 Rajab yang jauh-jauh datang dari berbagai daerah di Kalsel dan luar Kalsel.
Sovenir yang dibagikan tersebut, hasil dari patungan antar anggota SMSI Kalsel.
“Alhamdulillah ini bisa kita laksanakan, mudahan berkah SMSI turut menyambut pelaksanaan 5 rajab dan menyambut baik para tamu-tamunya. Mudahan barang yang diberikan bermanfaat,” ucapnya.
Mengapa sajadah dan kopiah yang dibagikan bukan makanan kemasan. kata Anang, itu dilakukan sebagai upaya mendukung ramah lingkungan.
Dengan pembagian barang tersebut tentu akan berdampak kepada pengurangan sampah plastik.
“SMSI Kalsel juga mendukung ramah lingkungan, mengurangi sampah plastik,” tutupnya.
Banjarbaru
Transparan Soal Pangan, DPKP Kalsel Diganjar Predikat Top Influencer
BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keterbukaan informasi publik.
Pada malam penganugerahan Apresiasi Media Pemprov Kalsel (AMPK) yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, instansi ini meraih Penghargaan Top Influencer yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin diwakili Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada SKPD yang aktif memberikan informasi pembangunan daerah secara terbuka, cepat, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas penghargaan tersebut.
“Alhamdulillah, pertama kita mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan rahmat kepada kita semua. Malam hari ini kami kembali mendapatkan anugerah sebagai terbaik pertama,” ujarnya.
Syamsir menegaskan, prestasi ini bukan hanya milik dirinya, tetapi buah kerja keras seluruh jajaran di DPKP Kalsel. Mulai dari sekretariat, para kepala bidang, kepala UPT, hingga tim humas yang setiap hari bekerja memastikan informasi pembangunan pertanian tersampaikan kepada publik.
“Ini tidak lain adalah dukungan dari semua pihak. Setiap hari kami mengabarkan perkembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, baik keberhasilan maupun hambatan. Semua harus transparan karena ini kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur Kalsel secara langsung mengikuti laporan-laporan yang disampaikan DPKP, sehingga menjadi dorongan tersendiri agar penyampaian informasi dilakukan secara cepat dan akurat.
Lebih lanjut ia menyampaikan memaparkan capaian sektor pertanian Kalsel. Tahun ini, produksi padi Kalimantan Selatan mencatat rekor dengan angka 1.163.000 ton, tertinggi di regional Kalimantan.
“Kebutuhan Kalsel hanya sekitar 600 ribu ton. Artinya, separuh dari produksi kita ikut menyuplai Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelas Syamsir.
Beberapa provinsi lain di regional Kalimantan mengalami fluktuasi, bahkan penurunan produksi, namun Kalsel berhasil mempertahankan tren positif.
“Apalagi Prestasi besar juga diraih Kalsel pada tingkat nasional. Setelah tiga tahun berturut-turut ditempati Bali, tahun ini Kalimantan Selatan berhasil menjadi Juara 1 Nasional Ketahanan Pangan,” bebernya.
Syamsir menyebut capaian tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, terutama dengan TNI, Polri, dan Badan Intelijen Daerah (Binda) dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
“Ini adalah upaya bersama untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terpenuhi. Ketersediaan pangan kita aman. Ketika daerah lain kekurangan, kita justru berlebih, dan itu harus kita syukuri sambil tetap waspada,” ucapnya.
Syamsir mengajak kepada seluruh SKPD agar terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
“Kita adalah pembantu-pembantu pimpinan daerah. Informasi tentang pembangunan harus tersampaikan kapan saja, siang maupun malam,” ujarnya.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Distan Kalsel untuk terus memperkuat komunikasi publik, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Banua. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).
Banjarbaru
PASI Kalsel Gelar Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Nasional
BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Tingkat Nasional pada akhir tahun 2025. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan beberapa peserta dari Kalimantan Tengah.
Ketua PASI Kalsel, Said Subari, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan para pelatih atletik di daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian pelatihan nasional yang akan terus berlanjut.
“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memperkuat kompetensi para pelatih, sehingga pembinaan atletik di Kalsel dapat dilakukan secara lebih profesional dan terstandarisasi,” ujarnya.
Instruktur Pengurus Besar PASI, Moh. Nanang Himawa Kusuma, menjelaskan bahwa materi pelatihan mengadopsi kurikulum resmi World Athletics (Federasi Atletik Dunia). Seluruh konten yang berbahasa Inggris telah disesuaikan dan disampaikan dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami peserta.
Pelatihan mencakup sesi teori, praktik lapangan pada seluruh 16 nomor atletik, hingga ujian praktik. Menurut Nanang, keseluruhan materi diberikan secara seimbang untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun pengetahuan pelatih.
Nanang menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan standardisasi pelatih atletik di Indonesia. World Athletics mewajibkan seluruh pelatih memiliki sertifikasi minimal Level 1 Internasional, namun kendala bahasa masih menjadi hambatan besar di Indonesia.
“Melalui pelatihan ini, kami memetakan pelatih-pelatih potensial dari daerah. Selanjutnya akan didorong untuk mengikuti sertifikasi Level 1 Internasional agar kualitas pembinaan atletik Indonesia dapat setara dengan standar dunia,” jelasnya.
Ia berharap melalui pelatihan ini akan muncul pelatih berkualitas yang mampu meningkatkan prestasi atletik di Kalimantan Selatan maupun nasional. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).
Banjarbaru
Layanan 5 Rajab, Disbunnak Siapkan Makanan Pos Kesehatan dan Area Istirahat Nyaman
BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Menyambut Momen 5 Rajab yang menjadi agenda keagamaan besar di Kalimantan Selatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan kembali ditunjuk oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, sebagai salah satu titik penyedia layanan jemaah. Penunjukan ini menegaskan konsistensi Disbunnak dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik pada kegiatan keagamaan berskala besar.
Pelayanan akan mulai dibuka pada 27 Desember, sesuai arahan pimpinan. Layanan utama berlangsung sejak H-1 pada 28 Desember hingga puncak Momen 5 Rajab, 29 Desember.
Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan layanan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk para jemaah Momen 5 Rajab yang singgah di pusat layanan kami,” ujar Suparmi.
Di titik layanan yang berlokasi di Disbunnak Kalsel, jemaah akan disambut dengan berbagai fasilitas yang didesain untuk kenyamanan perjalanan ibadah, di antaranya menu makanan utama, aneka jajanan, dan minuman hangat maupun dingin, pos kesehatan, Area istirahat yang nyaman serta tempat salat, lengkap dengan fasilitas untuk mengikuti salat berjamaah secara live dari lokasi utama Momen 5 Rajab.
Tahun ini, pelayanan semakin diperkuat melalui dukungan lintas instansi. Beberapa dinas dan lembaga yang ditugaskan Gubernur untuk bersinergi dengan Disbunnak di titik layanan.
“Alhamdulillah, tahun ini kami didukung banyak instansi. Semua bergabung bersama Disbunnak untuk memastikan jamaah mendapatkan layanan terbaik,” kata Suparmi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat baik dari Kalimantan Selatan maupun luar daerah untuk mampir dan memanfaatkan layanan yang telah disiapkan.
“Kami berharap informasi ini sampai kepada masyarakat luas. Silakan singgah di titik layanan kami di Dinas Perkebunan dan Peternakan. InsyaAllah kami siap melayani jamaah Momen 5 Rajab dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Dengan sinergi yang semakin kuat, Disbunnak Kalsel optimistis dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi seluruh jamaah Momen 5 Rajab tahun ini. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).
Banjarbaru
Empat Tahun ke Depan, Disbunnak Kalsel Fokus Hilirisasi Kelapa dan Penguatan Karet
BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Program dan Kegiatan Prioritas Tahun 2026 hingga 2029 bersama awak media sebagai bentuk penyampaian resmi arah pembangunan perkebunan dan peternakan di Banua. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Disbunnak Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, yang memaparkan secara komprehensif strategi, target, dan capaian bidang perkebunan serta peternakan selama empat tahun ke depan.
Dalam paparannya, Suparmi menegaskan bahwa pembangunan peternakan tidak berdiri sendiri, tetapi harus ditopang oleh komoditas pendukung, salah satunya kelapa.
“Kalsel ini ditunjukkan karena kebutuhan kita bukan hanya protein hewani, tetapi juga pendukungnya, yaitu kelapa,” ujar Suparmi.
Tahun 2025 menjadi masa persiapan pengembangan kelapa, termasuk peninjauan lapangan dan penerimaan CP/CR dari kabupaten yang memiliki potensi besar, khususnya untuk varietas kelapa genjah entok—jenis kelapa pendek dengan produktivitas tinggi yang cocok untuk wilayah Kalsel.
Kabupaten Barito Kuala ditetapkan sebagai lokus utama dengan alokasi pengembangan seluas 3.000 hektare untuk periode 2026–2029.
“Kenapa 3.000 hektare, Karena itu luas minimal yang layak untuk dibangun satu pabrik hilirisasi kelapa,” jelasnya.
Disbunnak bersama Komisi II DPRD Kalsel telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Barito Kuala dan Tapin, termasuk penunjukan calon lokasi pabrik industri kelapa.
Suparmi menekankan bahwa hilirisasi kelapa diarahkan untuk pasar ekspor. Tidak hanya mengekspor kopra, tetapi kini fokus pada coconut milk yang sedang digemari dunia. Sekarang banyak kafe yang sudah beralih dari susu sapi ke coconut milk sebagai campuran minuman,” ungkapnya.
Target ekspor coconut milk dinilai sejalan dengan tren global yang terus meningkat, sehingga membuka peluang besar bagi pekebun dan industri kelapa di Kalsel.
Selanjutnya, Program unggulan Bangsibun Bekaret tetap menjadi prioritas karena karet merupakan komoditas terbesar kedua setelah sawit di Kalsel. Program ini sebelumnya mengantarkan Kalsel meraih Juara 3 Nasional.
“Harga karet sekarang bagus. Stimulus yang kami berikan selama tiga tahun berturut-turut membuat harga kembali naik,” tutur Suparmi.
Dengan harga yang kondusif, pekebun kini mampu memenuhi kebutuhan sarana produksi secara mandiri. Disbunnak tetap memberikan pendampingan dan pembinaan melalui kemitraan strategis dengan GAPKI untuk sawit dan GAPKINDO Kalsel untuk karet.
Untuk komoditas kopi, Disbunnak tetap melanjutkan pembangunan sektor hilir melalui penguatan penangkar benih lokal. Hasil pendampingan Disbunnak telah mengantarkan salah satu pemipit kopi di Kabupaten Tanah Laut memperoleh Izin Usaha Benih (IUB) resmi.
Pendampingan dilakukan bersama JPN, SUPD, serta perangkat teknis terkait untuk memastikan mutu benih kopi terstandar. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).
DPRD Kabupaten Barito Kuala
Kunker ke Bartim, Komisi III DPRD Batola Kaji Jejaring Digital dan Aplikasi Tamu Pemerintahan
Kunjungan tersebut bertujuan studi komparatif penerapan Jejaring Digital Komunitas Informasi Masyarakat (JEDI-KIM) dan Aplikasi Digitalisasi PencatatanTamu (DIGANTA).
“Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan jadwal kegiatan DPRD bulan November 2025 yang telah ditetapkan melalui Keputusan Ketua DPRD Batola Nomor: 33/2025, tanggal 22 Oktober 2025,” ujar Ketua Komisi III DPRD Batola Saleh dalam siaran pers.
Menurut Saleh, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk mempelajari strategi dan inovasi Diskominfosantik Bartim dalam membangun jejaring informasi publik berbasis komunitas melalui JEDI-KIM serta digitalisasi layanan tamu pemerintahan melalui aplikasi DIGANTA.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Diskominfosantik Bartim. Dua program ini bisa menjadi contoh baik dan semoga dapat kami adopsi di Kabupaten Batola ke depan,” ungkap Saleh.
Kegiatan studi komparatif itu, harap dia, dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan masyarakat dalam meningkatkan efektivitas diseminasi informasi publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Sementara, Kepala Diskominfosantik Bartim Dwi Aryanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan kerja Komisi III DPRD Batola.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran rekan-rekan DPRD Batola. Silakan menggali informasi lebih jauh tentang penerapan JEDI-KIM dan DIGANTA yang kami kembangkan di Bartim,” ujar Dwi.
Rombongan DPRD Batola dipimpin Saleh selaku Ketua Komisi III didampingi para anggota komisi Syarif Faisal, Nanang Kaderi, Suparman, H. Murjani, Akhmad Bani dan Jauhar Arif.
Rombongan tersebut disambut hangat Kepala Diskominfosantik Bartim Dwi Aryanto bersama Sekretaris Dinas Limer, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Wayan Cakre, Kepala Bidang E-Government Fredisen Madianu, serta jajaran pegawai Diskominfosantik Bartim. (adv/kb).
Banjarmasin
Kelurahan Pelambuan Salurkan 69 Mesin Pemotong Rumput untuk Dukung Kebersihan Lingkungan
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Kebersihan dan keindahan lingkungan merupakan salah satu fokus utama Pemerintah Kota Banjarmasin. Karena itu, Kelurahan Pelambuan bersama seluruh masyarakat berkomitmen untuk mendukung penuh program tersebut.
Sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, Kelurahan Pelambuan dan warganya terus berupaya mengutamakan kebersihan serta menjaga keindahan lingkungan, khususnya di wilayah Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan alat pemotong rumput kepada 69 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Pelambuan. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Jumat (12/12/25).
Bantuan diberikan secara bertahap. Pada tahap pertama disalurkan 40 unit alat pemotong rumput kepada 40 RT, dan tahap kedua sebanyak 29 unit kepada 29 RT yang tersisa. Pendanaan kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kelurahan Pelambuan.
Lurah Pelambuan, Junaidi S.Hut, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu warga dalam membersihkan dan menjaga keindahan lingkungan di wilayah masing-masing.
“Bantuan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengatasi pertumbuhan rumput liar yang sering menjadi masalah di sekitar permukiman,” ujar Junaidi.
Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bukti nyata dukungan Kelurahan Pelambuan terhadap kerja sama masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, asri, dan sehat.
Sementara itu, Ketua RT 19 Pelambuan, Rachmad, salah satu penerima bantuan pada tahap kedua, menyampaikan terima kasih kepada Lurah Pelambuan. Ia menegaskan bahwa mesin pemotong rumput tersebut akan digunakan dan dirawat dengan baik untuk menjaga kebersihan serta keindahan wilayahnya. (Rahmad).
Banjarbaru
Zero Waste hingga Porang Reborn, DPKP Kalsel Kuatkan Pangan Lewat 7 Program
BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Tanaman Pangan menetapkan tujuh program prioritas untuk tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di sektor pertanian.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Rahmawati, menyampaikan bahwa deretan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel untuk lima tahun mendatang.
“Di tahun 2026 kita memiliki program-program prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi kreatif. Ini merupakan janji gubernur dan wakil gubernur kita yang akan terus berjalan hingga 2030,” ujar Rahmawati, Jumat (12/12/2025).
Adapun Tujuh Program Prioritas Bidang Tanaman Pangan Tahun 2026 yaitu pertama Penerapan Konsep Zero Waste dalam Budidaya Padi Berkelanjutan
Program ini menitikberatkan pada upaya mewujudkan pertanian hijau melalui pemanfaatan hasil samping padi tanpa limbah, sehingga menciptakan nilai tambah bagi petani.
Kedua Porang Reborn, Peningkatan Kapasitas Petani Porang Bernilai Tinggi. DPKP Kalsel kembali menghidupkan geliat budidaya porang setelah harga komoditas ini kembali stabil di kisaran Rp10–11 ribu per kilogram.
“Porang sempat anjlok, tapi sekarang bangkit lagi. Apalagi sudah ada pabrik pengolahan porang di Batibati milik investor Cina, sehingga petani tidak perlu jauh menjual hasil panennya,” jelas Rahmawati.
Ketiga Rising Rice: Pengembangan Beras Khusus Bernilai Tinggi Program ini menargetkan pengembangan budidaya hingga hilirisasi beras khusus sebagai ikon pangan lokal berdaya saing tinggi.
Keempat Analog Rice Revolution: Membangkitkan Ubi Kayu sebagai Beras Sehat Berbasis Inovasi Lokal. Melalui program ini, ubi kayu tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga diolah menjadi beras analog yang diminati masyarakat terutama kalangan yang membutuhkan alternatif beras sehat.
“Ini sudah berjalan. Antusias masyarakat, terutama pelaku diet dan pecinta pangan sehat, sangat baik,” ujarnya.
Kelima Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat DPKP Kalsel memberikan sertifikasi lahan secara gratis untuk meningkatkan legalitas, kualitas produksi, dan nilai jual komoditas.
“Jika lahan porang bersertifikat, nilai jual panennya otomatis lebih tinggi. Sertifikasi ini gratis,” tambah Rahmawati.
Keenam Petani Organik Naik Kelas. Program sertifikasi gratis untuk produk pertanian organik guna meningkatkan daya saing dan nilai jual di pasar. Ketujuh Padi Apung Tumbuh, Benih Unggul Terwujud. Mengembangkan inovasi padi apung dari produksi gabah menjadi produksi benih sumber yang ditanam di lahan rawa.
“Sekarang padi apung tidak hanya untuk konsumsi, tapi untuk menghasilkan benih unggul. Ke depan, kita juga akan mengembangkan beras khusus berbasis padi apung, termasuk beras organik bernilai tinggi,” kata Rahmawati.
Ketujuh program tersebut menjadi fondasi arah pembangunan sektor pangan Kalsel hingga tahun 2030.
DPKP Kalsel menargetkan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, dan perluasan peluang ekonomi kreatif di sektor pertanian.
“Semoga program ini berjalan optimal hingga 2030 dan mampu menjawab tantangan pangan ke depan,” tutup Rahmawati. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).
-
Nasional3 tahun agoSambut Tahun Baru 2023, IOH Region Kalisumapa Siapkan Command Center
-
Nasional5 bulan agoAkhmad Munir Terpilih Ketua Umum PWI Pusat, Tiga Formatur Disepakati
-
Kalteng1 tahun agoPj Bupati Murung Raya Buka Forum Komunikasi Implementasi Pencapaian UHC
-
Nasional3 tahun agoEvaluasi Harga Berkala, Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax dan Dex Series Per 3 Januari
-
Kalteng6 bulan agoWakil Bupati Murung Raya Hadiri Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Aula Kantor Gubernur
-
Kalsel6 bulan agoBupati H Fani Ingin Wujudkan Tabalong Religius
-
Kalsel6 bulan agoBupati Inginkan Kolaborasi Sukseskan Tabalong Smart
-
Kalteng5 bulan agoBupati Heriyus Kunker ke PT Adaro Minerals, Dorong Sinergi Perusahaan dan Pemda untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau6 bulan agoKoperasi Merah Putih Dianggap Strategis Bangun Ekonomi Lokal
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau6 bulan agoFraksi DPRD Pulpis Sepakat Bahas Revisi Perda OPD
