Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Kalteng

Deteksi Satelit Picu Gerak Cepat Polres Bartim Tangani Karhutla

Oleh Ikhsan · 24 Oktober 2026 · 2 menit baca · 4 views

TAMIANG LAYANG, onlinekoranbarito.com – Deteksi titik panas melalui pemantauan satelit menjadi awal pergerakan personel Polres Barito Timur untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Informasi titik panas atau hotspot berdasarkan data satelit NOAA20-SNPP tersebut ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan (groundcheck) sekaligus upaya pemadaman. Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., memimpin langsung kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 19.30 WIB.

Hasil pemeriksaan menunjukkan satu titik panas dengan perkiraan luas lahan terbakar sekitar lima hektare. Area yang terdampak berupa lahan gambut dan semak belukar, yang membutuhkan penanganan serius untuk mencegah api meluas maupun kembali menyala.

Sebanyak 38 personel Polri bersama lima warga setempat dikerahkan dalam upaya pemadaman dan pendinginan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, petugas menggunakan empat unit kendaraan roda empat, tiga unit alat pemadam kebakaran atau alkon, serta 15 unit alat komunikasi handy talky (HT).

Lokasi kebakaran berjarak sekitar 16,5 kilometer dari Markas Polres Barito Timur, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur darat. Akses yang masih dapat dilalui membantu personel mencapai lokasi dan melakukan penanganan terhadap titik api.

Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji menegaskan pentingnya kecepatan penanganan dan kerja sama dengan masyarakat dalam mengendalikan karhutla. Terlebih, kebakaran pada lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Karena itu, pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan. Petugas juga melaksanakan pendinginan untuk mengurangi potensi munculnya kembali titik api serta mencegah penyebaran kebakaran ke area sekitarnya.

Di sela penanganan, personel turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran di lingkungan masing-masing.

Kasi Humas Polres Barito Timur AKP Eko Sutrisno, S.H., M.M., menyampaikan bahwa penanganan karhutla tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan mempercepat penanganan ketika kebakaran mulai muncul. Pelaporan sejak awal diharapkan dapat mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Polres Barito Timur pun mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, terutama di kawasan lahan gambut dan semak belukar. Sinergi antara petugas dan warga menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga wilayah Barito Timur tetap aman dari kebakaran hutan dan lahan. (isn/kb).

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak