Adventorial
Ribuan Sembako Dibagikan, Warga Batola Sambut Lebaran Lebih Lega
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola). Melalui kolaborasi Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta sejumlah SKPD, digelar kegiatan Pasar Murah yang dirangkai dengan pembagian ribuan paket sembako di Teras Aula Selidah, Selasa (17/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Batola Hj. Norhayati Bahrul Ilmi, Ketua DWP Batola, perwakilan Bank Kalsel Cabang Marabahan, serta jajaran pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Batola.
Ketua TP PKK Batola, Hj. Norhayati Bahrul Ilmi, dalam laporannya menyampaikan bahwa total sebanyak 2.614 paket sembako berhasil dikumpulkan dari berbagai elemen. Rinciannya meliputi 1.100 paket dari TP PKK Batola, 1.160 paket dari DWP Batola, serta 350 paket dari Disbunnak Batola.
Ia menjelaskan, bantuan dari DWP difokuskan kepada ASN golongan I dan II, PPPK, para pensiunan lansia, imam masjid, hingga kaum musala di wilayah Marabahan.
Tak hanya itu, sebanyak 1.000 paket sembako gratis juga disiapkan bagi masyarakat sektor informal. Sasaran penerima meliputi pedagang ikan, pengemudi ojek, sopir taksi, tukang becak, petugas kebersihan, hingga guru PAUD binaan PKK.
Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Diskopperindag dan Bank Kalsel, atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Ini adalah wujud rasa syukur sekaligus perhatian kita kepada masyarakat. Saya sangat mengapresiasi karena bantuan ini benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Bupati berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta membawa kebahagiaan di momen menjelang lebaran. Ia juga mendoakan agar seluruh pihak yang terlibat mendapatkan keberkahan.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan paket sembako secara simbolis oleh Bupati bersama Ketua TP PKK dan Ketua DWP kepada perwakilan penerima, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial. (adv/kb).
Adventorial
Bupati Lepas Mudik Gratis, Akses Pulang Kampung Makin Mudah
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Suasana haru dan penuh antusiasme mewarnai Dermaga Siring Ulek Marabahan, Selasa (17/3/2026), saat Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi secara resmi melepas peserta program Mudik Gratis bertajuk “Hati Lega Lebaran Bahagia.”
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Barito Kuala Herman Susilo bersama seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, sebagai wujud nyata dukungan terhadap pelayanan publik menjelang arus mudik Idulfitri.
Program mudik gratis ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang hendak pulang ke kampung halaman melalui jalur sungai.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Kuala dalam laporannya menyampaikan bahwa layanan ini dilaksanakan selama empat hari sebelum Hari Raya Idulfitri untuk arus keberangkatan, serta empat hari setelahnya untuk arus balik. Rute yang dilayani meliputi Marabahan–Kuripan dan Kuripan–Marabahan, dengan dukungan empat armada speedboat yang disiapkan khusus.
Kondisi geografis Barito Kuala yang didominasi wilayah perairan menjadikan transportasi sungai sebagai urat nadi mobilitas masyarakat. Karena itu, program ini dinilai sangat relevan dan dibutuhkan, terutama untuk menjamin perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan tertib.
Wakil Bupati Herman Susilo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program tersebut. Ia berharap kehadiran mudik gratis ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sementara itu, Bupati H. Bahrul Ilmi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang bersama keluarga.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau, sehingga kebahagiaan berkumpul bersama keluarga di hari raya dapat dirasakan sepenuhnya,” ujarnya.
Program Mudik Gratis “Hati Lega Lebaran Bahagia” pun menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di momen penting seperti Idulfitri. (adv/kb).
Adventorial
Rifqinizamy Bawa Kabar Program Besar untuk Batola
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan Safari Ramadhan yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) di Aula Selidah, Senin (16/03). Agenda tersebut dirangkai dengan silaturahmi serta buka puasa bersama keluarga besar HMI dan KAHMI se-Batola.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Batola, H. Bahrul Ilmi bersama istri. Hadir pula Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda didampingi istri, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda. Turut meramaikan, Sekretaris Daerah Batola beserta jajaran, pimpinan SKPD, mitra kerja Komisi II DPR RI, Ketua Bawaslu Kalimantan Selatan dan Batola, perwakilan ATR/BPN, Bank Kalsel, hingga akademisi dari UIN Antasari, Prof. Dr. Ani Cahyadi.
Dalam sambutannya, Bupati Bahrul Ilmi mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran Rifqinizamy Karsayuda. Menurutnya, legislator tersebut dikenal aktif memperjuangkan kepentingan daerah, khususnya Kalimantan Selatan, di tingkat pusat.
“Beliau selalu konsisten menyuarakan aspirasi daerah. Kehadiran ini tentu menjadi energi positif bagi pembangunan Batola,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat keimanan, sekaligus berharap keberkahan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sementara itu, Rifqinizamy Karsayuda memaparkan sejumlah rencana strategis yang akan diarahkan ke Barito Kuala. Salah satunya program pengelolaan sampah terpadu melalui Local Sustainability Development Project (LSDP) yang direncanakan terealisasi pada 2027 dengan nilai anggaran mencapai Rp150 miliar. Program ini mencakup pembangunan TPS terpadu hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk.
Selain itu, ia juga mendorong dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan konsep pemberdayaan petani dan peternak lokal sebagai pemasok utama kebutuhan pangan.
Di sektor pertanahan, Rifqinizamy memastikan adanya tambahan kuota Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dijadwalkan pada Juli mendatang. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya yang ingin mengembangkan usaha mandiri.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan revitalisasi infrastruktur, termasuk rencana pembangunan bundaran di kawasan Handil Bakti yang dinilai strategis sebagai pintu masuk Kalimantan Selatan dari arah Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Batola turut menyalurkan bantuan Safari Ramadhan sebesar Rp25 juta untuk masjid di wilayah Rantau Badauh dan Barambai. Penyerahan bantuan CSR dari Bank Kalsel serta sertifikat tanah secara simbolis dari BPN kepada masyarakat juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Acara kemudian ditutup dengan tausiyah agama dan buka puasa bersama, menciptakan suasana hangat yang memperkuat silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat Barito Kuala. (adv/kb).
Adventorial
Bupati Bahrul Ilmi Tutup Kuliner Ramadan Baiman 1447 H di RTH Jembatan Barito
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com — Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi secara resmi menutup kegiatan Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jembatan Barito, Minggu (15/3) sore.
Dalam sambutannya, Bahrul Ilmi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk kuliner selama Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tempat masyarakat mencari takjil dan berbagai makanan berbuka puasa, tetapi juga turut mendorong perputaran ekonomi lokal di Kabupaten Barito Kuala.
“Selama kegiatan berlangsung terlihat adanya transaksi ekonomi yang cukup aktif. Ini menunjukkan UMKM kita memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti sejumlah kendala yang sempat terjadi selama pelaksanaan kegiatan, seperti hujan dan angin kencang yang berdampak pada beberapa stan pedagang. Ia berharap hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang agar lebih baik dan tertata.
Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Barito Kuala selaku penyelenggara, panitia pelaksana, para pedagang, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menutup sambutannya, Bahrul Ilmi secara resmi menyatakan berakhirnya rangkaian Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah.
“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil ‘alamin, kegiatan Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah pada Minggu, 15 Maret 2026, saya nyatakan selesai dan resmi ditutup,” katanya. (adv/kb).
Adventorial
205 Peserta Ikuti Tahsin Al-Qur’an di Batola
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com Semangat memperbaiki bacaan Al-Qur’an menggema di Masjid Nurul Anwar, Marabahan. Sebanyak 205 peserta mengikuti kegiatan Tahsinul Qur’an yang digelar Muslimat NU bersama TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, hingga 16 Maret 2026 ini menjadi wadah bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman sekaligus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah tokoh daerah dan organisasi perempuan, di antaranya Ketua GOW, Ketua DWP, Ketua TP PKK, Sekretaris NU, Ketua Baznas, Ketua Masjid Nurul Anwar, serta Ketua PC Muslimat NU Batola.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Dea Fawa Sakira. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Hj. Holdawati, S.Ag.
Sambutan sekaligus pembukaan acara disampaikan Ketua DWP Barito Kuala yang juga Penasihat Muslimat NU, Hj. Herwina Zulkipli Yadi Noor, mewakili Ketua TP PKK.
Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya membaca Al-Qur’an secara benar, terutama memperhatikan tajwid, makhrajul huruf, dan sifatul huruf.
Menurutnya, kesalahan kecil dalam pelafalan huruf dapat mengubah makna ayat yang dibaca.
“Kita akui masih banyak yang belum fasih membaca Al-Qur’an sesuai kaidah. Padahal sedikit saja salah melafalkan huruf, maknanya bisa berubah. Belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia, tua maupun muda tetap wajib memperbaiki bacaan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peserta saja, tetapi ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada keluarga, khususnya anak-anak di rumah.
“Harapannya, pembacaan Al-Qur’an secara tartil sesuai sunnah bisa terjaga dan lahir generasi yang cinta Al-Qur’an,” tambahnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Sekretaris NU, H. Syaukani, S.Ag., kemudian memasuki sesi inti pembelajaran tahsin yang disampaikan oleh Ustadz M. Ashfia Rayhan, S.Pd.I.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kecintaan masyarakat Barito Kuala terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh, sekaligus meningkatkan kualitas bacaan umat agar lebih baik dan benar. (adv/kb).
Adventorial
Pemkab Batola Perkuat Penataan Wilayah Lewat Perda RTRW 2025–2045
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batola Tahun 2025–2045. Kebijakan strategis ini menjadi pijakan utama dalam mengatur arah pembangunan daerah selama 20 tahun ke depan.
Bupati Batola, Bahrul Ilmi, menegaskan bahwa Perda RTRW merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan tata kelola ruang wilayah yang lebih tertib, terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
“Perda RTRW ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah dalam merencanakan dan mengelola tata ruang wilayah Kabupaten Barito Kuala secara lebih terarah,” ujar Bahrul Ilmi di Marabahan, Kamis (29/01/2026).
Menurutnya, penetapan RTRW Batola 2025–2045 memiliki arti strategis karena akan menentukan arah pembangunan daerah dalam jangka panjang, mulai dari pengembangan kawasan, investasi, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.
Ia berharap dokumen tata ruang tersebut dapat menjadi pedoman penting dalam mengendalikan pemanfaatan lahan dan pengembangan wilayah, sekaligus memastikan sinkronisasi pembangunan lintas sektor.
Dengan demikian, lanjutnya, pembangunan daerah dapat berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Batola yang telah berperan aktif dalam proses pembahasan hingga pengesahan Raperda RTRW menjadi Perda.
Persetujuan bersama DPRD terhadap Raperda RTRW Kabupaten Batola Tahun 2025–2045 tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Gedung DPRD Batola.
Dengan disahkannya Perda RTRW ini, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berharap pembangunan daerah ke depan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. (adv/kb).
Adventorial
Ikan Mati Massal di Sungai Barito, Puluhan Pokdakan Batola Menjerit Rugi
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Kematian massal ikan budidaya di Sungai Barito membuat puluhan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, mengalami kerugian besar. Rabu (28/01/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batola mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera menyalurkan bantuan bagi para pembudidaya yang terdampak.
Wakil Ketua I DPRD Batola, Harmuni, mengatakan sejumlah warga dan pembudidaya ikan datang langsung ke kantor DPRD untuk menyampaikan keluhan mereka terkait kerugian akibat kematian ikan secara massal di Sungai Barito.
“Warga tadi datang ke sini menyampaikan kerugian yang mereka alami. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, bahkan pemerintah pusat,” ujar Harmuni usai menggelar pertemuan dengan dinas terkait untuk membahas penyebab kematian ikan tersebut.
Politisi PPP Batola itu menjelaskan, persoalan tersebut sudah dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Batola dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kepala DKPP Batola Suwartono Susanto mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan sementara, sedikitnya 25 Pokdakan terdampak akibat kejadian tersebut. Kelompok pembudidaya yang mengalami kerugian tersebar di Kecamatan Marabahan, Bakumpai, serta sebagian wilayah Kecamatan Kuripan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel serta tim dari Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin. Mereka juga sudah turun langsung ke lapangan, dan kami sudah mengajukan proposal bantuan,” jelas Suwartono.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Batola Sugimin menyampaikan, ikan yang mati masih dapat dikonsumsi selama kondisi tubuh ikan masih segar dan belum membusuk.
Terpisah, Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PDAM Batola Nizirni menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Batola menggunakan air baku dari Sungai Barito, di antaranya Marabahan, Bakumpai, Cerbon, Rantau Badauh, Belawang, Wanaraya, dan Anjir. Sementara itu, wilayah Alalak menggunakan sumber air baku dari Sungai Pinang.
Pemerintah daerah saat ini masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti kematian ikan tersebut, sekaligus mencari langkah penanganan agar kejadian serupa tidak kembali merugikan para pembudidaya ikan di wilayah Batola. (adv/kb).
Adventorial
NPC Batola Dorong Kesetaraan Bonus Atlet Paralympic dengan KONI
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com — National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, mengusulkan agar bonus bagi atlet paralympic disamakan dengan bonus yang diterima atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi II DPRD Batola dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola.
Kepala Disporbudpar Batola H. Sirpan mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi keberadaan dan prestasi para atlet NPC yang telah mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat internasional.
“Hari ini kami melakukan pertemuan bersama Komisi II DPRD Batola dan NPC untuk membahas perkembangan olahraga paralympic di daerah. Kami sangat bangga karena atlet NPC Batola atas nama Fauzi berhasil meraih dua medali, yaitu emas dan perak pada ajang ASEAN Para Games di Thailand tahun 2026,” ujarnya di DPRD Batola, Rabu (28/01/2026).
Menurut Sirpan, dalam pertemuan tersebut NPC Batola menyampaikan harapan agar para atlet paralympic mendapatkan perhatian yang sama, termasuk dalam hal pemberian bonus prestasi.
“Kami berharap dengan dukungan pemerintah daerah dan DPRD, khususnya Komisi II, para atlet NPC juga bisa mendapatkan penghargaan yang setara karena mereka telah membawa nama baik daerah,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini menjadi salah satu pertimbangan. Hal itu menyusul adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp260 miliar.
“Kondisi ini tentu menjadi perhitungan bagi pemerintah daerah. Meski begitu, kami berharap ada solusi terbaik agar harapan para atlet tetap bisa terpenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Batola Hasimudin mengungkapkan bahwa NPC Batola sebelumnya telah mengajukan anggaran bonus untuk para atlet paralympic. Namun, saat penetapan anggaran, jumlah yang disetujui hanya sekitar 50 persen dari usulan.
Karena itu, pihak NPC meminta DPRD Batola untuk kembali memperjuangkan tambahan anggaran tersebut melalui APBD Perubahan.
“Mereka berharap bonus atlet NPC bisa setara dengan atlet KONI. Kami akan membicarakan hal ini dengan bupati agar bisa mendapatkan perhatian,” ujar Hasimudin.
Menurutnya, para atlet paralympic juga merupakan putra-putri terbaik bangsa yang telah berjuang membawa nama daerah di ajang olahraga internasional sehingga layak mendapatkan apresiasi yang setara. (adv/kb).
Adventorial
DPRD Batola Sahkan Raperda RTRW 2025–2045
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Kuala menggelar Rapat Paripurna ke-6 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (28/01/2026).
Dalam rapat tersebut, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Barito Kuala Tahun 2025–2045.
Rapat paripurna ini menjadi momentum penting bagi arah pembangunan daerah, karena RTRW akan menjadi dokumen utama yang mengatur perencanaan dan pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten Barito Kuala selama dua dekade ke depan.
Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi menegaskan, Raperda RTRW merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan tata ruang wilayah yang tertib, terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
“Raperda RTRW ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam memastikan penataan ruang wilayah berjalan secara terarah. Peraturan daerah ini nantinya menjadi dasar hukum dalam perencanaan pembangunan serta pengelolaan tata ruang di daerah,” ujar Bahrul Ilmi.
Menurutnya, keberadaan RTRW sangat penting untuk mengatur pengembangan wilayah, mengendalikan pemanfaatan ruang, serta menyelaraskan pembangunan lintas sektor, sehingga pertumbuhan daerah dapat berjalan seimbang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Batola atas dukungan serta kerja sama yang diberikan selama proses pembahasan hingga Raperda tersebut dapat disetujui bersama.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Batola yang telah memberikan perhatian dan kontribusi pemikiran dalam setiap tahapan pembahasan hingga Raperda ini dapat disepakati bersama,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, penetapan RTRW Kabupaten Barito Kuala Tahun 2025–2045 memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah dalam jangka panjang, sekaligus menjadi pedoman bagi pemerintah maupun investor dalam memanfaatkan ruang wilayah secara bijak.
Dengan adanya RTRW tersebut, diharapkan pembangunan di Kabupaten Barito Kuala dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain persetujuan Raperda RTRW, rapat paripurna juga dirangkaikan dengan penyampaian Raperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Bupati menjelaskan, perubahan regulasi tersebut dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap perkembangan kebijakan nasional serta kebutuhan daerah dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui perubahan regulasi tersebut, pemerintah daerah berharap pengelolaan pajak dan retribusi dapat berjalan lebih optimal, transparan, serta mampu mendukung peningkatan kapasitas fiskal daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan.
Rapat paripurna ini sekaligus menegaskan komitmen DPRD dan Pemkab Barito Kuala dalam memperkuat kebijakan pembangunan daerah melalui regulasi yang berpihak pada tata kelola wilayah yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (adv/kb).
Adventorial
Merangkul Semua di Usia 66 Tahun: Semangat Batola Menatap Pembangunan
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com -Pagi itu, Lapangan 5 Desember Marabahan dipenuhi wajah-wajah ceria. Masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Barito Kuala (Batola) berkumpul, menyatu dalam suasana perayaan Hari Jadi ke-66 daerah mereka, Minggu (4/01/2026). Bendera dan dekorasi warna-warni menghiasi area lapangan, menambah semarak momentum yang bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi pengingat perjalanan panjang Batola dalam membangun daerah.
Di tengah kemeriahan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Hasnuryadi Sulaiman hadir membacakan sambutan Gubernur Kalsel H Muhidin. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan.
Menurut Hasnuryadi, meskipun setiap daerah memiliki visi dan misi masing-masing, tujuan besar yang ingin dicapai tetap sama, yaitu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Hal tersebut juga sejalan dengan misi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Ia menilai Kabupaten Barito Kuala memiliki posisi yang sangat strategis. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah serta menjadi bagian dari kawasan Banjarbakula menjadikan Batola memiliki peluang besar untuk berkembang lebih cepat.
“Posisi strategis Batola ini akan semakin memperkuat peran Kalimantan Selatan sebagai pusat pertumbuhan di Pulau Kalimantan,” ujarnya.
Dukungan pemerintah provinsi terhadap pembangunan di Batola juga diwujudkan melalui berbagai program, terutama di bidang infrastruktur. Di antaranya peningkatan Jalan Anjir Pasar–Wanaraya serta perbaikan Jalan Wanaraya–Marabahan yang diharapkan dapat memperlancar konektivitas masyarakat dan distribusi ekonomi.
Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan pada penanganan kawasan permukiman kumuh serta bantuan rumah tidak layak huni bagi masyarakat. Di sektor pertanian, pemerintah provinsi turut mendorong pengembangan budidaya kelapa genjah yang direncanakan mencapai ribuan hektare.
Sementara itu, Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan daerahnya. Ia juga berterima kasih kepada Gubernur Kalsel H Muhidin, Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman, Ketua TP-PKK Kalsel Hj Fathul Jannah, Ketua GOW Kalsel, serta seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir memeriahkan peringatan hari jadi tersebut.
Bagi Bahrul Ilmi, peringatan hari jadi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan refleksi atas perjalanan pembangunan yang telah dilalui bersama.
“Ini adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas berbagai capaian pembangunan yang telah dirasakan masyarakat berkat kerja sama semua pihak,” ungkapnya.
Pada usia ke-66 tahun ini, Kabupaten Barito Kuala mengusung tema “Merangkul Semua, Membangun Batola.” Tema tersebut menggambarkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun dengan semangat keterbukaan, kebersamaan, dan persatuan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Bahrul Ilmi, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak agar Batola mampu berkembang dan bersaing dengan daerah lain.
“Tema ini adalah seruan gotong royong. Semua pihak harus bahu-membahu membangun Barito Kuala agar semakin maju,” tegasnya.
Di tengah tantangan pembangunan, termasuk adanya pengurangan dana transfer ke daerah (TKD), pemerintah daerah tetap berupaya mencari berbagai solusi agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
Di bawah langit Marabahan yang cerah pagi itu, semangat kebersamaan terasa begitu kuat. Usia ke-66 menjadi penanda bahwa Batola terus melangkah, merangkul semua pihak, dan menatap masa depan dengan harapan baru. (adv/kb).
-
Nasional3 tahun agoSambut Tahun Baru 2023, IOH Region Kalisumapa Siapkan Command Center
-
Nasional3 tahun agoEvaluasi Harga Berkala, Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax dan Dex Series Per 3 Januari
-
Nasional7 bulan agoAkhmad Munir Terpilih Ketua Umum PWI Pusat, Tiga Formatur Disepakati
-
Kalteng2 tahun agoPj Bupati Murung Raya Buka Forum Komunikasi Implementasi Pencapaian UHC
-
Kalsel8 bulan agoBupati H Fani Ingin Wujudkan Tabalong Religius
-
Kalteng7 bulan agoBupati Heriyus Kunker ke PT Adaro Minerals, Dorong Sinergi Perusahaan dan Pemda untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau7 bulan agoKoperasi Merah Putih Dianggap Strategis Bangun Ekonomi Lokal
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau7 bulan agoFraksi DPRD Pulpis Sepakat Bahas Revisi Perda OPD
-
Nasional3 tahun agoRekomendasi 5 HP Vivo Dual Kamera Harga Murah Januari 202
-
Kalsel8 bulan agoTabalong Wujudkan Program Satu Desa Satu Pendakwah
