Supian HK Tegaskan Ketahanan Daerah Kunci Pertahanan Nasional
BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Ketahanan pertahanan negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan persenjataan dan kesiapan militer. Di tengah perubahan geopolitik dunia, ketersediaan pangan, ketahanan energi, stabilitas ekonomi, hingga keamanan siber turut menjadi faktor penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Supian HK, saat menghadiri Sosialisasi Tugas dan Fungsi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) serta Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhanneg) Tahun 2025–2029 di Hotel Grand Maya by Artotel, Banjarbaru, Rabu (14/10/2026).
Menurut Supian HK, kekuatan pertahanan nasional harus dibangun dari daerah yang tangguh. Kalsel, dengan perannya sebagai daerah penghasil energi, penopang ketahanan pangan, sekaligus salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), memiliki posisi strategis dalam mendukung kepentingan nasional.
“Pertahanan negara bukan hanya soal alutsista, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, ketahanan energi, pangan, dan kekompakan seluruh elemen daerah. Kalau Kalsel tangguh, Indonesia akan semakin kuat. Itu kuncinya,” ujar Supian HK.
Ia menilai, pemahaman terhadap arah kebijakan pertahanan negara perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Dengan begitu, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga selaras dengan kepentingan strategis nasional.
“Kalsel ini memiliki peran besar sebagai daerah penghasil energi, penguat ketahanan pangan, dan pintu gerbang menuju IKN. Karena itu, pemahaman terhadap Jakumhanneg 2025–2029 sangat penting agar arah pembangunan daerah tetap sejalan dengan kepentingan pertahanan nasional,” katanya.
Supian HK menegaskan, DPRD Kalsel siap mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan daerah melalui fungsi legislasi dan pengawasan anggaran. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong kebijakan pembangunan yang memperhatikan kebutuhan strategis daerah sekaligus kepentingan pertahanan nasional.
“DPRD Kalsel siap bersinergi dalam memperkuat kebijakan yang mendukung ketahanan daerah. Pertahanan adalah kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab satu institusi,” tegasnya.
Sosialisasi tersebut dipimpin Tenaga Ahli Madya Deputi Bidang Geostrategi DPN, Marsma TNI Agus Wahyudi, S.E., M.M., dengan menghadirkan pemateri Kolonel Laut (H) Dr. Rudy Hartono, S.H., M.H.
Kegiatan ini diikuti berbagai unsur strategis, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan, TNI-Polri, kalangan akademisi, hingga pimpinan BUMN dan sektor swasta strategis.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara serta Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024 tentang Dewan Pertahanan Nasional.
Bagi Supian HK, keterlibatan berbagai unsur dalam sosialisasi ini menunjukkan pentingnya membangun kesamaan pemahaman dan komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Hari ini seluruh stakeholder hadir. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki satu visi yang sama dalam menjaga NKRI. InsyaAllah Kalsel siap menjadi daerah yang tangguh dan memberikan kontribusi nyata bagi pertahanan negara,” pungkasnya. (adv/kb).
