Connect with us

Kalsel

SMSI Kalsel Bagikan Sajadah dan Kopiah Kepada Jemaah 5 Rajab

Published

on

MARTAPURA, onlinekoranbarito.com – SMSI Kalsel turut menyambut kegiatan 5 Rajab atau haul Guru Sekumpul dengan membagikan bingkisan sovenir kepada jemaah yang melintas di Jalan A Yani KM 15, Gambut, Minggu (28/12/2025).

Sedikitnya ada 100 sovenir berisikan sajadah dan kopiah langsung dibagikan oleh Ketua SMSI Kalsel, Anang Fadilah dan Sekretarisnya, Hamdani serta Pengurus SMSI Kalsel.

Kata Anang, pembagian sajadah dan kopiah sebagai bentuk apresiasi SMSI kepada jemaah 5 Rajab yang jauh-jauh datang dari berbagai daerah di Kalsel dan luar Kalsel.

Sovenir yang dibagikan tersebut, hasil dari patungan antar anggota SMSI Kalsel.

“Alhamdulillah ini bisa kita laksanakan, mudahan berkah SMSI turut menyambut pelaksanaan 5 rajab dan menyambut baik para tamu-tamunya. Mudahan barang yang diberikan bermanfaat,” ucapnya.

Mengapa sajadah dan kopiah yang dibagikan bukan makanan kemasan. kata Anang, itu dilakukan sebagai upaya mendukung ramah lingkungan.

Dengan pembagian barang tersebut tentu akan berdampak kepada pengurangan sampah plastik.

“SMSI Kalsel juga mendukung ramah lingkungan, mengurangi sampah plastik,” tutupnya.

Banjarmasin

Wagub Kalsel Tekankan Peran Dunia Usaha Saat Buka Puasa Bersama Amanah Group

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara buka puasa bersama Keluarga Besar Amanah Group yang digelar di Jalan Dahlia II No. 29, Banjarmasin, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005–2015 Rudy Ariffin, Anggota Komisi III DPR RI Dapil II Kalsel Endang Agustina, Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR, serta Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi. Hadir pula Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz dan anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Timur Achmad Roziqi bersama tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Amanah Group yang dinilai berperan aktif dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian daerah.

“Kami mendoakan semoga Amanah Group semakin maju dan berkembang serta terus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin.

Ia juga menilai berbagai kegiatan sosial dan aksi berbagi yang dilakukan perusahaan tersebut telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Wagub menambahkan, momentum Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat kebersamaan. Ia menegaskan kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Dalam rangkaian acara, KH Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan tausiyah tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib dan Isya berjamaah yang berlangsung khusyuk.

Pada kesempatan tersebut, Amanah Group juga menyerahkan zakat maal kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Selain itu, santunan diberikan kepada anak-anak panti asuhan sebagai wujud kepedulian terhadap generasi penerus bangsa.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi penerima manfaat sekaligus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarmasin

Menjaga Kedaulatan Pers di Tengah Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington, D.C. pada 19 Februari 2026, menyisakan satu klausul yang patut menjadi perhatian serius insan pers nasional.

Dalam Lampiran III Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital, disebutkan bahwa Indonesia harus menahan diri untuk tidak mewajibkan penyedia layanan digital Amerika Serikat mendukung organisasi berita dalam negeri melalui lisensi berbayar, pembagian data pengguna, maupun model bagi hasil keuntungan.

Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar klausul teknis dalam dokumen perdagangan. Namun bagi kami, pelaku usaha media online, ini adalah persoalan keberlanjutan ekosistem pers nasional.

Antara Liberalisasi Digital dan Kedaulatan Informasi

Kita tidak menolak perdagangan bebas. Kita juga tidak anti terhadap platform global.

Namun perlu ditegaskan: pers bukan sekadar komoditas ekonomi. Pers adalah pilar demokrasi.

Selama satu dekade terakhir, platform digital global telah menjadi gerbang utama distribusi informasi.

Mereka memonetisasi konten, menguasai data audiens, dan mengendalikan algoritma distribusi.

Sementara itu, media lokal menanggung biaya produksi jurnalistik—gaji wartawan, verifikasi fakta, liputan investigasi, dan risiko hukum.

Ketika klausul perjanjian dagang membatasi kewajiban platform untuk berbagi nilai ekonomi dengan penerbit berita, maka yang dipertaruhkan bukan hanya neraca bisnis media, tetapi kualitas demokrasi itu sendiri.

Publisher Rights yang Terancam Mandek

Upaya membangun regulasi publisher rights selama ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara platform dan perusahaan pers.

Model seperti di Australia atau Kanada menunjukkan bahwa negara bisa hadir untuk memastikan jurnalisme tetap hidup di tengah dominasi teknologi global.

Namun dengan adanya pembatasan dalam perjanjian dagang tersebut, ruang negosiasi pemerintah terhadap platform asal Amerika Serikat menjadi lebih sempit.

Artinya, kita tidak bisa lagi menggantungkan masa depan industri pers pada skema lisensi wajib atau pembagian keuntungan semata.

Adaptasi adalah Keniscayaan

Sebagai pelaku usaha media online, saya memandang ini sebagai momentum transformasi, bukan sekadar ancaman.

Media harus berhenti bergantung sepenuhnya pada:

– Traffic berbasis algoritma
– Pendapatan iklan programatik
– Distribusi melalui platform asing

Kita harus mulai membangun:

– Audiens langsung (direct audience)
– Database pelanggan dan komunitas pembaca
– Model membership dan subscription
– Event, forum diskusi, dan monetisasi berbasis komunitas
– Kerja sama langsung dengan brand tanpa perantara platform

Media yang hanya mengejar klik akan rentan. Media yang membangun kepercayaan akan bertahan.

Perlunya Sikap Kolektif Industri Pers

Industri pers tidak boleh bergerak sendiri-sendiri. SMSI, AMSI, SPS, dan seluruh organisasi perusahaan pers harus duduk bersama menyusun langkah strategis.

Kita perlu mendorong:

1. Transparansi penuh atas implikasi perjanjian tersebut.
2. Regulasi turunan yang tetap melindungi industri pers nasional.
3. Insentif fiskal bagi media lokal.
4. Dana abadi jurnalisme untuk mendukung liputan berkualitas.
5. Perlindungan data nasional yang tidak merugikan kepentingan media dalam negeri.

Jika ruang publisher rights menyempit dalam konteks perjanjian dagang, maka negara harus menghadirkan alternatif kebijakan yang memperkuat media nasional dari sisi lain.

Jangan Reaktif, Tapi Jangan Diam

Kita harus bersikap kritis, namun tetap profesional. Pers tidak boleh anti terhadap investasi dan kerja sama internasional. Namun kita juga tidak boleh membiarkan ekosistem jurnalisme nasional melemah secara struktural.

Perjanjian dagang ini bukan akhir dari perjuangan membangun pers yang sehat. Ini adalah ujian kedewasaan industri media Indonesia.

Apakah kita akan terus bergantung pada algoritma global?
Ataukah kita akan membangun kekuatan berbasis komunitas dan kepercayaan publik?

Continue Reading

Banjarmasin

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Menandai hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalsel menggelar tadarusan Al-Qur’an di Aula Sasangga Banua Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, Kamis (19/02/2026). Wakil Ketua TP PKK Kalsel drg Ellyana Trisya Hasnuryadi dan Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga⁠ TP PKK Kalsel Hj Masrupah Syarifuddin, beserta kader TP PKK lainnya, bergiliran membaca ayat Alquran. Ellyana Trisya menyampaikan rasa syukur seluruh pengurus dan anggota TP PKK dapat berkumpul dalam suasana Ramadan. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama orang-orang yang memuliakan Ramadan dan ayat-ayat suci Al-Quran. Semoga setiap langkah dan bacaan kita menjadi amal ibadah yang diridhai Allah SWT,” ujarnya. Dikatakan, PKK memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang beriman dan berakhlak mulia. Ellyana menekankan bahwa seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari kebiasaan seorang ibu yang membaca dan mencintai Al-Quran, akan lahir generasi yang juga mencintai kitab suci tersebut. “Dari lisan seorang ibu yang terbiasa membaca Al-Quran akan lahir generasi yang cinta Al-Quran. Dari rumah yang dihiasi ayat-ayat suci, Insya Allah akan tumbuh keluarga yang sakinah, mawaddah, dan penuh rahmat,” ucapnya. Mengangkat tema “Ramadan Bersama Al-Quran, Menguatkan Iman, Mempererat Persaudaraan, Meraih Keberkahan dan Keampunan”, menurut Ellyana Trisya memiliki makna mendalam karena Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Quran sebagai pedoman hidup. “Al-Quran adalah cahaya yang menuntun langkah kita sekaligus penyejuk hati. Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kita dengan Al-Quran, bukan hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkannya,” ucapnya lagi. Ellyana mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan ampunan. Setiap ayat yang dibaca dan setiap huruf yang dilafalkan bernilai pahala. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota TP PKK untuk menjadikan momentum tadarus sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat niat, serta menjaga kedekatan dengan Al-Quran meski Ramadan telah berlalu. “Semoga kegiatan tadarus ini menjadi gerakan bersama untuk membiasakan membaca dan memahami Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” harapnya. (adv/kb).

Published

on

skip

Continue Reading

Banjarmasin

Wagub Kalsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Haul Jama

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bersama keluarga besar menggelar buka puasa bersama yang dirangkai dengan Haul Jama almarhum H. Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun, Haji Anang Dullah bin Ibak, dan Haji Basirun bin Haji Muhammad Noor, Sabtu (21/2/2026) petang.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman keluarga di Jalan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin tersebut juga menjadi momentum syukuran satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Acara dihadiri sejumlah ulama dan habaib, di antaranya Habib Quraisy Baharun, Habib Ali Zainal Abidin bin Agil, Habib Haidar, KH Abdullah Basya, KH Ahmad Sanusi Ibrahim (Guru Jaro), Ustadz Muhammad Mobaraq, KH Mukri Yunus, serta tokoh agama lainnya. Turut hadir Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, unsur Forkopimda Kalsel, kepala daerah atau perwakilan se-Kalimantan Selatan, jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, serta tamu undangan lainnya.

Mewakili keluarga besar, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para ulama, habaib, serta masyarakat yang turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia juga memohon doa dan dukungan agar kepemimpinan yang telah berjalan sekitar satu tahun dapat terus diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin, zikir, dan tahlil yang dipimpin Ustadz Muhammad Mobaraq, kemudian dilanjutkan doa bersama oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Agil.

Menjelang waktu berbuka puasa, Habib Quraisy Baharun menyampaikan tausiah mengenai keutamaan bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum meningkatkan kualitas ibadah, karena pahala amal wajib dilipatgandakan dan ibadah sunnah bernilai seperti ibadah wajib.

Dalam tausiahnya, ia juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara pemimpin (umara) dan ulama. Menurutnya, pemimpin perlu meminta nasihat ulama, sementara ulama memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemimpin apabila terjadi kekeliruan.

Habib Quraisy turut mengapresiasi sikap Wakil Gubernur Hasnuryadi yang dinilai terbuka dan dekat dengan kalangan ulama.

Kegiatan buka puasa bersama dan haul jama ditutup dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarmasin

Rabana Ditabuh Wagub Hasnuryadi, Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H Menggema sebagai Simbol Budaya dan Kebangkitan UMKM Banjar

Published

on

Wagub Hasnuryadi di Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H, Banjarmasin. (foto: adpim)

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Denting rabana menggema di tepian Sungai Martapura, menandai dimulainya Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah. Dengan satu tabuhan penuh makna, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, secara resmi membuka perhelatan tahunan tersebut di Panggung Utama Siring 0 Km, Banjarmasin, Kamis (19/2/2026) sore.

Langit senja yang perlahan meredup menjadi saksi bagaimana Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H/2026 kembali hidup sebagai denyut tradisi Banua. Digelar Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, sekitar 200 stan berjejer menyuguhkan beragam wadai dan kuliner khas Banjar untuk berbuka puasa.

Aroma kue tradisional yang menguar berpadu dengan riuh tawa masyarakat, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan. Tak hanya itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis turut dihadirkan bagi pengunjung.

Pembukaan festival dihadiri Ketua DPRD Kalsel dan jajaran Forkopimda, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. M. Syarifuddin bersama Ketua DWP Kalsel Hj. Masrupah Syarifuddin, serta para kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Kehadiran para pemimpin daerah itu menegaskan bahwa Pasar Wadai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol kolaborasi dan komitmen bersama.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H.

Dengan suara yang tegas namun penuh kehangatan, ia menegaskan bahwa Pasar Wadai adalah lebih dari sekadar pusat transaksi kuliner.
“Pasar Wadai adalah warisan tradisi Banua yang selalu dinanti setiap Ramadan. Di sini bukan hanya transaksi ekonomi yang terjadi, tetapi juga silaturahmi lintas agama dan golongan yang mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, festival ini adalah cermin identitas budaya Kalimantan Selatan—ruang di mana tradisi, ekonomi, dan nilai spiritual bertemu dalam satu momentum sakral. Ia pun mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan berbagi.
“Berbelanjalah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ramadan adalah bulan berbagi,” pesannya.

Kepada para pedagang, Wagub berpesan agar menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat. “Pastikan makanan yang dijual halal, sehat, bersih, dan aman. Kepercayaan masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Muhammad Yamin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Kalsel atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan Pasar Wadai Ramadan tahun ini.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Kalsel, Muhidin, beserta jajaran Pemprov Kalsel atas kolaborasi yang solid.
“Sinergi ini bukan hanya tentang siapa berbuat apa, tetapi tentang menyatukan visi untuk menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, memperkuat identitas budaya Banjar agar tetap lestari, serta menghadirkan ruang kolaborasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga,” ujarnya.

Festival yang digelar setiap hari pukul 16.00–18.00 WITA sepanjang Ramadan ini menjadi denyut ekonomi rakyat. Ratusan pelaku UMKM menggantungkan harapan pada momentum ini, sementara masyarakat menjadikannya ruang silaturahmi yang sarat makna.
Usai prosesi pembukaan, Hasnuryadi bersama drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi meninjau stan-stan kuliner, menyapa pedagang dan warga, serta melihat langsung aneka produk UMKM yang dipajang penuh kebanggaan.

Senyum, sapa, dan canda ringan mengalir di antara lorong-lorong stan menguatkan bahwa Pasar Wadai bukan hanya tentang rasa di lidah, tetapi juga rasa dalam kebersamaan.
Di tepian sungai, menjelang azan Magrib berkumandang, Festival Pasar Wadai kembali menegaskan dirinya bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan denyut budaya yang menjaga jati diri Banua. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarmasin

Sambut Ramadan dengan Tadarusan, Ellyana: Ibu Madrasah Bagi Anak-Anaknya

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Menandai hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalsel menggelar tadarusan Al-Qur’an di Aula Sasangga Banua Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, Kamis (19/02/2026).
Wakil Ketua TP PKK Kalsel drg Ellyana Trisya Hasnuryadi dan Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga⁠ TP PKK Kalsel Hj Masrupah Syarifuddin, beserta kader TP PKK lainnya, bergiliran membaca ayat Alquran.

Ellyana Trisya menyampaikan rasa syukur seluruh pengurus dan anggota TP PKK dapat berkumpul dalam suasana Ramadan. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama orang-orang yang memuliakan Ramadan dan ayat-ayat suci Al-Quran. Semoga setiap langkah dan bacaan kita menjadi amal ibadah yang diridhai Allah SWT,” ujarnya.

Dikatakan, PKK memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang beriman dan berakhlak mulia. Ellyana menekankan bahwa seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari kebiasaan seorang ibu yang membaca dan mencintai Al-Quran, akan lahir generasi yang juga mencintai kitab suci tersebut.

“Dari lisan seorang ibu yang terbiasa membaca Al-Quran akan lahir generasi yang cinta Al-Quran. Dari rumah yang dihiasi ayat-ayat suci, Insya Allah akan tumbuh keluarga yang sakinah, mawaddah, dan penuh rahmat,” ucapnya.

Mengangkat tema “Ramadan Bersama Al-Quran, Menguatkan Iman, Mempererat Persaudaraan, Meraih Keberkahan dan Keampunan”, menurut Ellyana Trisya memiliki makna mendalam karena Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Quran sebagai pedoman hidup.

“Al-Quran adalah cahaya yang menuntun langkah kita sekaligus penyejuk hati. Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kita dengan Al-Quran, bukan hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkannya,” ucapnya lagi.

Ellyana mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan ampunan. Setiap ayat yang dibaca dan setiap huruf yang dilafalkan bernilai pahala.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota TP PKK untuk menjadikan momentum tadarus sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat niat, serta menjaga kedekatan dengan Al-Quran meski Ramadan telah berlalu.

“Semoga kegiatan tadarus ini menjadi gerakan bersama untuk membiasakan membaca dan memahami Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” harapnya. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarmasin

TP PKK Kalsel Awali Ramadan 1447 H dengan Tadarus Al-Qur’an Bersama

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Selatan mengawali Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan tadarus Al-Qur’an di Aula Sasangga Banua Kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Kamis (19/02/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Wakil Ketua TP PKK Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kalsel Hj. Masrupah Syarifuddin, serta para kader TP PKK yang secara bergiliran membaca ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk syiar Ramadan.

Dalam sambutannya, Ellyana Trisya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan. Ia menilai momentum ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat hubungan spiritual melalui Al-Qur’an.

“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi waktu terbaik untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan, PKK memiliki peran strategis dalam membangun keluarga beriman dan berakhlak mulia. Menurutnya, ibu merupakan madrasah pertama bagi anak, sehingga kebiasaan membaca dan mencintai Al-Qur’an di rumah akan melahirkan generasi yang berkarakter Qurani.

Ellyana juga mengajak seluruh kader menjadikan tadarus sebagai kebiasaan berkelanjutan, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Mengangkat tema “Ramadan Bersama Al-Quran, Menguatkan Iman, Mempererat Persaudaraan, Meraih Keberkahan dan Keampunan”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai keimanan sekaligus mempererat ukhuwah antaranggota.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kalsel berharap budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dapat terus tumbuh sebagai gerakan bersama di tengah masyarakat. (adv/kb).

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

Oknum Habib dan Istri Diduga Curi Uang Warga Anjir

Published

on

MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Kasus dugaan pencurian yang sempat viral di Jalan Trans Kalimantan Anjir Km 20, Kabupaten Barito Kuala akhirnya terungkap. Pasangan suami istri (pasutri) terduga pelaku diamankan aparat di kawasan Binuang, Jumat (13/2/2026) sore.

Peristiwa terjadi Rabu (11/2/2026) saat korban didatangi seorang pria berinisial AAS bersama istrinya NU. Keduanya diduga berpura-pura menumpang berteduh dan salat di rumah warga kawasan Anjir.

Setelah itu korban menyadari uang tunai sekitar Rp6 juta hilang. Sempat beredar kabar perhiasan emas dan berlian senilai Rp100 juta juga raib, namun belakangan dipastikan tidak benar.

Diketahui AAS merupakan oknum habib asal Pasuruan dan berdomisili di Kompleks Citra Pesona Mandiri Asri I, Landasan Ulin Timur, Banjarbaru.

Mewakili habaib di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, Habib Salim bin Muhammad Nunci Alkaf menegaskan pihaknya tidak mentolerir tindakan tersebut.

Ia membenarkan pelaku merupakan oknum habib, namun menegaskan perbuatannya tidak mencerminkan ajaran habaib.

“Kami mengutuk keras perbuatan tersebut. Kami tidak melindungi pelaku dan langsung menyerahkan kepada Kepolisian untuk diproses sesuai hukum,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Ia juga menyebut istri pelaku bukan dari kalangan habaib dan penangkapan terjadi berkat koordinasi dengan aparat.

“Kami merasa tercoreng dan memohon maaf kepada masyarakat atas kegaduhan ini,” tambahnya.

Kedua terduga pelaku dijemput tim Macan Bahalap Satreskrim Polres Batola pada dini hari dan kini ditahan di Polres Barito Kuala untuk proses hukum.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Barito Kuala AKP Marum membenarkan penanganan kasus tersebut.

“Dalam laporan, hanya uang Rp6 juta yang hilang. Perhiasan senilai Rp100 juta tidak benar, karena masih ditemukan terselip,” tegasnya.

Kasus masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian. (eka/kb). 

Continue Reading

Banjarmasin

Bang Dhin: Atlet E-Sport Kalsel Harus Kompak dan Visioner

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Angin segar bagi perkembangan olahraga elektronik di Kalimantan Selatan. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap para atlet E-Sport, khususnya yang menekuni game Honor of Kings.

Dukungan tersebut disampaikan saat pertemuan bersama para atlet di GBK Tower, Lantai 2, Jalan Ahmad Yani Km 6,5, RT 01/RW 01, Kelurahan Kertak Hanyar I, Kabupaten Banjar, Selasa (10/2/2026) sore.

Pertemuan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan wakil rakyat dengan generasi muda pegiat E-Sport.

Pria yang akrab disapa Bang Dhin itu menegaskan bahwa dukungannya lahir dari komitmen murni untuk kemajuan anak muda daerah, tanpa kepentingan tersembunyi.

“Kami pribadi, selama tujuannya baik, akan selalu men-support untuk menjembatani dan meningkatkan relasi. Tidak ada embel-embel apa pun,” tegas Bang Dhin.

Tak sekadar memberi dukungan moral, politisi dari partai berlambang banteng tersebut juga menyampaikan pesan penting tentang kekompakan tim. Menurutnya, solidaritas adalah fondasi utama dalam meraih prestasi.

“Kalian semua harus kompak dan solid antara satu sama lain. Kekompakan itu yang nantinya akan berbuah manis di kemudian hari,” ujarnya.

Lebih jauh, M. Syaripuddin mengingatkan bahwa E-Sport bukan hanya soal bermain gim, tetapi juga tentang membaca peluang di era digital. Ia berharap para atlet mampu menjadikan E-Sport sebagai pintu masuk menuju dunia kreatif dan bisnis digital.

“Di era digital ini, jangan hanya bermain game. Kawan-kawan harus bisa membaca peluang-peluang bisnis yang ada,” harapnya.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para atlet. M. Aqmar Sharaya, salah satu atlet E-Sport, mengaku lega dan bangga atas perhatian yang diberikan wakil rakyat kepada komunitas mereka.

“Alhamdulillah, saya mewakili teman-teman sangat berterima kasih kepada Bang Dhin yang sudah berkenan memfasilitasi serta mendengarkan keluhan kami,” ungkap Aqmar.

Pertemuan ini menjadi simbol bahwa E-Sport kini semakin diakui sebagai bagian dari olahraga dan industri kreatif yang memiliki masa depan cerah.

Dukungan dari DPRD diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi atlet E-Sport Kalimantan Selatan untuk terus berprestasi, mengharumkan daerah, dan mandiri di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. (adv/kb).

Continue Reading

Populer