Connect with us

Banjarbaru

Peserta Program Magang Dalam Negeri Masuk Dunia Kerja

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mencatat sebanyak 63,69 persen peserta program pemagangan dalam negeri sebagai pencari kerja telah terserap dan masuk dunia kerja pada berbagai bidang di perusahaan/lembaga kerja lain pada 2023.

“Program pemagangan dalam negeri telah memberikan dampak signifikan dengan rata-rata penyerapan dunia kerja di atas lima puluh persen. Bahkan pelaksanaan tahun lalu tercatat sebanyak 63 persen lebih langsung terserap dunia kerja setelah menyelesaikan pemagangan,” kata Kadisnakertrans Kalsel Irfan Sayuti, Jumat (27/9/2024).

Dia menjelaskan program ini telah berdampak menurunkan tingkat pengangguran terbuka, bahkan hingga Agustus 2024 pengangguran terbuka melandai ke angka 3,36 persen. “Selain menekan angka pengangguran, program ini sebagai terobosan meningkatkan kompetensi kerja bagi sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Melalui program pemagangan dalam negeri, Irfan berharap para pencari kerja di provinsi ini memiliki kompetensi yang semakin mantap sehingga mampu bersaing dan memiliki kesempatan yang sama masuk ke dalam dunia kerja.

Dia memastikan dalam pelaksanaan pemagangan dalam negeri, setiap tahun selalu dievaluasi guna mengetahui dampak positif dan kekurangan program sehingga para pencari kerja lebih mudah dan cepat diserap dunia kerja. Terlebih, kata Irfan, program yang diselenggarakan setiap tahun ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan, sehingga kesempatan kerja bagi peserta terbuka lebar setelah menyelesaikan program.

Kepala Bidang Pembinaan, Pelatihan, Penempatan, dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kalsel Indah Fajarwati mengatakan peserta pemagangan dalam negeri di Kalsel untuk periode 2024 berjumlah 192 orang dan ditempatkan di 26 perusahaan yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

“Di antara banyaknya mitra perusahaan, terdapat beberapa bidang perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat telah menekan angka pengangguran terbuka, yakni sektor pertambangan, perhotelan, dan otomotif,” tutur Indah.

Salah satu peserta pemagangan dalam negeri 2024, Maulida Ariani, mengungkapkan setelah menyelesaikan pemagangan, dirinya langsung diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kalsel. “Kami berharap program ini terus berlanjut supaya pencari kerja bisa mendapatkan pengalaman kerja dengan turun langsung ke lapangan tempat bekerja,” ujar Maulida. (adv/kb).

 

 

Banjarbaru

Transparan Soal Pangan, DPKP Kalsel Diganjar Predikat Top Influencer

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keterbukaan informasi publik.

Pada malam penganugerahan Apresiasi Media Pemprov Kalsel (AMPK)  yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, instansi ini meraih Penghargaan Top Influencer yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin diwakili Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada SKPD yang aktif memberikan informasi pembangunan daerah secara terbuka, cepat, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, pertama kita mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan rahmat kepada kita semua. Malam hari ini kami kembali mendapatkan anugerah sebagai terbaik pertama,” ujarnya.

Syamsir menegaskan, prestasi ini bukan hanya milik dirinya, tetapi buah kerja keras seluruh jajaran di DPKP Kalsel. Mulai dari sekretariat, para kepala bidang, kepala UPT, hingga tim humas yang setiap hari bekerja memastikan informasi pembangunan pertanian tersampaikan kepada publik.

“Ini tidak lain adalah dukungan dari semua pihak. Setiap hari kami mengabarkan perkembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, baik keberhasilan maupun hambatan. Semua harus transparan karena ini kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur Kalsel secara langsung mengikuti laporan-laporan yang disampaikan DPKP, sehingga menjadi dorongan tersendiri agar penyampaian informasi dilakukan secara cepat dan akurat.

Lebih lanjut ia menyampaikan memaparkan capaian sektor pertanian Kalsel. Tahun ini, produksi padi Kalimantan Selatan mencatat rekor dengan angka 1.163.000 ton, tertinggi di regional Kalimantan.

“Kebutuhan Kalsel hanya sekitar 600 ribu ton. Artinya, separuh dari produksi kita ikut menyuplai Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelas Syamsir.

Beberapa provinsi lain di regional Kalimantan mengalami fluktuasi, bahkan penurunan produksi, namun Kalsel berhasil mempertahankan tren positif.

“Apalagi Prestasi besar juga diraih Kalsel pada tingkat nasional. Setelah tiga tahun berturut-turut ditempati Bali, tahun ini Kalimantan Selatan berhasil menjadi Juara 1 Nasional Ketahanan Pangan,” bebernya.

Syamsir menyebut capaian tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, terutama dengan TNI, Polri, dan Badan Intelijen Daerah (Binda) dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

“Ini adalah upaya bersama untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terpenuhi. Ketersediaan pangan kita aman. Ketika daerah lain kekurangan, kita justru berlebih, dan itu harus kita syukuri sambil tetap waspada,” ucapnya.

Syamsir mengajak kepada seluruh SKPD agar terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

“Kita adalah pembantu-pembantu pimpinan daerah. Informasi tentang pembangunan harus tersampaikan kapan saja, siang maupun malam,” ujarnya.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Distan Kalsel untuk terus memperkuat komunikasi publik, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Banua. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

PASI Kalsel Gelar Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Nasional

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Atletik Level 1 Tingkat Nasional pada akhir tahun 2025. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan beberapa peserta dari Kalimantan Tengah.

Ketua PASI Kalsel, Said Subari, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan para pelatih atletik di daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian pelatihan nasional yang akan terus berlanjut.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memperkuat kompetensi para pelatih, sehingga pembinaan atletik di Kalsel dapat dilakukan secara lebih profesional dan terstandarisasi,” ujarnya.

Instruktur Pengurus Besar PASI, Moh. Nanang Himawa Kusuma, menjelaskan bahwa materi pelatihan mengadopsi kurikulum resmi World Athletics (Federasi Atletik Dunia). Seluruh konten yang berbahasa Inggris telah disesuaikan dan disampaikan dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami peserta.

Pelatihan mencakup sesi teori, praktik lapangan pada seluruh 16 nomor atletik, hingga ujian praktik. Menurut Nanang, keseluruhan materi diberikan secara seimbang untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun pengetahuan pelatih.

Nanang menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan standardisasi pelatih atletik di Indonesia. World Athletics mewajibkan seluruh pelatih memiliki sertifikasi minimal Level 1 Internasional, namun kendala bahasa masih menjadi hambatan besar di Indonesia.

“Melalui pelatihan ini, kami memetakan pelatih-pelatih potensial dari daerah. Selanjutnya akan didorong untuk mengikuti sertifikasi Level 1 Internasional agar kualitas pembinaan atletik Indonesia dapat setara dengan standar dunia,” jelasnya.

Ia berharap melalui pelatihan ini akan muncul pelatih berkualitas yang mampu meningkatkan prestasi atletik di Kalimantan Selatan maupun nasional. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Layanan 5 Rajab, Disbunnak Siapkan Makanan Pos Kesehatan dan Area Istirahat Nyaman

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Menyambut Momen 5 Rajab yang menjadi agenda keagamaan besar di Kalimantan Selatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan kembali ditunjuk oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, sebagai salah satu titik penyedia layanan jemaah. Penunjukan ini menegaskan konsistensi Disbunnak dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik pada kegiatan keagamaan berskala besar.

Pelayanan akan mulai dibuka pada 27 Desember, sesuai arahan pimpinan. Layanan utama berlangsung sejak H-1 pada 28 Desember hingga puncak Momen 5 Rajab, 29 Desember.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan layanan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk para jemaah Momen 5 Rajab yang singgah di pusat layanan kami,” ujar Suparmi.

Di titik layanan yang berlokasi di Disbunnak Kalsel, jemaah akan disambut dengan berbagai fasilitas yang didesain untuk kenyamanan perjalanan ibadah, di antaranya menu makanan utama, aneka jajanan, dan minuman hangat maupun dingin, pos kesehatan, Area istirahat yang nyaman serta tempat salat, lengkap dengan fasilitas untuk mengikuti salat berjamaah secara live dari lokasi utama Momen 5 Rajab.

Tahun ini, pelayanan semakin diperkuat melalui dukungan lintas instansi. Beberapa dinas dan lembaga yang ditugaskan Gubernur untuk bersinergi dengan Disbunnak di titik layanan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami didukung banyak instansi. Semua bergabung bersama Disbunnak untuk memastikan jamaah mendapatkan layanan terbaik,” kata Suparmi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat baik dari Kalimantan Selatan maupun luar daerah untuk mampir dan memanfaatkan layanan yang telah disiapkan.

“Kami berharap informasi ini sampai kepada masyarakat luas. Silakan singgah di titik layanan kami di Dinas Perkebunan dan Peternakan. InsyaAllah kami siap melayani jamaah Momen 5 Rajab dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Dengan sinergi yang semakin kuat, Disbunnak Kalsel optimistis dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi seluruh jamaah Momen 5 Rajab tahun ini. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Empat Tahun ke Depan, Disbunnak Kalsel Fokus Hilirisasi Kelapa dan Penguatan Karet

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Program dan Kegiatan Prioritas Tahun 2026 hingga 2029 bersama awak media sebagai bentuk penyampaian resmi arah pembangunan perkebunan dan peternakan di Banua. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Disbunnak Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, yang memaparkan secara komprehensif strategi, target, dan capaian bidang perkebunan serta peternakan selama empat tahun ke depan.

Dalam paparannya, Suparmi menegaskan bahwa pembangunan peternakan tidak berdiri sendiri, tetapi harus ditopang oleh komoditas pendukung, salah satunya kelapa.

“Kalsel ini ditunjukkan karena kebutuhan kita bukan hanya protein hewani, tetapi juga pendukungnya, yaitu kelapa,” ujar Suparmi.

Tahun 2025 menjadi masa persiapan pengembangan kelapa, termasuk peninjauan lapangan dan penerimaan CP/CR dari kabupaten yang memiliki potensi besar, khususnya untuk varietas kelapa genjah entok—jenis kelapa pendek dengan produktivitas tinggi yang cocok untuk wilayah Kalsel.

Kabupaten Barito Kuala ditetapkan sebagai lokus utama dengan alokasi pengembangan seluas 3.000 hektare untuk periode 2026–2029.

“Kenapa 3.000 hektare, Karena itu luas minimal yang layak untuk dibangun satu pabrik hilirisasi kelapa,” jelasnya.

Disbunnak bersama Komisi II DPRD Kalsel telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Barito Kuala dan Tapin, termasuk penunjukan calon lokasi pabrik industri kelapa.

Suparmi menekankan bahwa hilirisasi kelapa diarahkan untuk pasar ekspor. Tidak hanya mengekspor kopra, tetapi kini fokus pada coconut milk yang sedang digemari dunia. Sekarang banyak kafe yang sudah beralih dari susu sapi ke coconut milk sebagai campuran minuman,” ungkapnya.

Target ekspor coconut milk dinilai sejalan dengan tren global yang terus meningkat, sehingga membuka peluang besar bagi pekebun dan industri kelapa di Kalsel.

Selanjutnya, Program unggulan Bangsibun Bekaret tetap menjadi prioritas karena karet merupakan komoditas terbesar kedua setelah sawit di Kalsel. Program ini sebelumnya mengantarkan Kalsel meraih Juara 3 Nasional.

“Harga karet sekarang bagus. Stimulus yang kami berikan selama tiga tahun berturut-turut membuat harga kembali naik,” tutur Suparmi.

Dengan harga yang kondusif, pekebun kini mampu memenuhi kebutuhan sarana produksi secara mandiri. Disbunnak tetap memberikan pendampingan dan pembinaan melalui kemitraan strategis dengan GAPKI untuk sawit dan GAPKINDO Kalsel untuk karet.

Untuk komoditas kopi, Disbunnak tetap melanjutkan pembangunan sektor hilir melalui penguatan penangkar benih lokal. Hasil pendampingan Disbunnak telah mengantarkan salah satu pemipit kopi di Kabupaten Tanah Laut memperoleh Izin Usaha Benih (IUB) resmi.

Pendampingan dilakukan bersama JPN, SUPD, serta perangkat teknis terkait untuk memastikan mutu benih kopi terstandar. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Rapat Evaluasi SIA SPBE, Diskominfo Kalsel Genjot Pemenuhan Data 2026

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Selatan menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Sistem Informasi Arsitektur (SIA) Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkup Pemprov Kalsel. Rapat ini untuk memastikan agar SKPD di lingkup Pemprov Kalsel dapat melakukan pemenuhan data dukung penyelenggaraan SIA SPBE di tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, dan sejumlah pejabat Diskominfo Provinsi Kalsel.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, bahwa rapat ini sebagai bentuk komitmen pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan SPBE di lingkungan Pemprov Kalsel.

“Lewat rapat ini kita bersama SKPD terkait ingin memetakan data apa saja yang belum terpenuhi, sehingga kita bisa menyusun strategi pemenuhan data tersebut secara optimal,” kata Muslim, Banjarbaru, Jum’at (12/12/2025).

Ia menekankan, pemenuhan data ini memiliki dampak yang besar terhadap perbaikan dan peningkatan SPBE Kalsel semakin lebih baik.

“Kita juga akan minta dukungan pimpinan agar mengimbau seluruh SKPD lebih pro aktif terhadap pemenuhan data SIA SPBE ini. Jika nanti, ada yang masih belum bisa memenuhi, kita akan evaluasi dan mencari solusinya bersama,” jelasnya.

Dia berharap penyelenggaraan SIA SPBE lingkup Pemprov Kalsel di tahun 2026 mendatang lebih optimal.

“Pemenuhan data-data ini menjadi kewajiban kita bersama karena akan berdampak pada sistem akuntabiltas pemerintah dan indeks yang akan diterima oleh Pemprov Kalsel,” tukasnya. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

379 Taekwondoin Ramaikan Wali Kota Cup 2025 di Banjarmasin

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Cup 2025 resmi bergulir dan berlangsung meriah di Borneo Indoor Futsal pada 12–14 Desember 2025. Ajang bergengsi ini menjadi salah satu kompetisi terbesar taekwondo di Kalimantan Selatan, dengan total 379 atlet dari 12 kabupaten/kota turut ambil bagian.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin, bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil.

Dalam keterangannya, Ibnu Sabil menyampaikan bahwa antusiasme atlet tahun ini meningkat signifikan, tidak hanya dari Banjarmasin, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya di Kalsel.

“Untuk kategori prestasi terdapat 220 atlet, sementara kategori festival diikuti 159 atlet. Totalnya 379 peserta dari 12 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Alhamdulillah pesertanya sangat banyak, bukan hanya atlet dari kota, tetapi juga dari berbagai kabupaten yang berpartisipasi,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Ibnu Sabil menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan seperti ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam pembinaan olahraga usia dini.

“Harapan kita, kejuaraan-kejuaraan ini menjadi kegiatan rutin. Ini menunjukkan bahwa pemerintah kota benar-benar serius dalam pengaderan, pembibitan, dan penyelenggaraan kegiatan olahraga, salah satunya taekwondo,” ucapnya.

Sementara itu, Technical Delegate Taekwondo Indonesia (TI) Kalsel, Anjar Normatasari mewakili Ketua TI Kalsel, Prigerhani Agustina menjelaskan bahwa kejuaraan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Banjarmasin. Meski sempat tertunda karena kesibukan akademik para peserta, event akhirnya dapat dilaksanakan pada Desember.

“Awalnya hampir tidak jadi digelar karena banyak peserta ulangan sekolah dan ada yang mengikuti seleksi masuk PTN. Namun Wali Kota sangat berharap event ini tetap dilaksanakan. Bahkan jika berjalan sukses, tahun depan event direncanakan dibuka untuk seluruh Kalimantan,” jelasnya.

Anjar juga menuturkan bahwa kejuaraan ini sebenarnya diperuntukkan bagi seluruh kabupaten/kota, namun terbatas oleh kuota karena seluruh biaya pendaftaran digratiskan.

“Event ini gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun. Semua didukung oleh Dispora Kota Banjarmasin dan sponsor, termasuk dukungan besar dari Wali Kota. Hanya Kotabaru yang tidak ikut tahun ini,” ujarnya.

Untuk nomor pertandingan, panitia mempertandingkan dua kategori utama, yakni poomsae dan kyorugi.

“Poomsae meliputi kategori festival, kadet, dan prestasi junior. Sementara kyorugi meliputi festival anak-anak, kadet, hingga junior prestasi. Panitia juga menyediakan hadiah untuk juara umum festival dan prestasi,” tambahnya.

Ia berharap kejuaraan ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet baru yang mampu bersinar di level lebih tinggi.

“Karena pesertanya banyak dari usia 9 tahun hingga junior, kami berharap lahir generasi-generasi baru yang nantinya menjadi atlet senior berprestasi. Apalagi mulai 2026, kejuaraan poomsae diprediksi semakin sering dipertandingkan setelah Indonesia meraih emas pertama di nomor tersebut. Ini momentum besar untuk menumbuhkan lebih banyak taekwondoin muda,” pungkas Anjar. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Zero Waste hingga Porang Reborn, DPKP Kalsel Kuatkan Pangan Lewat 7 Program

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Tanaman Pangan menetapkan tujuh program prioritas untuk tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di sektor pertanian.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Rahmawati, menyampaikan bahwa deretan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel untuk lima tahun mendatang.

“Di tahun 2026 kita memiliki program-program prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi kreatif. Ini merupakan janji gubernur dan wakil gubernur kita yang akan terus berjalan hingga 2030,” ujar Rahmawati, Jumat (12/12/2025).

Adapun Tujuh Program Prioritas Bidang Tanaman Pangan Tahun 2026 yaitu pertama Penerapan Konsep Zero Waste dalam Budidaya Padi Berkelanjutan

Program ini menitikberatkan pada upaya mewujudkan pertanian hijau melalui pemanfaatan hasil samping padi tanpa limbah, sehingga menciptakan nilai tambah bagi petani.

Kedua Porang Reborn, Peningkatan Kapasitas Petani Porang Bernilai Tinggi. DPKP Kalsel kembali menghidupkan geliat budidaya porang setelah harga komoditas ini kembali stabil di kisaran Rp10–11 ribu per kilogram.

“Porang sempat anjlok, tapi sekarang bangkit lagi. Apalagi sudah ada pabrik pengolahan porang di Batibati milik investor Cina, sehingga petani tidak perlu jauh menjual hasil panennya,” jelas Rahmawati.

Ketiga Rising Rice: Pengembangan Beras Khusus Bernilai Tinggi Program ini menargetkan pengembangan budidaya hingga hilirisasi beras khusus sebagai ikon pangan lokal berdaya saing tinggi.

Keempat Analog Rice Revolution: Membangkitkan Ubi Kayu sebagai Beras Sehat Berbasis Inovasi Lokal. Melalui program ini, ubi kayu tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga diolah menjadi beras analog yang diminati masyarakat terutama kalangan yang membutuhkan alternatif beras sehat.

“Ini sudah berjalan. Antusias masyarakat, terutama pelaku diet dan pecinta pangan sehat, sangat baik,” ujarnya.

Kelima Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat DPKP Kalsel memberikan sertifikasi lahan secara gratis untuk meningkatkan legalitas, kualitas produksi, dan nilai jual komoditas.

“Jika lahan porang bersertifikat, nilai jual panennya otomatis lebih tinggi. Sertifikasi ini gratis,” tambah Rahmawati.

Keenam Petani Organik Naik Kelas. Program sertifikasi gratis untuk produk pertanian organik guna meningkatkan daya saing dan nilai jual di pasar. Ketujuh Padi Apung Tumbuh, Benih Unggul Terwujud. Mengembangkan inovasi padi apung dari produksi gabah menjadi produksi benih sumber yang ditanam di lahan rawa.

“Sekarang padi apung tidak hanya untuk konsumsi, tapi untuk menghasilkan benih unggul. Ke depan, kita juga akan mengembangkan beras khusus berbasis padi apung, termasuk beras organik bernilai tinggi,” kata Rahmawati.

Ketujuh program tersebut menjadi fondasi arah pembangunan sektor pangan Kalsel hingga tahun 2030.

DPKP Kalsel menargetkan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, dan perluasan peluang ekonomi kreatif di sektor pertanian.

“Semoga program ini berjalan optimal hingga 2030 dan mampu menjawab tantangan pangan ke depan,” tutup Rahmawati. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Ekspose DOD, Pemprov Kalsel Perkuat Arah Kebijakan Olahraga Banua

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menggelar kegiatan Ekspose Reviu Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai langkah strategis memperkuat arah kebijakan dan pengembangan olahraga Banua di Banjarmasin, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel, Pebriadin Hapiz.

Dalam sambutannya, Pebriadin menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak hanya berkaitan dengan kompetisi maupun prestasi, tetapi juga mencakup kualitas sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, hingga daya saing daerah.

“Provinsi yang maju adalah provinsi dengan arah kebijakan olahraga yang jelas, terukur, dan selaras dengan potensi daerahnya. Dokumen ini bukan sekadar laporan teknis, tetapi peta jalan untuk membangun ekosistem olahraga Kalsel yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pebriadin menyampaikan bahwa reviu DOD yang dipaparkan tim konsultan telah melalui kajian komprehensif, dan hasilnya diharapkan mampu menjadi acuan dalam penyusunan langkah-langkah konkret pembenahan olahraga di Kalsel. Ia menegaskan bahwa transformasi olahraga harus dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur, terutama pada lima aspek prioritas.

Aspek pertama ialah penguatan tata kelola olahraga daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, institusi pendidikan, hingga sektor swasta menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas pembinaan jangka panjang.

Aspek kedua adalah pemerataan infrastruktur olahraga di seluruh Banua. Pebriadin menilai akses fasilitas yang layak tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus menjangkau daerah-daerah untuk memperluas partisipasi masyarakat serta mempercepat pencarian bibit-bibit atlet potensial.

Aspek ketiga menyoroti pentingnya pembinaan atlet yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia menekankan bahwa penerapan sport science, teknologi, dan data analytics sangat diperlukan agar proses latihan, evaluasi performa, dan pemetaan talenta berjalan semakin modern dan terukur.

“Ini menjadi langkah penting dalam mencetak atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional,” kata Pebriadin.

Aspek keempat adalah identifikasi cabang olahraga unggulan. Pemerintah provinsi tengah melakukan kajian mendalam agar fokus pembinaan dapat diarahkan pada cabang dengan potensi prestasi terbesar, sehingga hasilnya lebih berdampak bagi peningkatan prestasi daerah.

Terakhir, Pebriadin menegaskan pentingnya memperluas partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Ia menyebut bahwa membangun budaya olahraga sejak dini akan menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus melahirkan talenta baru.

“Pemerintah mendorong berkembangnya olahraga pendidikan, rekreasi, hingga prestasi, sehingga olahraga dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa dokumen DOD harus menjadi pedoman nyata, bukan sekadar formalitas administrasi. Ia berharap seluruh pihak mampu mengimplementasikan rekomendasi ini secara konsisten.

“Kami berharap hasil reviu ini diimplementasikan secara berkelanjutan oleh semua pemangku kepentingan. Kalsel berkomitmen membangun ekosistem olahraga yang produktif, inklusif, dan berprestasi,” pungkasnya.

Melalui strategi besar ini, Pemprov Kalsel berharap Banua dapat berkembang sebagai salah satu lumbung atlet nasional, dengan dukungan fasilitas olahraga yang terus meningkat serta penyelenggaraan event-event olahraga besar yang makin sering digelar di masa mendatang. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Banjarbaru

Kepala OJK Kalsel Pastikan Sektor Keuangan Stabil, Kredit dan DPK Terus Tumbuh

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menyampaikan bahwa stabilitas sektor keuangan di Kalimantan Selatan per Oktober 2025 berada dalam kondisi stabil dengan risiko yang tetap terjaga. Hal ini ditopang kinerja perekonomian triwulan III-2025 yang tumbuh 5,19 persen (yoy), sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 5,39 persen. Tiga sektor utama penopang PDRB masih didominasi pertambangan dengan porsi 22,24 persen, pertanian 15,35 persen, dan industri pengolahan 12,12 persen.

Menurut Agus, kinerja intermediasi perbankan masih solid dengan pertumbuhan kredit 6,91 persen (yoy) menjadi Rp82,13 triliun, serta rasio NPL gross tetap terjaga di 2,58 persen.

“Pertumbuhan kredit investasi menjadi yang tertinggi, yakni mencapai 23,06 persen, yang menunjukkan optimisme dunia usaha dalam melakukan ekspansi. Kredit investasi terbesar tercatat berada di Kota Banjarmasin dengan porsi 65,59 persen atau Rp53,86 triliun,” kata Agus, Banjarmasin, Kamis (11/12/2025).

Agus menambahkan bahwa kredit UMKM di Kalimantan Selatan berkontribusi 27,58 persen terhadap keseluruhan kredit. Sektor industri pengolahan menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan pertumbuhan 19,86 persen.

“UMKM tetap menjadi prioritas pembiayaan karena terbukti menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ucapnya.

Dari sisi penghimpunan dana, Kalsel mencatat peningkatan aset perbankan tertinggi di Regional Kalimantan, yaitu 6,13 persen (yoy), serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 6,83 persen (yoy). Pertumbuhan DPK didominasi oleh deposito yang meningkat 12,82 persen, tabungan 4,82 persen, dan giro 4,23 persen. Secara spasial, DPK terbesar berada di Kota Banjarmasin dengan nilai Rp59,8 triliun atau 60,60 persen.

Kinerja perbankan syariah juga menunjukkan tren positif. Aset meningkat 5,07 persen (yoy) menjadi Rp12,49 triliun dan pembiayaan tumbuh 8,14 persen (yoy) menjadi Rp9,11 triliun.

“Meskipun DPK syariah mengalami kontraksi 2,44 persen, likuiditas tetap berada di level aman dan NPF gross terjaga di 2,06 persen,” jelas Agus.

Sementara itu, sektor pasar modal di Kalimantan Selatan pada Agustus 2025 mencatatkan pertumbuhan signifikan. Nilai kepemilikan saham meningkat 33,42 persen (yoy) menjadi Rp114,13 triliun, sejalan dengan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 72,25 persen. Jumlah investor juga meningkat 23,49 persen menjadi 210.338 SID.

“Minat masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat, didorong oleh literasi keuangan yang semakin membaik,” jelasnya.

Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), beberapa indikator menunjukkan kinerja positif. Piutang pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan berada di angka Rp11,93 triliun dengan NPF 1,76 persen. Pembiayaan modal ventura tumbuh 8,83 persen menjadi Rp92 miliar, aset Dana Pensiun naik 9,81 persen menjadi Rp372 miliar, dan outstanding pinjaman daring meningkat 40,51 persen menjadi Rp958 miliar dengan TWP90 di posisi 2 persen.

Di sisi edukasi keuangan, OJK Kalsel telah menyelenggarakan 88 kegiatan edukasi sejak Januari hingga Desember 2025 dengan total 18.642 peserta dari 13 kabupaten/kota. Layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencapai 14.487 permintaan, mayoritas melalui walk-in. OJK juga menerima 520 pengaduan konsumen, terutama terkait SLIK (24,42 persen), perilaku penagihan (21,15 persen), dan fraud eksternal (13,27 persen).

Agus menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan tetap kuat di tengah dinamika ekonomi nasional.

“OJK akan terus memperkuat pengawasan, perlindungan konsumen, dan literasi keuangan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan,” pungkasnya. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

Continue Reading

Populer