Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Banjarbaru

Tanggap Terhadap Keluhan, Disdikbud Kalsel Perbaiki Sistem SPMB dengan Kolaborasi Ombudsman

Oleh Admin onlinekoranbarito.com · 16 Juli 2025 · 2 menit baca · 1 views
Tanggap Terhadap Keluhan, Disdikbud Kalsel Perbaiki Sistem SPMB dengan Kolaborasi Ombudsman

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com – Ombudsman Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menerima sejumlah keluhan terkait proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang mengulang masalah yang sama seperti tahun lalu. Keluhan yang paling sering ditemukan adalah terkait dengan ketidakjelasan prosedur pendaftaran dan kesulitan dalam mengakses jalur afiliasi, prestasi, serta domisili.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel memastikan akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Kepala Disdikbud Kalsel, Dr. Suharto, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengutamakan transparansi dalam setiap tahapan proses SPMB. “Kami berusaha keras agar seluruh prosedur, termasuk jalur pendaftaran sesuai dengan domisili, afirmasi, dan prestasi, dapat diakses dengan jelas oleh semua pihak,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi keluhan, Disdikbud Kalsel juga menggandeng Ombudsman untuk melakukan pengawasan secara langsung (on-the-spot) terhadap setiap tahapan pendaftaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pengaduan dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

“Kerja sama dengan Ombudsman ini akan sangat membantu dalam memantau serta memastikan bahwa pengelolaan SPMB berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan bebas dari maladministrasi,” kata Suharto.

Selain itu, Disdikbud Kalsel juga menyediakan berbagai saluran pengaduan yang mudah diakses oleh masyarakat, baik secara daring maupun luring. “Kami membuka posko bantuan di setiap kabupaten/kota, serta menyediakan kanal pengaduan daring melalui website resmi dan aplikasi yang bisa diakses oleh siswa, orang tua, dan pihak sekolah,” tambah Suharto.

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir apabila menemukan kesulitan dalam pendaftaran atau ada masalah terkait proses administrasi lainnya. Disdikbud juga mempermudah akses informasi dengan menyediakan berbagai tutorial dan petunjuk di website serta media sosial resmi.

Untuk menghindari kesalahan umum dalam proses pendaftaran, Disdikbud Kalsel berencana untuk melaksanakan kampanye informasi secara masif. Kampanye ini akan melibatkan orang tua, siswa, dan pihak sekolah untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang tata cara pendaftaran, bagaimana mengakses helpdesk, serta apa saja yang perlu diwaspadai dalam menghindari kesalahan umum.

“Dengan adanya kampanye ini, kami berharap masyarakat lebih mudah memahami sistem pendaftaran, serta dapat meminimalisir kesalahan administratif yang sering terjadi,” jelas Suharto.

Disdikbud Kalsel menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga yang proaktif dalam memperbaiki sistem penerimaan siswa baru di Kalsel. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan proses SPMB dapat berjalan dengan lebih transparan, adil, dan tanpa adanya maladministrasi yang merugikan masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah menciptakan proses yang adil dan transparan, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk diterima di perguruan tinggi,” tambah Suharto. (adv/kmfksl/Aqmar/kb).

 

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak