Marabahan
Bupati Batola Antusias Ikuti Materi Asta Cita dalam Retreat Kepala Daerah
MAGELANG, onlinekoranbarito.com – Sehari setelah pelantikan kepala daerah serentak oleh presiden Prabowo di Istana Negara (20/2/2025), hampir seluruh kepala daerah langsung menuju ke Magelang untuk mengikuti retreat di Akademi Militer. Tak terkecuali Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi. Rangkaian demi rangkaian telah diikuti oleh beliau dengan antusias hingga hari kelima ini.
Banyak hal dipaparkan oleh narasumber yang terdiri dari menteri dan pimpinan lembaga. Untuk diketahui, materi retreat hari kelima sejak pagi dimulai dengan penyampaian materi Asta Cita keempat fokus pada memperkuat pembangunan SDM, Sains dan Teknologi, Pendidikan, Kesehatan, Prestasi Olahraga, Kesetaraan Gender, Penguatan Perempuan, Pemuda dan penyandang Disabilitas.
Materi disampaikan secara maraton oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Selanjutnya pemaparan Asta Cita Kelima, Fokus pada hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Materi akan disampaikan oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Penyampaian materi Asta Cita Keenam, Membahas strategi pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dengan membangun dari desa dan dari bawah.
Materi disampaikan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
“Materi-materi selama ini sangat bermanfaat sebagai modal membangun Batola dan melayani masyarakat dengan lebih baik lagi”, ujar H. Bahrul penuh semangat. (adv/kb).
Kalsel
Takbir Menggema Warga Handil Pandan Rayakan Idul Adha Penuh Kebersamaan
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com β Gema takbir berkumandang dari kota hingga pelosok desa di berbagai penjuru dunia menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Momentum suci ini kembali mengingatkan umat Islam pada kisah agung pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, sebuah teladan keikhlasan yang terus hidup dalam denyut kehidupan umat hingga kini.
Nuansa religius dan semangat berbagi juga terasa begitu kuat di Masjid Jami Nurul Islam, Handil Pandan RT 11, Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu (27/5/2026). Sejak pagi usai pelaksanaan Salat Id, masyarakat mulai memadati halaman masjid untuk mengikuti prosesi penyembelihan hewan kurban yang telah menjadi tradisi tahunan warga setempat.
Kebersamaan tampak menyatu dalam setiap aktivitas. Warga dari berbagai kalangan hadir dengan penuh antusias.
Sebagian membantu panitia memotong dan membungkus daging kurban, sementara lainnya menunggu pembagian dengan tertib sambil bercengkerama dalam suasana kekeluargaan yang hangat.
Pada Idul Adha tahun ini, panitia kurban Masjid Jami Nurul Islam menyembelih enam ekor sapi dan dua ekor kambing. Dua ekor sapi berasal dari arisan kurban masyarakat, sedangkan empat ekor lainnya merupakan sumbangan pribadi para dermawan yang ingin berbagi rezeki kepada sesama.
Ketua Panitia Kurban, Abdullah, mengungkapkan rasa syukur karena jumlah hewan kurban tahun ini tetap sama seperti tahun sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti semangat masyarakat untuk berkurban masih terus terjaga meski di tengah berbagai tantangan ekonomi.
βAlhamdulillah tahun ini tetap enam ekor sapi seperti tahun sebelumnya, ditambah dua ekor kambing. Untuk rata-rata berat daging per ekor sekitar 70 kilogram dan semuanya akan dibagikan kepada masyarakat,β ujarnya.
Ia menambahkan, ibadah kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan semata, melainkan juga sarana mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial antarwarga.
Sementara itu, panitia lainnya, Syaifuddin, terus mengingatkan masyarakat melalui pengeras suara masjid agar membawa kupon putih yang telah dibagikan sebelumnya guna memperlancar proses distribusi daging kurban.
βBagi warga yang ingin mengambil daging kurban agar kiranya membawa kupon saat pengambilan,β imbaunya.
Di akhir kegiatan, Seksi Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), TG. H. Johansyah, turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian pelaksanaan kurban tahun ini.
βAlhamdulillah hari ini kita melaksanakan kurban enam ekor sapi dan dua ekor kambing. Semuanya berjalan lancar berkat kerja sama seluruh panitia dan masyarakat,β ujar Guru Ijuh sapaan akrabnya.
Di bawah terik matahari yang perlahan meninggi, semangat gotong royong warga tetap menyala. Pisau-pisau panitia bekerja membelah daging kurban, sementara tangan-tangan warga sigap membantu membungkus dan menyusun bagian daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Tak ada perbedaan antara kaya dan miskin. Semua larut dalam makna Idul Adha yang sesungguhnya tentang keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama manusia.
Hari raya kurban pun bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat bahwa di setiap rezeki yang dimiliki terdapat hak orang lain yang harus disampaikan.
Di Masjid Jami Nurul Islam Handil Pandan, gema takbir dan aroma daging kurban menjadi saksi hidup bahwa nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS masih terus hidup dan tumbuh di hati umat Islam hingga hari ini. (isn/kb).
Kalsel
Bupati Batola Serahkan Banmas Kurban Presiden untuk Warga Mandastana
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com β Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Desa Lokrawa, Kecamatan Mandastana, berlangsung penuh khidmat dan rasa syukur. Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, secara langsung menyerahkan Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia berupa dua ekor sapi kurban kepada masyarakat setempat di halaman Masjid Raudhatul Kiram. Minggu (26/5/2026).
Dua sapi jantan dengan bobot masing-masing 483 kilogram dan 481 kilogram itu merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk masyarakat Kabupaten Barito Kuala dalam rangka perayaan Iduladha. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian pemerintah pusat sekaligus mempererat kebersamaan dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Bahrul Ilmi menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada warga Barito Kuala. Menurutnya, bantuan hewan kurban tersebut diharapkan membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat penerima.
βSemoga bantuan ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala,β ujar Bahrul Ilmi.
Sementara itu, panitia kurban, H. Mahmuddin, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima warga. Ia menyebut masyarakat Desa Lokrawa, Desa Puntik Luar, dan Desa Ramania merasa bahagia karena dapat merasakan langsung bantuan kurban dari Presiden Republik Indonesia melalui Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.
βTerima kasih atas sumbangannya. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesehatan kepada bapak Presiden kita dan juga pak Bupati,β ucapnya.
Ia juga berharap penyaluran hewan kurban tersebut tidak hanya membantu masyarakat yang menerima, tetapi turut memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan semangat gotong royong warga dalam merayakan Hari Raya Iduladha. (adv/kb).
Kalsel
Bupati Batola Pimpin Upacara Harkitnas ke-118
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com β Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menggelar upacara gabungan memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (25/05/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema βJaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negaraβ.
Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, serta personel TNI dari Kodim 1005/Barito Kuala. Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali menyalakan semangat persatuan dan kesadaran berbangsa sebagaimana lahirnya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak awal kebangkitan nasional Indonesia.
βSecara makna, kebangkitan nasional merupakan proses dinamis yang terus menyesuaikan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Kebangkitan adalah keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan,β kutip Bahrul Ilmi saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI.
Tema βJaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negaraβ juga menegaskan pentingnya menjaga generasi penerus sebagai fondasi masa depan bangsa. Seluruh elemen masyarakat diajak bergerak bersama memperkuat ketahanan nasional melalui pendidikan, kesehatan, dan pembangunan karakter generasi muda.
Dalam sambutan itu turut disampaikan berbagai langkah strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian bangsa.
Program-program tersebut meliputi makan bergizi gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru, hingga penyediaan beasiswa pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat sektor kesehatan melalui layanan cek kesehatan gratis serta penguatan ekonomi masyarakat lewat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor ekonomi baru di tingkat desa.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Barito Kuala diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat persatuan, gotong royong, dan kemandirian bangsa harus terus dijaga demi menghadapi tantangan masa depan. (adv/kb).
Kalsel
Memaknai Pengenalan Diri Bukan Sekadar Nama
Penulis : Al-Faqir Ihsan (Sambialaw)
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com β Sirene azan Asar berkumandang dari berbagai penjuru kampung, memecah keheningan sore dengan lantunan yang menyejukkan hati. Suara panggilan suci itu seakan mengiringi langkah sebuah perjalanan yang bukan sekadar menempuh jarak, melainkan meniti jalan pencarian makna kehidupan yang sesungguhnya.
Perjalanan dimulai dari Markas Sulaiman Komplek Batola Residence Blok H Site III Nomor 17, Handil Pinang II, RT 12, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (24/5/2026) sore.
Di bawah komando CEO PT Barito Media Jaya Group, Sulaiman A.S., yang akrab disapa M. Jaya, rombongan bergerak menuju sebuah majelis ilmu Mahabbaturrasul atau yang lebih dikenal dengan “Allam Larut” yang berada di Desa Samuda, Kecamatan Balawang, Kabupaten Barito Kuala.
Bagi sebagian orang, perjalanan hanyalah perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun bagi para pencari hikmah, setiap kilometer yang dilalui menyimpan pelajaran. Hamparan sawah yang membentang, pepohonan rindang yang berdiri kokoh di sepanjang jalan, hingga langit senja yang perlahan berubah warna, seolah menjadi saksi bisu perjalanan para musafir yang tengah mencari cahaya pengetahuan rohani.
Di tengah perjalanan, rombongan sempat berhenti sejenak untuk membeli jengkol yang nantinya akan disantap bersama jamaah. Kesederhanaan itu justru menghadirkan kehangatan tersendiri, memperlihatkan bahwa kebersamaan sering kali lahir dari hal-hal yang sederhana.
Deru mesin mobil kembali mengalun membelah jalanan desa. Semakin jauh perjalanan ditempuh, semakin kuat pula tekad rombongan untuk sampai ke tujuan. Tak ada rasa lelah yang berarti, karena tujuan utama perjalanan ini adalah menimba ilmu dan memperdalam pemahaman tentang hakikat pengenalan diri kepada Sang Pencipta.
Sesampainya di Majelis Mahabbaturrasul (Zikir dan Sholawat), suasana terlihat begitu hidup. Puluhan jamaah laki-laki dan perempuan tampak memadati kawasan majelis. Sebagian baru datang, sebagian lainnya bersiap meninggalkan lokasi setelah mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.
Di pintu masuk, rombongan disambut hangat oleh H. Sidik, yang lebih dikenal dengan panggilan Kancil. Sosok yang merupakan anak angkat dari Sohibul Majelis, TG. KH. Syarwani, itu menyambut para tamu dengan penuh keramahan, seakan kedatangan rombongan memang telah lama dinantikan.
Kehadiran Sulaiman, sapaan akrab M. Jaya, bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Ia juga membawa buah tangan berupa keripik singkong yang dibagikan kepada jamaah sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan kepada para pencinta majelis ilmu.
Sebagai bentuk penghormatan dan kedekatan batin yang telah terjalin, Sohibul Majelis TG. KH. Syarwani atau yang akrab disapa Abah Isar menyerahkan tiga lembar sarung kepada Sulaiman A.S. Sarung tersebut kemudian dibagikan kembali oleh M. Jaya kepada anggota rombongan, di antaranya Jamhari dan Ihsan yang turut mendampingi perjalanan silaturahmi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Abah Isar juga menyampaikan bahwa Sulaiman merupakan sosok yang telah dikenal oleh Sohibul Bait. Menurut beliau, kedekatan tersebut bukan sekadar ungkapan basa-basi atau pemanis dalam pergaulan. Abah Isar menggambarkan hubungan batin yang terjalin itu sebagai bentuk pengenalan yang lahir dari keberkahan majelis dan kecintaan kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW.
Bahkan beliau menyebutkan, apa yang diminta Sulaiman insya Allah akan dikabulkan selama berada dalam perkara kebaikan.
Penyampaian itu disampaikan bukan untuk mengagungkan seseorang, melainkan sebagai bentuk kesaksian yang jujur atas kedekatan yang telah terjalin.
Menurut Abah Isar, seseorang yang telah mengenal Tuhannya dan mendapatkan kemuliaan dari Sohibul Bait akan memperoleh pertolongan dan keberkahan yang tidak dapat diukur dengan pandangan lahiriah semata.
Di dalam ruangan, tampak TG. KH. Sofwan yang turut mengisi kegiatan keagamaan malam itu. Wajah-wajah jamaah terlihat khusyuk mengikuti setiap rangkaian majelis, sementara lantunan zikir dan sholawat menggema lembut memenuhi ruangan.
Malam pun semakin larut. Hening perlahan menyelimuti suasana, menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia. Dalam suasana penuh kekhusyukan itulah, Sohibul Majelis TG. KH. Syarwani, yang akrab disapa Abah Isar, menyampaikan nasihat yang menggugah hati para jamaah.
Menurut beliau, kebanyakan manusia terlalu sibuk memikirkan kebutuhan jasad, tetapi sering melupakan kebutuhan rohani yang justru menjadi bekal utama dalam perjalanan menuju Allah SWT.
“Kita cuma memikirkan sarana kebutuhan jasad. Satu bulan atau dua bulan tidak bekerja saja sudah dipikirkan. Sedangkan makanan rohani sering dilalaikan. Padahal sarana untuk makanan rohani itu sangat penting, salah satunya melalui majelis ilmu,” ujar Abah Isar di hadapan jamaah.
Nasihat itu menggema dalam ruang kesadaran para hadirin. Bahwa manusia bukan hanya terdiri dari tubuh yang membutuhkan makan dan minum, tetapi juga ruh yang memerlukan santapan berupa ilmu, zikir, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Lebih jauh, Abah Isar menjelaskan bahwa hakikat pengenalan diri tidak berhenti pada mengenal nama, jabatan, atau identitas lahiriah semata. Menurutnya, seseorang harus mengenal siapa yang menciptakan dirinya.
“Kenali diri jangan cuma nama. Apalah sebuah nama. Yang paling penting adalah mengenal Yang Maha Memberi nama,” tutur beliau.
Menjelang kepulangan rombongan, suasana kekeluargaan kembali terasa begitu hangat. Istri H. Sidik memberikan satu set perlengkapan dapur berupa belati dan beberapa pisau kepada Sulaiman A.S. sebagai buah tangan. Pemberian tersebut disampaikan dengan harapan agar peralatan itu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga serta membantu berbagai aktivitas dapur, termasuk mengiris singkong yang selama ini kerap menjadi sajian kebersamaan dalam berbagai kegiatan silaturahmi dan majelis.
Pada kesempatan yang sama, suasana akrab juga terlihat ketika istri H. Sidik bersama istri Sambialaw, sapaan akrab Ihsan, membantu melakukan pemasangan kuku hias kepada putri Sulaiman. Momen sederhana itu menambah kesan hangat dalam pertemuan tersebut, sekaligus menunjukkan eratnya hubungan kekeluargaan yang terjalin antara keluarga majelis dan rombongan tamu.
Bagi rombongan, perhatian yang diberikan tuan rumah menjadi kenangan yang berkesan. Sebab, di balik kesederhanaannya tersimpan nilai-nilai persaudaraan, penghormatan kepada tamu, serta ketulusan yang menjadi ciri khas masyarakat Banjar dalam menjaga tali silaturahmi.
Kalimat sederhana itu seolah menjadi puncak dari perjalanan malam tersebut. Sebuah pengingat bahwa di balik segala aktivitas dunia, manusia pada akhirnya sedang menempuh perjalanan pulang menuju Tuhannya.
Perjalanan menuju Majelis Mahabbaturrasul malam itu bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menjelma menjadi perjalanan batin yang mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya ditemukan dalam terpenuhinya kebutuhan jasmani, tetapi juga dalam hadirnya cahaya ilmu yang menerangi hati. Di tengah gelapnya malam Desa Samuda, para musafir pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar oleh-oleh perjalanan, yakni hikmah tentang pentingnya mengenal diri untuk mengenal Sang Pencipta. (***)
Kalsel
Meniti Perjalanan Wali Mastur di Kampung Tinggiran Baru
Penulis : Al-Faqir Ihsan (Sambialaw)
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com β Senja perlahan turun ketika rombongan yang dipimpin CEO PT Barito Media Jaya Group, Sulaiman A.S. sapaan akrab M. Jaya , memulai perjalanan menuju Desa Tinggiran, Kecamatan Mekarsari , Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu (20/5/2026).

Perjalanan itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan silaturahmi kepada seorang ulama yang dikenal hidup dalam kesederhanaan dan diyakini sebagian masyarakat sebagai wali mastur atau wali yang menyembunyikan kemuliaannya, yakni TG. KH. Basman.
Berangkat dari Komplek Batola Residence Blok H Site III, Handil Pinang II, RT 12, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, rombongan menempuh perjalanan menuju kediaman TG. KH. Basman yang kini menetap di Desa Tinggiran. Meski berasal dari Amuntai, sosok beliau lebih dikenal sebagai pribadi yang memilih hidup jauh dari sorotan publik.
Nama TG. KH. Basman mungkin tidak begitu populer di kalangan masyarakat luas. Namun, bagi sebagian kalangan, rumah sederhana beliau kerap menjadi tujuan silaturahmi untuk meminta nasihat, doa, serta mengambil keberkahan.
Sesampainya di lokasi, azan Magrib berkumandang mengiringi langkah rombongan yang tiba di kediaman sang ulama. Pintu rumah kemudian dibuka oleh seorang perempuan paruh baya yang mengenakan mukena putih. Ia adalah istri TG. KH. Basman.
Dengan nada lembut, perempuan tersebut menanyakan asal dan maksud kedatangan rombongan.
“Ada apa, dari mana buhan pian?” tanyanya.
Salah seorang rombongan M. Ridho Tanjung Jaya yang merupakan putera Sulaiman kemudian menjelaskan tujuan kedatangan mereka untuk bersilaturahmi dan berkunjung kepada TG. KH. Basman.
Tak lama berselang, sosok yang ditunggu pun muncul. Dengan peci putih dan surban yang membalut tubuhnya, TG. KH. Basman berjalan menghampiri para tamu.
Penampilannya tampak sederhana seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya. Namun, kesederhanaan itulah yang justru menjadi ciri khas kehidupannya.
Dalam pandangan para murid dan orang-orang yang mengenalnya, ia dikenal sebagai sosok yang tidak terpaut oleh gemerlap kehidupan dunia. Ia memilih menjalani hidup dengan penuh kesahajaan dan menjauh dari berbagai bentuk kemewahan.
Menurut sejumlah riwayat yang berkembang di kalangan masyarakat, silsilah TG. KH. Basman disebut-sebut masih memiliki keterkaitan dengan ulama besar Banjar, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang lebih dikenal sebagai Datu Kalampayan.
Berbagai kisah karamah juga sering diceritakan oleh masyarakat yang mengenalnya. Salah satunya terjadi saat pelaksanaan haul KH Muhammad Zaini Abdul Ghani di Sekumpul, Martapura.
Kala itu, TG. KH. Basman dikisahkan menolak ajakan menumpang kendaraan dan memilih mengayuh sepeda ontel sembari mengenakan topi purun. Namun, menurut cerita yang beredar, beliau justru tiba lebih dahulu dibanding rombongan yang menggunakan mobil.
Dalam pertemuan tersebut, Sulaiman A.S. atau yang akrab disapa M Jaya kembali mengenang pesan yang pernah disampaikan KH Basman saat kunjungan sebelumnya.
Menurut Sulaiman, kala itu TG. KH. Basman memintanya untuk tidak memotong rambut dan bahkan memberikan julukan “Wali Bagalong”.
“Pian menyuruh ulun jangan memotong rambut,” ujar Sulaiman sambil mengingat pesan sang guru.
Meski terdengar sederhana, pesan tersebut diyakini memiliki makna yang mendalam bagi dirinya. Sebab dalam tradisi hubungan murid dan guru spiritual, setiap nasihat sering kali mengandung pelajaran batin yang tidak selalu dapat dipahami secara langsung.
Pada kesempatan itu, Sulaiman juga memohon doa kepada TG. KH. Basman. Dengan penuh takzim, ia menatap sang murabbi yang dihormatinya. Dalam tradisi yang diyakininya sebagai bentuk tabarruk atau mengambil keberkahan, Sulaiman mengungkapkan bahwa dirinya terbiasa meminta doa dan keberkahan dari para guru yang dikunjunginya.
Bagi sebagian kalangan, perjalanan menuju rumah seorang ulama bukan sekadar perjalanan fisik. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi ikhtiar untuk mempererat silaturahmi, menimba hikmah, serta mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu tampak dari penampilan ataupun kedudukan duniawi, melainkan dari ketulusan dalam mengabdi kepada Allah SWT dan sesama manusia. (***)
Kalsel
Sulaiman Belajar Keteladanan Sosok Sang Guru Majelis Allam Larut Merangkul Semua Umat
Penulis: Al-Faqir (Ihsan)
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Malam itu menggigil lebih dalam dari biasanya. Rintik hujan turun perlahan, membasahi dedaunan yang bergoyang pelan diterpa angin. Jalanan lengang, hanya suara serangga malam yang sesekali memecah sunyi, seolah menjadi latar alami bagi sebuah perjalanan yang tak sekadar berpindah tempat, tetapi juga menyusuri ruang batin.

Foto baju putih M. Jaya sering disebut Sulaiman bersama Guru Syarwani atau Guru Isar Sahibol Majelis Mahabbaturassul atau Allam Larut di Sungai Pantai Desa Samuda, Kecamatan Belawang, Barito Kuala Marabahan
Dari sudut Komplek Batola Residence, Handil Pinang RT 12, Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, langkah itu dimulai. Sabtu malam (2/5/2026), rombongan PT Barito Media Jaya Group bergerak perlahan meninggalkan halaman rumah.
Tanpa hiruk pikuk, tanpa gemuruh keramaian hanya deru mesin mobil yang mengiringi perjalanan penuh tujuan.
Arah mereka jelas sebuah Majelis Sholawat dan Zikir bernama βAllam Larutβ di Desa Samuda, Kecamatan Belawang.
Perjalanan malam itu bukan tanpa ujian. Jalanan gelap membentang, diapit pepohonan tinggi yang menjulang seperti lorong sunyi.
Namun, justru dalam keheningan itulah makna perjalanan terasa semakin dalam setiap kilometer yang ditempuh seakan menjadi bagian dari laku spiritual, perjalanan yang melibatkan hati, bukan sekadar raga.
Nama majelis yang dituju, βAllam Larutβ, menyimpan filosofi mendalam Aku Lahir Lantaran Abah Mama, Larut Aku Didalam Roh Ketuhanan. Sebuah makna yang mencerminkan perjalanan kembali kepada asal, kepada Sang Pencipta.
Setibanya di lokasi, suasana berubah drastis. Kehangatan langsung terasa. Keakraban menyambut, menggantikan dingin malam yang sebelumnya menyelimuti. Rombongan yang dipimpin Sulaiman disambut Sohibul Majelis, Ustad Syarwani, bersama para jamaah dan tamu undangan.
βUlun (saya)besok tidak bisa berhadir, jadi ulun sempatkan malam ini,β ujar Sulaiman dengan suara rendah namun sarat ketulusan.
Dalam suasana santai namun penuh makna, Ustad Syarwani sempat mengenang sosok M. Jaya di masa lalu. Ia menyebut, kedatangan M. Jaya dahulu jauh dari kesan formal hanya mengenakan pakaian sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan kedermawanan yang membekas.
βBeliau ini sangat dermawan. Setiap acara majelis sering memberikan beras. Alhamdulillah, jamaah di sini merasakan manfaatnya,β tutur Ustad Syarwani kepada para khadam.
Ia menegaskan, nilai seseorang tidak terletak pada penampilan fisik semata, melainkan pada pancaran batin yang diyakini sebagai tajalli dari akhlak Nabi Muhammad SAW.
Kini, perjalanan hidup itu memasuki babak baru. M. Jaya telah berganti nama menjadi Sulaiman meninggalkan identitas lama yang pernah melekat.
βUlun sudah berganti nama, diberi gelar oleh abah angkat di Kalua,β ucap Sulaiman dengan senyum lirih, menandai transformasi yang tak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah.
Kehadiran rombongan malam itu juga bertepatan dengan undangan walimatul urus (resepsi perkawinan) putra keempat Sohibul Majelis yang akan digelar keesokan harinya. Namun lebih dari sekadar memenuhi undangan, pertemuan tersebut menjelma menjadi ruang silaturahmi yang sarat makna.
Percakapan mengalir alami. Dari sekadar sapaan, berkembang menjadi diskusi tentang ilmu maβrifat. Ditemani secangkir kopi hangat, suasana perlahan berubah hening. Bukan karena kehabisan kata, melainkan karena setiap kalimat yang terucap mengandung kedalaman makna.
Waktu berjalan tanpa terasa. Malam pun mencapai sepertiganya. Perjalanan harus berlanjut. Rombongan kembali bergerak menuju tujuan berikutnya Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin. Rasa lelah mulai terasa, namun tak satu pun mengeluh. Seolah perjalanan ini telah menjadi bagian dari pengabdian.
Langkah akhirnya terhenti di Masjid Keramat Baitun Nur, Sungai Rutas RT 07. Tempat sederhana itu menjadi persinggahan memberi ruang istirahat, bukan hanya bagi tubuh, tetapi juga bagi jiwa.
Malam semakin larut. Sunyi kembali menyelimuti.Namun kali ini, sunyi itu tidak lagi kosong.Ia telah terisi oleh pengalaman, oleh makna, dan oleh perjalanan yang tak hanya ditempuh dengan langkah, tetapi juga dengan hati. (“”).
DPRD Kabupaten Barito Kuala
DPRD Batola Sampaikan Empat Rekomendasi Krusial atas LKPJ Bupati
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, menyampaikan keputusan rekomendasi empat poin krusial di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Batola Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam Rapat Paripurna, di Gedung DPRD setempat, Kamis (30/4/2026).
Anggota DPRD Batola Basrin yang menyampaikan rekomendasi mengatakan, DPRD Batola menekankan beberapa poin krusial yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pertama, sebut dia, kepada Pemerintahan dan Kesra, dewan meminta akselerasi nyata dalam penurunan angka kemiskinan ekstrem dan stunting melalui program unggulan, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Program Makan Gratis Bergizi (MBG).
“Selain itu, peningkatan IPM melalui program “Sekolah Rakyat” menjadi prioritas,” ujar Basrin. Baca juga: Bupati sampaikan LKPj TA 2025 ke DPRD Batola
Kedua, ucap dia, untuk ekonomi keuangan, SKPD yang tidak mencapai target pendapatan diminta untuk segera dievaluasi.
“Dewan mendorong digitalisasi UMKM, kemudahan perizinan investasi sektor unggulan serta pengoptimalan peran BUMD/BUMDes untuk mendongkrak PAD,” ungkapnya. Ketiga, tegasnya, efisiensi anggaran sesuai UU No. 1 Tahun 2022, DPRD memberikan peringatan keras terkait porsi belanja pegawai yang harus dirasionalisasi maksimal 30 persen dari total APBD secara bertahap hingga tahun 2027, guna menjamin kesehatan fiskal daerah.
Keempat, sambung Basrin, untuk mitigasi bencana, Pemkab didesak segera menyusun Raperda Penanggulangan Bencana dan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Kader PDI-P Batola itu menegaskan, seluruh poin rekomendasi yang belum terealisasi wajib dimasukkan kembali dalam tindak lanjut LKPJ Tahun Anggaran 2026 mendatang.
Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Batola Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, didampingi unsur pimpinan dewan.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Batola H Bahrul Ilmi, unsur Forkopimda, staf ahli, asisten, kepala SKPD serta para camat se-Kabupaten Batola (adv/kb).
Kalsel
DWP Batola Dukung Visi Daerah Lewat Program Kerja
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com β Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kab. Barito Kuala menggelar Rapat Kerja DWP Tahun 2026. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penasihat DWP Ny. Hj. Noorhayati Bahrul Ilmi, bertempat di Aula Selidah, Senin (27/4/2026).
Kegiatan diawali dengan laporan sekaligus sambutan dari Ketua DWP Ny. Hj. Herwina Zulkipli Yadi Noor, dan dilanjutkan dengan paparan mengenai internalisasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kab. Barito Kuala oleh Sekda H. Zulkipli Yadi Noor.
Dalam laporannya, Ketua DWP Ny. Hj. Herwina Zulkipli Yadi Noor menyampaikan bahwa DWP Kab. Barito Kuala sebagai organisasi sosial memiliki peran domestik dan peran publik yang dilaksanakan secara seimbang.
“Peran domestik berkaitan dengan peran istri dan ibu dalam keluarga, sedangkan peran publik melibatkan partisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat, dengan berperan sebagai mitra strategis pemerintah untuk mewujudkan visi dan misi kepala daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa RPJMD menjadi salah satu pedoman dalam penyusunan landasan strategis DWP tahun 2025β2029. Program kerja tahun 2026 yang telah dimulai dalam Renstra DWP akan disempurnakan melalui rapat kerja dengan memperhatikan hasil atau capaian dan evaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2025.
Tujuan utama dari rapat kerja ini adalah untuk:
1. Mengevaluasi, membahas, mengkoordinasikan, menyalurkan persepsi, serta mengintensifkan atau menetapkan program kerja dan pelaksanaannya sesuai dengan kehidupan organisasi yang telah ditetapkan.
2. Menetapkan program kerja tahun 2026.
3. Menetapkan acuan atau pedoman dalam pelaksanaan kegiatan DWP Kabupaten dari kepala, dan sebagai dasar dalam penyusunan program kerja unsur pelaksana DWP Kabupaten.
Penasihat DWP selaku Ketua TP PKK, Ny. Hj. Noorhayati Bahrul Ilmi, dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat kerja merupakan momentum untuk mengevaluasi capaian dan merancang langkah strategis ke depan. Beliau menekankan pentingnya peran DWP dalam mendukung tugas suami sebagai ASN sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga.
“Dalam menyusun program kerja, saya sangat mengharapkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, pastikan program kerja yang disusun selaras dengan visi dan misi pusat maupun daerah kita. Buat program kerja yang nyata, yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota dan masyarakat,” tegas Noorhayati.
Beliau juga berpesan agar rapat dilaksanakan dengan keterbukaan, jujur, dan realistis dalam menyusun target kerja dengan mengutamakan kualitas daripada kuantitas kegiatan.
Rangkaian acara diakhiri dengan sesi diskusi yang dipandu oleh panitia pelaksana dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kekompakan organisasi. (adv/kb).
Kalsel
Batola Dorong Kemandirian Daerah Lewat Otoda
MARABAHAN, onlinekoranbarito.com β Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Barito Kuala) menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-XXX tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Barito Kuala pada Senin pagi (27/4/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala SKPD, dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Barito Kuala.
Dalam amanatnya, Bupati H. Bahrul Ilmi membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian. Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Tema tersebut menegaskan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal guna mendukung visi besar bangsa.
“Otonomi daerah adalah sarana mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Mendagri.
Mendagri melalui Bupati juga menekankan beberapa poin strategis yang harus menjadi fokus pemerintah daerah ke depan, di antaranya:
β’ Kedaulatan Pangan & Energi: Mewujudkan swasembada pangan dan energi serta pengelolaan sumber daya air.
β’ Tata Kelola Pemerintahan: Mewujudkan pemerintahan yang terbuka, melayani, dan bebas korupsi.
β’ Kualitas Hidup: Peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan yang merata, serta pengembangan kewirausahaan.
β’ Reformasi: Penguatan reformasi birokrasi dan penegakan hukum.
Momentum hari bersejarah ini juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada insan-insan terbaik di lingkungan Pemkab Barito Kuala. Bupati menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya sebagai apresiasi atas dedikasi ASN, yang diberikan kepada:
1. Muryanti, A.Md.Keb. (Satyalancana 30 Tahun)
2. Hery Sasmita, S.STP., M.A.P. (Satyalancana 20 Tahun)
3. Roni Faslah, S.I.Kom. (Satyalancana 10 Tahun)
Selain penghargaan perorangan, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan kinerja terbaik. Dinas PUPR meraih penghargaan capaian tertinggi berdasarkan kontribusi keuangan dengan realisasi retribusi daerah 55,21% dari target Triwulan 1 tahun 2026 dan Dinas Kesehatan (Dinkes) berhasil meraih penghargaan persentase tertinggi realisasi retribusi daerah 79,91% dari target Triwulan 1 tahun 2026.
Upacara ditutup dengan harapan agar semangat otonomi daerah terus memacu inovasi di Bumi Ije Jela demi mewujudkan kemajuan bangsa yang berkelanjutan. (adv/kb).
-
Nasional3 tahun agoSambut Tahun Baru 2023, IOH Region Kalisumapa Siapkan Command Center
-
Nasional3 tahun agoEvaluasi Harga Berkala, Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax dan Dex Series Per 3 Januari
-
Nasional9 bulan agoAkhmad Munir Terpilih Ketua Umum PWI Pusat, Tiga Formatur Disepakati
-
Kalteng2 tahun agoPj Bupati Murung Raya Buka Forum Komunikasi Implementasi Pencapaian UHC
-
Kalsel10 bulan agoBupati H Fani Ingin Wujudkan Tabalong Religius
-
Kalteng9 bulan agoBupati Heriyus Kunker ke PT Adaro Minerals, Dorong Sinergi Perusahaan dan Pemda untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau9 bulan agoKoperasi Merah Putih Dianggap Strategis Bangun Ekonomi Lokal
-
DPRD Kabupaten Pulang Pisau9 bulan agoFraksi DPRD Pulpis Sepakat Bahas Revisi Perda OPD
-
Nasional3 tahun agoRekomendasi 5 HP Vivo Dual Kamera Harga Murah Januari 202
-
Kalsel10 bulan agoTabalong Wujudkan Program Satu Desa Satu Pendakwah
