Langsung ke konten
Banner
Terbaru
DPRD Kabupaten Barito Timur

Nursulistio Sang Pemuda Kampung Yang Bersahaja

Oleh Ikhsan · 7 Agustus 2025 · 2 menit baca · 1 views
Nursulistio Sang Pemuda Kampung Yang Bersahaja

TAMIANG LAYANG, onlinekoranbarito.com – Malam itu, hujan turun perlahan di Kota Tamiang Layang, bahkan angin bertiup kencang seakan menggiring langkah kaki menuju di kediaman Rumah Jabatan Ketua DPRD setempat. Rintik hujan membasahi halaman Rujab Ketua DPRD Barito Timur, Senin malam (5/8/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Kami datang memenuhi permintaan dari Ketua DPRD Bartim dan mempererat kerja sama serta menjaga keharmonisan sebagai mitra,” kata Sekretaris PWI Bartim, M. Jaya, yang akrab disapa Fir’aun Banjar, dengan pakaian khas rumpi hitam dan kalung etnik yang menggantung di lehernya.

Malam itu, Ketua DPRD Bartim, Nursulistio menyambut M. Jaya dengan senyum yang tulus. Tak ada jarak antara jabatan dan persahabatan.

Ia mempersilakan masuk ke ruang tamu yang hangat dan ditemani aroma kopi, cemilan sederhana, serta semangat persaudaraan.

“Alhamdulillah, Bang Jaya dan kawan-kawan bisa mampir malam ini. Saya selalu terbuka rumah ini bukan hanya milik saya, tapi milik rakyat,” ucap Nursulistio dengan mata berbinar.

Ia menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi Ketua DPRD setempat.
Sebuah kisah hidup yang jarang terungkap ke publik. Jaya pun mendengarkannya dengan seksama. Nursulistio mengenang masa-masa sulitnya.

“Tahun 2008 lalu, saya berdiri di halaman rumah jabatan ketua DPRD ini sebagai satpam. Saya tak pernah membayangkan kembali ke tempat ini sebagai Ketua DPRD. Tapi Tuhan punya cara kerja yang luar biasa,” katanya dengan suara yang bergetar.

Kisah itu membuat ruangan hening sejenak. Mata beberapa orang mulai berkaca. Di depan mereka berdiri sosok pemimpin yang dulunya hanya penjaga pintu.

Namun kini dipercaya memimpin sebuah lembaga wakil rakyat. Nursulistio memang bukan pemimpin yang hanya hadir di belakang meja saja.
Kesederhanaan dan kepeduliannya diakui masyarakat.

Salah satunya, Bunyamin S., seorang pedagang keliling mainan anak-anak dari Desa Putai, merasakan kedermawanan sosok Nursulistio.

“Beliau sering membantu warga kecil seperti kami. Sosoknya bersahaja, tidak ada kesan pejabat yang menjaga jarak,” ungkap Ibun sapaan akrab Bunyamin.

Malam itu bukan tentang politik, bukan tentang jabatan. Ini adalah malam tentang rasa kemanusiaan, perjuangan, dan rasa syukur. Di tengah hujan yang masih turun perlahan, mereka berbincang, tertawa, dan saling menguatkan.

Silaturahmi itu menegaskan satu hal, bahwa kekuasaan sejati bukan terletak pada kursi yang diduduki, melainkan pada hati yang membuka ruang bagi sesama. Dan malam itu, hati-hati yang terbuka telah bertemu dalam satu ruang yang sama. Rumah yang dulu dijaga oleh seorang satpam bernama Nursulistio, kini menjadi rumah bagi Ketua DPRD yang rendah hati. (eka/kb).

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak