Langsung ke konten
Banner
Terbaru
DPRD Kabupaten Barito Timur

Perjalanan Nursulistio Dulunya Seorang Petani Kini Jadi Ketua DPRD

Oleh Ikhsan · 7 Agustus 2025 · 3 menit baca · 1 views
Perjalanan Nursulistio Dulunya Seorang Petani Kini Jadi Ketua DPRD

Oleh : Eka Sri Tanjung Jaya
Mahasiswi Uniska Banjarmasin, Fakultas FISIP Jurusan Komunikasi

TAMIANG LAYANG, onlinekoranbarito.com – Suasana hangat dan penuh haru dalam keakraban menyelimuti malam di Rumah Jabatan (Rujab) Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, S.Pd.I., M.AP. Meski hujan rintik membasahi ibukota Tamiang Layang kala itu, Senin malam (4/8/2025), sekitar pukul 20.00 WIB.

Sekretaris PWI Bartim, M. Jaya yang akrab dipanggil Fir’aun Banjar ini bertandan di kediaman Rumah Jabatan Ketua DPRD Nursulistio.

Perbincangan Santai yang ditemani secangkir kopi hangat itu, justru semakin terasa bermakna. Dengan tangan terbuka Nursilistio, menyambut sembari menyajikan kopi hangat yang disuguhkan sebagai simbol kesederhanaan dan kehangatan dari seorang pemimpin rakyat.

“Alhamdulillah Bang Jay mau mampir. Tadi siang Bang Jay saya tunggu tapi tidak datang mungkin Bang Jay ada kesibukan lain. Saya orangnya biasa saja yakni seorang anak desa dulunya seorang petani tidak mengira jadi Ketua DPRD sekarang ini. Prinsif saya suka berteman kepada siapa saja jadi kita welcome aja Bang Jay,” ungkap Nursulistio.

Disela obrolan penuh rasa keakraban ini, rintikan hujan yang turun membuat suasana makin hangat sambil menyeruputi secangkir kopi dan kue lapis serta kacang kulit yang disuguhkan di atas meja membuat obrolan makin penuh canda dan tawa di antara Sekretaris PWI, M. Jaya bersama Nursulistio Ketua DPRD setempat.

Ia menceritakan seputar kehidupan yang penuh perjuangan dan tantangan namun tekat yang kuat tidak memutuskan harapan untuk menjadi orang sukses. Tak lepas juga dari doa kedua orang tua yang menyertai langkahnya.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Nursulistio membuka kisah perjalanan hidupnya tentang masa kecilnya yang dibesarkan dari keluarga sederhana. Hingga pengalaman hidup yang pernah dirasakan sempat menjadi seorang petani, pemecah batu, bahkan menjadi satpam di Rujab Ketua DPRD Bartim kala itu, sebelum meniti karier politik yang membawanya ke posisi sekarang.
“Saya bersyukur atas setiap tahap kehidupan yang pernah saya lewati. Semua itu menjadi guru terbaik dalam membentuk saya sekarang ini,” ungkap lelaki yang dikenal dermawan ini di wilayah Kecamatan Dusun Tengah Bartim.

Sosok Nursulistio merupakan jebolan Fakultas Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin dengan jurusan Bahasa Arab. Lelaki kelahiran 1984 dan ayah dari tiga orang putra ini dikenal luas sebagai sosok bersahaja memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar tempat kelahirannya.

Jiwa sosialnya tak jarang terlihat dalam berbagai momen kemasyarakatan, mulai dari hajatan warga hingga kegiatan gotong royong di desa-desa. Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Timur, M. Jaya, menyampaikan kisah menggambarkan ketulusan hati Nursulistio merupakan “anak desa” yang inspiratif.

Jaya mengutip cerita Ibun sapaan akrab Bunyamin dari Desa Putai, seorang pedagang mainan keliling. Kala itu, Ibun menyebut bahwa Pak Nur, sapaan lengkap Nursulistio sering membantu anak-anak yang ingin membeli mainan saat ada hajatan.

“Beliau tidak pernah tidak hadir setiap ada undangan atau hajatan dari masyarakat tanpa tangan kosong. Kebiasaan Pak Nur kalau melihat anak-anak menghampiri paman mainan ia tidak segan-segan membelikannya,” ungkap Ibun, warga Desa Putai pedagang mainan keliling. (***)

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak