Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Banjarbaru

Kalsel Expo Ditutup, Transaksi Tembus Rp20 Miliar

Oleh Ikhsan · 17 Agustus 2026 · 4 menit baca · 3 views
Kalsel Expo Ditutup, Transaksi Tembus Rp20 Miliar

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Enam hari penyelenggaraan Kalsel Expo 2026 meninggalkan catatan manis bagi geliat ekonomi dan promosi produk lokal.

Tak hanya dipadati pengunjung, ajang tahunan dalam rangka Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan itu juga mencatatkan nilai transaksi fantastis, menembus Rp20 miliar.

Kalsel Expo 2026 secara resmi ditutup Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Senin malam (17/8/2026).

Penutupan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman bersama Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, jajaran Forkopimda Kalsel beserta istri, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin bersama Ketua DPW Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalsel Hj. Masrupah Syarifuddin, serta Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin bersama Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani.

Turut hadir pula pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, peserta expo dan masyarakat yang memadati lokasi penutupan.

Sejak dibuka pada 12/8/2026, Kalsel Expo menjadi salah satu magnet perayaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel. Sebanyak 325 stan turut ambil bagian, termasuk 100 stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan Banua.

Gubernur H. Muhidin mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Mulai dari panitia, event organizer, peserta hingga masyarakat yang memberikan dukungan selama expo berlangsung.

Menurutnya, capaian transaksi yang melampaui Rp20 miliar menjadi bukti bahwa kegiatan expo memiliki dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi daerah.

“Penjualan selama Expo totalnya lebih dari Rp20 miliar,” ujar H. Muhidin.

Nilai tersebut, lanjutnya, menunjukkan besarnya potensi expo sebagai ruang promosi sekaligus pembuka pasar bagi produk-produk lokal. Tidak hanya produk UMKM, transaksi juga terjadi pada sektor kendaraan dan alat berat.

Gubernur pun mendorong agar kegiatan serupa dapat lebih sering digelar dengan melibatkan berbagai instansi dan pelaku UMKM. Pemerintah Provinsi Kalsel, katanya, siap memberikan ruang bagi pihak yang ingin melaksanakan expo di kawasan perkantoran pemerintah daerah.

“Mari kita bersama-sama menghidupkan UMKM dan kulineran yang ada di Kalsel,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, H. Muhidin juga menyinggung kekompakan Forkopimda Kalsel yang selama ini aktif mendukung berbagai program dan kegiatan pemerintah daerah.

Menurutnya, sinergi dan kebersamaan tersebut menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun Kalimantan Selatan.

“Inilah bukti kekompakan yang ada,” tuturnya.

Di penghujung sambutannya, Gubernur berharap semangat yang terbangun selama Kalsel Expo tidak berhenti setelah lampu-lampu stan dipadamkan. Promosi produk lokal, peningkatan kualitas, hingga perluasan pasar harus terus berjalan demi membuka peluang usaha yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kalsel Expo 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel H. Ahmad Bagiawan, S.Pd., M.M. melaporkan, total transaksi selama Kalsel Expo 2026 mencapai lebih dari Rp20 miliar.

“Total transaksi Kalsel Expo 2026 lebih dari Rp20 miliar,” katanya.

Ia merinci, transaksi yang tercatat mencapai Rp19,33 miliar. Nilai tersebut kemudian bertambah dari penjualan satu unit ekskavator senilai sekitar Rp1,3 miliar serta dua unit mobil listrik dengan nilai sekitar Rp600 juta.

Tak hanya dari sisi transaksi, tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah pengunjung. Selama enam hari pelaksanaan, sekitar 1.278.000 orang tercatat mengunjungi Kalsel Expo 2026.

“Selama enam hari, sekitar 1.278.000 orang berkunjung ke Kalsel Expo,” ujarnya.

Meski mencatatkan hasil positif, Ahmad Bagiawan mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan Kalsel Expo pada tahun berikutnya.

“Kekurangan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun depan,” katanya.

Malam penutupan juga diramaikan dengan pengumuman pemenang lomba stan dan berbagai kegiatan pendukung. Hadiah diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin kepada para pemenang.

Pada kategori SKPD Provinsi, Bapenda Kalsel keluar sebagai juara pertama, disusul Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel. Sementara stan terfavorit diraih Dinas Kominfo Kalsel.

Kategori Kabupaten/Kota dimenangkan Kabupaten Tanah Bumbu, diikuti Kotabaru dan Hulu Sungai Utara.

Untuk kategori Instansi Vertikal, Korem 101/Antasari meraih juara pertama, disusul Lanud Syamsudin Noor dan Polda Kalsel.

Kategori BUMN dimenangkan Bank Kalsel, diikuti Bank BSI dan PT PLN. Sementara kategori Perusahaan Swasta diraih PT Arutmin Indonesia, PT Adaro Indonesia, dan Hutan Rindang Banua.

Pada kategori Organisasi Sosial/Profesi, Dekranasda Tapin menjadi juara pertama, disusul Dekranasda Hulu Sungai Selatan dan PKK Kalsel.

Sementara untuk lomba pendukung, lomba memasak dimenangkan Dinas ESDM Kalsel, turnamen Esport oleh Tim OPR, lomba menggambar oleh Safira Talita Arumi, serta lomba mewarnai oleh Dinara Nabila.

Penyerahan hadiah tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian Kalsel Expo 2026. Namun, semangat untuk memperkenalkan produk Banua, menggerakkan UMKM dan memperluas pasar diharapkan tidak ikut berakhir bersama ditutupnya expo.

Lebih dari sekadar pameran, Kalsel Expo telah menjadi ruang pertemuan antara produk lokal, pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi Banua. (adv/kb). 

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak