Kelurahan Pelambuan Raih Terbaik I Penghargaan Statistik Sektoral Kota Banjarmasin 2026
BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com – Kelurahan Pelambuan berhasil meraih penghargaan Terbaik I dalam Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tingkat Kelurahan Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Rabu (4/11/2026).
Penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral dalam Mendukung Pembangunan Berbasis Data” dan dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai.
Lurah Pelambuan, Ali Mukaram, S.Kep., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih Kelurahan Pelambuan. Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Kelurahan Pelambuan sebagai perwakilan kelurahan.
Menurut Ali, capaian tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Kelurahan Pelambuan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan statistik sektoral sebagai dasar dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang tepat sasaran.
Ia menjelaskan, statistik sektoral kelurahan merupakan data statistik yang dikelola pemerintah kelurahan atau perangkat daerah terkait untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan, perencanaan pembangunan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Penyelenggaraan statistik sektoral juga menjadi bagian penting dalam implementasi kebijakan Satu Data Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019.
Di Kota Banjarmasin, pengelolaan data tersebut didukung melalui portal resmi Satu Data Kota Banjarmasin yang menghimpun berbagai indikator pembangunan mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Ali menegaskan, Kelurahan Pelambuan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan statistik sektoral agar setiap program pembangunan benar-benar berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Data yang dikelola mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, infrastruktur, lingkungan, pelayanan publik hingga ketenagakerjaan. Dengan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah diakses, pemerintah diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai persoalan serta menentukan kebijakan yang tepat.
“Kita harus mengoptimalkan dan mengubah cara pandang dari data untuk laporan menjadi data untuk keputusan,” ujar Ali.
Ia menambahkan, optimalisasi statistik sektoral memungkinkan pemerintah mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di wilayahnya, termasuk menentukan sektor yang membutuhkan perhatian serta bentuk intervensi yang paling sesuai.
“Yang terpenting bukan hanya keberhasilan dalam pengelolaan data atau berapa banyak data yang terkumpul, tetapi seberapa jauh data tersebut berperan membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih tepat serta menghadirkan pelayanan dan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (Rhmd).
