Connect with us

Banjarbaru

Menuju Gerbang Logistik Kalimantan, Bappeda Kalsel Paparkan Visi Misi Pemprov Kalsel 2025-2029

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan paparkan visi – misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan 2025-2029 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yakni Kalsel Bekerja menuju Gerbang Logistik Kalimantan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan, Ariadi Noor mengatakan, penyususnan RPJMD ini sudah kick off, diawali dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan mengadopsi visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel terpilih H Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman, dengan proses penyusunannya melakukan harmonisasi dengan rancangan tekhnokratik RPJMD lebih awal.

”Ternyata dalam perjalanannya beberapa bulan ini kita sudah mendapatkan kesesuaian yang luar biasa, karena kami nilai apa yang disusun oleh Pa gubernur dan wakil gubernur pada pilkada kemarin lewat visi misinya itu selaras, berkesesuaianlah, jadi tidak susah kami dalam meharmonisasikan dengan rancangan tekhnokratik,” kata Ariadi saat Rapat Orientasi Penyusunan RPJMD di Ruang Rapat Syahril Kantor Bappeda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (16/1/2024).

Ia mengatakan, dalam menjalankan RPJMD ini memiliki tantangan yang begitu berat karena visi misi gubernur yang bunyinya Kalsel Bekerja (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi dan Sejahtera) itu betul-betul nanti dieksekusi oleh Rencana Strategis (Renstra) SKPD.

”Jadi tidak mungkin RPJMD saja bagus tanpa memperhatikan kualitas dari Renstra SKPD,” ucap Ariadi.

Ia menambahkan, penyelesaian RPJMD ini paling lama kalau aturannya seperti pemberitahuan awal oleh Mendagri paling lama pada agustus 2025 dan saat ini pihaknya juga sedang menyusun RKPD murni 2026 dan RKPD Perubahan 2025.

”Jadi kita panen kerjaan nih, 3 borongan sekaligus dan ketiganya berkaitan,” tambahnya.

Selanjutnya, Ia menyampaikan bahwa tugas berikutnya menyesuaikan dan menyelaraskan dengan RPJMN yang pada tanggal 20 januari nanti sudah diperpreskan dan menjadi pedoman untuk menyusun RPJMD 2025 – 2029 Kalsel.

”Semoga dengan RPJPD keselarasannya terbaik nasional nanti RPJMD juga harus baik lah, dan bisa lebih baik lagi lah. Supaya kalau sudah selaras dengan pusat, maka kita akan gampang menuntaskan target-target nasional yang ada didaerah,” ucapnya.

Adapun program prioritas dalam RPJMD, Ariadi menuturkan yaitu 10 janji gubernur dan wakil gubernur pada pilkada lalu serta 5 misi yaitu pembangunan manusia yang unggul, berbudaya, dan berakhlak mulia, kemudian pembangunan infrastruktur yang handal, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata dan syariah, penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta tata kelola pelayanan publik yang mudah dan cepat.

”Jadi untuk mendorong gerbang logitik tentunya infrastruktur menjadi salahsatu program prioritas. Saat ini pembangunan jembatan pulau laut, pelabuhan mekar putih, serta akan ada pembangunan daerah Airocity di kawasan Bandara Syamsudin Noor dan untuk kepemudaan akan dibangun sport city sebagai pusat olahraga,” pungkasnya. (adv/kmf/kb).

 

Banjarbaru

Gubernur Muhidin Lantik 54 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB

Published

on

Acara pelantikan Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB Negeri di lingkup Pemprov Kalsel di Gedung DR KH Idham Chalid, di Banjarbaru, Senin (16/3/2026) pagi.

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Sebanyak 54 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi dilantik oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan M. Syarifuddin di Gedung DR KH Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (16/3/2026) pagi.

Pelantikan tersebut merupakan hasil dari proses rotasi, mutasi, dan pengangkatan yang telah memenuhi persyaratan serta melalui tahapan pelatihan BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah).

Dalam sambutan tertulis Gubernur H. Muhidin yang dibacakan Sekdaprov M. Syarifuddin, disampaikan ucapan selamat kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, sekaligus pesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai motor penggerak dalam memajukan pendidikan, memimpin proses pembelajaran, sekaligus menjadi figur yang menentukan arah dan budaya kerja di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengangkatan kepala sekolah dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kompetensi. Seluruh kepala sekolah yang dilantik juga telah melalui tahapan pelatihan BCKS, sehingga diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.

Selain itu, para kepala sekolah diminta untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan proses yang tidak sesuai dengan aturan, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menghadirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, membangun budaya kerja profesional, mengembangkan inovasi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.

Ia turut mengharapkan kepala sekolah mampu membangun kolaborasi dengan guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta dunia usaha dan dunia industri guna meningkatkan mutu pendidikan.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin menyampaikan bahwa pelantikan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja satuan pendidikan serta berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor pendidikan.

Ia menjelaskan, rata-rata lama sekolah di Kalimantan Selatan saat ini masih berada di kisaran 8,6 hingga 9 tahun. Oleh karena itu, kepala sekolah diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi pendidikan dan mengajak masyarakat untuk kembali bersekolah.

Pelantikan tersebut turut dihadiri para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tenaga ahli gubernur, serta pejabat eselon di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Ratusan Warga Serbu Bazar Murah dan GPM

Published

on

Warga antusias menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazar Murah di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, pada Senin (16/3/2026).

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Ratusan warga memadati kegiatan Bazar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sejak pagi, warga telah memadati lokasi. Antusiasme terlihat saat kegiatan dibuka, masyarakat langsung berbelanja berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Acara dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan M. Syarifuddin, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalsel Masrufah Syarifuddin. Turut hadir Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, jajaran Forkopimda, mitra kerja, serta kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan TP PKK Provinsi Kalsel.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Ini bentuk komitmen kami dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga, terutama menjelang hari raya ketika kebutuhan cenderung meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan permintaan bahan pokok menjelang Idulfitri kerap dimanfaatkan sebagai peluang pasar oleh produsen dan pedagang. Namun di sisi lain, kondisi tersebut dapat membebani masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Karena itu, Gubernur mengimbau para produsen dan pedagang untuk tetap mematuhi harga acuan dan harga eceran tertinggi guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar tidak memicu lonjakan harga.

“Kami ingin berkah Ramadan dapat dirasakan seluruh masyarakat. Kebutuhan pokok yang bergizi harus tetap terjangkau agar ibadah puasa dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai instansi dan mitra, di antaranya DPKP Provinsi Kalsel, Dinas Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM, Perum Bulog, Bank Indonesia, Bank Kalsel, PT Bangun Banua, serta TP PKK Provinsi Kalsel.

Kepala DPKP Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, pasar murah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Sesuai arahan Gubernur H. Muhidin, kegiatan ini untuk membantu masyarakat agar bisa menyambut Idulfitri dengan gembira. Harga yang ditawarkan bahkan ada yang didiskon hingga 50 persen, dan sebagian bantuan juga diberikan secara gratis,” jelasnya.

Selain bahan pangan, kegiatan ini juga menyediakan layanan penukaran uang dari perbankan guna memudahkan masyarakat menjelang Lebaran.

Salah satu warga, Wati (35), mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia mengaku bisa membeli kebutuhan dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran.

“Tadi beli ayam satu ekor seharga lima puluh ribu. Sayur juga banyak yang murah. Alhamdulillah sangat membantu,” ujarnya. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Amankan Arus Mudik, Polda Kalsel Siapkan 3.740 Titik Pengamanan

Published

on

Gelar apel operasi “Ketupat Intan 2026” di Banjarbaru, Kamis (12/03/2026) sore.

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menggelar apel Operasi Ketupat Intan 2026 di Banjarbaru, Kamis (12/03/2026) sore, guna memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan aparat keamanan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan bersama instansi terkait akan terus bersinergi dengan kepolisian dan TNI untuk memastikan kelancaran arus mudik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan lancar.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari pengamanan dan pelayanan perayaan Idulfitri di wilayah hukum Polda Kalsel.

Dalam Operasi Ketupat Intan 2026, Polda Kalsel menyiapkan pengamanan di 3.740 titik yang tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.

“Untuk mendukung pengamanan tersebut disiapkan 3 pos terpadu, 21 pos pengamanan, dan 14 pos pelayanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam operasi ini pihaknya melibatkan sebanyak 2.189 personel, yang terdiri dari 1.166 personel Polri, 247 personel TNI, serta 1.023 personel dari berbagai instansi terkait.

Pengamanan difokuskan pada jalur-jalur mudik, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama masa Lebaran.

Kapolda juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya, termasuk aksi balap liar.

Ia mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Banjarbaru Jadi Titik Ketiga Safari Ramadan Pemprov Kalsel

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman beserta Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby saat menyerahkan bantuan untuk Masjid Al-Ikhlas di Kompleks Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, Jumat (6/3/2026) malam.

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Ikhlas, Kompleks Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, Jumat (6/3/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby, unsur Forkopimda Banjarbaru, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Suasana kebersamaan terasa hangat saat masyarakat berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari silaturahmi, penyerahan bantuan, hingga berbuka puasa bersama.

Gubernur H. Muhidin menyampaikan rasa syukur dapat kembali bersilaturahmi dengan masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadan yang menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan setiap tahun.

“Alhamdulillah hari ini saya bersama adinda Hasnur bisa hadir langsung di Banjarbaru bersama masyarakat. Insya Allah besok pak Wakil Gubernur akan melanjutkan Safari Ramadan di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujarnya.

Banjarbaru menjadi titik ketiga dalam rangkaian Safari Ramadan yang dilaksanakan tahun ini. Sebelumnya kegiatan serupa telah digelar di Kabupaten Banjar yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kemudian dilanjutkan di Kabupaten Barito Kuala yang dihadiri langsung oleh Gubernur.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum berbagi kepada masyarakat di bulan suci Ramadan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyalurkan sejumlah paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

Pada kesempatan itu, Gubernur H. Muhidin turut menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Al-Ikhlas agar dapat terus dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ibadah dan kemasyarakatan.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan dalam rangka Safari Ramadan di Kota Banjarbaru.

Ia juga mengucapkan terima kasih karena Banjarbaru dipilih sebagai salah satu lokasi Safari Ramadan tahun ini. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah menjadi semangat bagi pemerintah kota dan masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan.

Lisa juga mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, baik berupa paket sembako bagi masyarakat maupun bantuan dana untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas yang dinilai sangat bermanfaat bagi warga serta mendukung peningkatan sarana ibadah di Kota Banjarbaru. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Transparan Soal Pangan, DPKP Kalsel Diganjar Predikat Top Influencer

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keterbukaan informasi publik.

Pada malam penganugerahan Apresiasi Media Pemprov Kalsel (AMPK)  yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, instansi ini meraih Penghargaan Top Influencer yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin diwakili Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada SKPD yang aktif memberikan informasi pembangunan daerah secara terbuka, cepat, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, pertama kita mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan rahmat kepada kita semua. Malam hari ini kami kembali mendapatkan anugerah sebagai terbaik pertama,” ujarnya.

Syamsir menegaskan, prestasi ini bukan hanya milik dirinya, tetapi buah kerja keras seluruh jajaran di DPKP Kalsel. Mulai dari sekretariat, para kepala bidang, kepala UPT, hingga tim humas yang setiap hari bekerja memastikan informasi pembangunan pertanian tersampaikan kepada publik.

“Ini tidak lain adalah dukungan dari semua pihak. Setiap hari kami mengabarkan perkembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, baik keberhasilan maupun hambatan. Semua harus transparan karena ini kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur Kalsel secara langsung mengikuti laporan-laporan yang disampaikan DPKP, sehingga menjadi dorongan tersendiri agar penyampaian informasi dilakukan secara cepat dan akurat.

Lebih lanjut ia menyampaikan memaparkan capaian sektor pertanian Kalsel. Tahun ini, produksi padi Kalimantan Selatan mencatat rekor dengan angka 1.163.000 ton, tertinggi di regional Kalimantan.

“Kebutuhan Kalsel hanya sekitar 600 ribu ton. Artinya, separuh dari produksi kita ikut menyuplai Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelas Syamsir.

Beberapa provinsi lain di regional Kalimantan mengalami fluktuasi, bahkan penurunan produksi, namun Kalsel berhasil mempertahankan tren positif.

“Apalagi Prestasi besar juga diraih Kalsel pada tingkat nasional. Setelah tiga tahun berturut-turut ditempati Bali, tahun ini Kalimantan Selatan berhasil menjadi Juara 1 Nasional Ketahanan Pangan,” bebernya.

Syamsir menyebut capaian tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, terutama dengan TNI, Polri, dan Badan Intelijen Daerah (Binda) dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

“Ini adalah upaya bersama untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terpenuhi. Ketersediaan pangan kita aman. Ketika daerah lain kekurangan, kita justru berlebih, dan itu harus kita syukuri sambil tetap waspada,” ucapnya.

Syamsir mengajak kepada seluruh SKPD agar terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

“Kita adalah pembantu-pembantu pimpinan daerah. Informasi tentang pembangunan harus tersampaikan kapan saja, siang maupun malam,” ujarnya.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Distan Kalsel untuk terus memperkuat komunikasi publik, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Banua. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

PASI Kalsel Gelar Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Nasional

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Tingkat Nasional pada akhir tahun 2025. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan beberapa peserta dari Kalimantan Tengah.

Ketua PASI Kalsel, Said Subari, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan para pelatih atletik di daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian pelatihan nasional yang akan terus berlanjut.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memperkuat kompetensi para pelatih, sehingga pembinaan atletik di Kalsel dapat dilakukan secara lebih profesional dan terstandarisasi,” ujarnya.

Instruktur Pengurus Besar PASI, Moh. Nanang Himawa Kusuma, menjelaskan bahwa materi pelatihan mengadopsi kurikulum resmi World Athletics (Federasi Atletik Dunia). Seluruh konten yang berbahasa Inggris telah disesuaikan dan disampaikan dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami peserta.

Pelatihan mencakup sesi teori, praktik lapangan pada seluruh 16 nomor atletik, hingga ujian praktik. Menurut Nanang, keseluruhan materi diberikan secara seimbang untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun pengetahuan pelatih.

Nanang menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan standardisasi pelatih atletik di Indonesia. World Athletics mewajibkan seluruh pelatih memiliki sertifikasi minimal Level 1 Internasional, namun kendala bahasa masih menjadi hambatan besar di Indonesia.

“Melalui pelatihan ini, kami memetakan pelatih-pelatih potensial dari daerah. Selanjutnya akan didorong untuk mengikuti sertifikasi Level 1 Internasional agar kualitas pembinaan atletik Indonesia dapat setara dengan standar dunia,” jelasnya.

Ia berharap melalui pelatihan ini akan muncul pelatih berkualitas yang mampu meningkatkan prestasi atletik di Kalimantan Selatan maupun nasional. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Layanan 5 Rajab, Disbunnak Siapkan Makanan Pos Kesehatan dan Area Istirahat Nyaman

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Menyambut Momen 5 Rajab yang menjadi agenda keagamaan besar di Kalimantan Selatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan kembali ditunjuk oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, sebagai salah satu titik penyedia layanan jemaah. Penunjukan ini menegaskan konsistensi Disbunnak dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik pada kegiatan keagamaan berskala besar.

Pelayanan akan mulai dibuka pada 27 Desember, sesuai arahan pimpinan. Layanan utama berlangsung sejak H-1 pada 28 Desember hingga puncak Momen 5 Rajab, 29 Desember.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan layanan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk para jemaah Momen 5 Rajab yang singgah di pusat layanan kami,” ujar Suparmi.

Di titik layanan yang berlokasi di Disbunnak Kalsel, jemaah akan disambut dengan berbagai fasilitas yang didesain untuk kenyamanan perjalanan ibadah, di antaranya menu makanan utama, aneka jajanan, dan minuman hangat maupun dingin, pos kesehatan, Area istirahat yang nyaman serta tempat salat, lengkap dengan fasilitas untuk mengikuti salat berjamaah secara live dari lokasi utama Momen 5 Rajab.

Tahun ini, pelayanan semakin diperkuat melalui dukungan lintas instansi. Beberapa dinas dan lembaga yang ditugaskan Gubernur untuk bersinergi dengan Disbunnak di titik layanan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami didukung banyak instansi. Semua bergabung bersama Disbunnak untuk memastikan jamaah mendapatkan layanan terbaik,” kata Suparmi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat baik dari Kalimantan Selatan maupun luar daerah untuk mampir dan memanfaatkan layanan yang telah disiapkan.

“Kami berharap informasi ini sampai kepada masyarakat luas. Silakan singgah di titik layanan kami di Dinas Perkebunan dan Peternakan. InsyaAllah kami siap melayani jamaah Momen 5 Rajab dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Dengan sinergi yang semakin kuat, Disbunnak Kalsel optimistis dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi seluruh jamaah Momen 5 Rajab tahun ini. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Empat Tahun ke Depan, Disbunnak Kalsel Fokus Hilirisasi Kelapa dan Penguatan Karet

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Program dan Kegiatan Prioritas Tahun 2026 hingga 2029 bersama awak media sebagai bentuk penyampaian resmi arah pembangunan perkebunan dan peternakan di Banua. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Disbunnak Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, yang memaparkan secara komprehensif strategi, target, dan capaian bidang perkebunan serta peternakan selama empat tahun ke depan.

Dalam paparannya, Suparmi menegaskan bahwa pembangunan peternakan tidak berdiri sendiri, tetapi harus ditopang oleh komoditas pendukung, salah satunya kelapa.

“Kalsel ini ditunjukkan karena kebutuhan kita bukan hanya protein hewani, tetapi juga pendukungnya, yaitu kelapa,” ujar Suparmi.

Tahun 2025 menjadi masa persiapan pengembangan kelapa, termasuk peninjauan lapangan dan penerimaan CP/CR dari kabupaten yang memiliki potensi besar, khususnya untuk varietas kelapa genjah entok—jenis kelapa pendek dengan produktivitas tinggi yang cocok untuk wilayah Kalsel.

Kabupaten Barito Kuala ditetapkan sebagai lokus utama dengan alokasi pengembangan seluas 3.000 hektare untuk periode 2026–2029.

“Kenapa 3.000 hektare, Karena itu luas minimal yang layak untuk dibangun satu pabrik hilirisasi kelapa,” jelasnya.

Disbunnak bersama Komisi II DPRD Kalsel telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Barito Kuala dan Tapin, termasuk penunjukan calon lokasi pabrik industri kelapa.

Suparmi menekankan bahwa hilirisasi kelapa diarahkan untuk pasar ekspor. Tidak hanya mengekspor kopra, tetapi kini fokus pada coconut milk yang sedang digemari dunia. Sekarang banyak kafe yang sudah beralih dari susu sapi ke coconut milk sebagai campuran minuman,” ungkapnya.

Target ekspor coconut milk dinilai sejalan dengan tren global yang terus meningkat, sehingga membuka peluang besar bagi pekebun dan industri kelapa di Kalsel.

Selanjutnya, Program unggulan Bangsibun Bekaret tetap menjadi prioritas karena karet merupakan komoditas terbesar kedua setelah sawit di Kalsel. Program ini sebelumnya mengantarkan Kalsel meraih Juara 3 Nasional.

“Harga karet sekarang bagus. Stimulus yang kami berikan selama tiga tahun berturut-turut membuat harga kembali naik,” tutur Suparmi.

Dengan harga yang kondusif, pekebun kini mampu memenuhi kebutuhan sarana produksi secara mandiri. Disbunnak tetap memberikan pendampingan dan pembinaan melalui kemitraan strategis dengan GAPKI untuk sawit dan GAPKINDO Kalsel untuk karet.

Untuk komoditas kopi, Disbunnak tetap melanjutkan pembangunan sektor hilir melalui penguatan penangkar benih lokal. Hasil pendampingan Disbunnak telah mengantarkan salah satu pemipit kopi di Kabupaten Tanah Laut memperoleh Izin Usaha Benih (IUB) resmi.

Pendampingan dilakukan bersama JPN, SUPD, serta perangkat teknis terkait untuk memastikan mutu benih kopi terstandar. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Zero Waste hingga Porang Reborn, DPKP Kalsel Kuatkan Pangan Lewat 7 Program

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Tanaman Pangan menetapkan tujuh program prioritas untuk tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di sektor pertanian.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Rahmawati, menyampaikan bahwa deretan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel untuk lima tahun mendatang.

“Di tahun 2026 kita memiliki program-program prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi kreatif. Ini merupakan janji gubernur dan wakil gubernur kita yang akan terus berjalan hingga 2030,” ujar Rahmawati, Jumat (12/12/2025).

Adapun Tujuh Program Prioritas Bidang Tanaman Pangan Tahun 2026 yaitu pertama Penerapan Konsep Zero Waste dalam Budidaya Padi Berkelanjutan

Program ini menitikberatkan pada upaya mewujudkan pertanian hijau melalui pemanfaatan hasil samping padi tanpa limbah, sehingga menciptakan nilai tambah bagi petani.

Kedua Porang Reborn, Peningkatan Kapasitas Petani Porang Bernilai Tinggi. DPKP Kalsel kembali menghidupkan geliat budidaya porang setelah harga komoditas ini kembali stabil di kisaran Rp10–11 ribu per kilogram.

“Porang sempat anjlok, tapi sekarang bangkit lagi. Apalagi sudah ada pabrik pengolahan porang di Batibati milik investor Cina, sehingga petani tidak perlu jauh menjual hasil panennya,” jelas Rahmawati.

Ketiga Rising Rice: Pengembangan Beras Khusus Bernilai Tinggi Program ini menargetkan pengembangan budidaya hingga hilirisasi beras khusus sebagai ikon pangan lokal berdaya saing tinggi.

Keempat Analog Rice Revolution: Membangkitkan Ubi Kayu sebagai Beras Sehat Berbasis Inovasi Lokal. Melalui program ini, ubi kayu tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga diolah menjadi beras analog yang diminati masyarakat terutama kalangan yang membutuhkan alternatif beras sehat.

“Ini sudah berjalan. Antusias masyarakat, terutama pelaku diet dan pecinta pangan sehat, sangat baik,” ujarnya.

Kelima Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat DPKP Kalsel memberikan sertifikasi lahan secara gratis untuk meningkatkan legalitas, kualitas produksi, dan nilai jual komoditas.

“Jika lahan porang bersertifikat, nilai jual panennya otomatis lebih tinggi. Sertifikasi ini gratis,” tambah Rahmawati.

Keenam Petani Organik Naik Kelas. Program sertifikasi gratis untuk produk pertanian organik guna meningkatkan daya saing dan nilai jual di pasar. Ketujuh Padi Apung Tumbuh, Benih Unggul Terwujud. Mengembangkan inovasi padi apung dari produksi gabah menjadi produksi benih sumber yang ditanam di lahan rawa.

“Sekarang padi apung tidak hanya untuk konsumsi, tapi untuk menghasilkan benih unggul. Ke depan, kita juga akan mengembangkan beras khusus berbasis padi apung, termasuk beras organik bernilai tinggi,” kata Rahmawati.

Ketujuh program tersebut menjadi fondasi arah pembangunan sektor pangan Kalsel hingga tahun 2030.

DPKP Kalsel menargetkan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, dan perluasan peluang ekonomi kreatif di sektor pertanian.

“Semoga program ini berjalan optimal hingga 2030 dan mampu menjawab tantangan pangan ke depan,” tutup Rahmawati. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Populer