M. Jaya Bangun Komunikasi dan Sinergitas Wartawan di Bartim
TAMIANG LAYANG, onlinekoranbarito.com – Suasana malam di Cafe 179 Tamiang Layang, terasa berbeda pada Kamis (8/5/2025) malan. Di tengah aroma kopi dan obrolan santai, sekelompok jurnalis dari berbagai media berkumpul dalam sebuah pertemuan hangat. Tak ada meja resmi atau pidato panjang yang ada hanya tawa, diskusi, dan semangat untuk terus menjaga kebersamaan.
M. Jaya, jurnalis senior yang dikenal dengan nama Fir’aun Banjar, menginisiasi pertemuan ini. Ia mengajak rekan-rekan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Barito Timur untuk duduk bersama dalam suasana informal, tanpa sekat, tanpa atribut organisasi yang kaku.
“Kebersamaan seperti ini sangat dibutuhkan agar sesama wartawan tetap solid dan saling mendukung dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Fir’aun Banjar, yang tampak akrab bercengkerama dengan jurnalis muda maupun senior.
Hadir dalam pertemuan itu beberapa nama yang sudah tak asing di dunia pers lokal, seperti Agus Bole Malo (Borneo News), Anigoro (Kalamantha), Eko Prasojo A. (Tabengan), Abdul Halim (Suluh Banua), Budi Irawan (Metro7), Handayani (Demokrasi Post), dan Surya Irawan (Jurnalist Post).
Selain menjadi ajang silaturahmi, malam itu juga menjadi pemanasan menjelang pemilihan Ketua PWI Barito Timur periode 2025–2028 yang rencananya digelar pada 28 Mei mendatang. Dua nama disebut-sebut akan maju, yakni Eko Prasojo A. dan Agus Bole Malo.
Agus, dalam kesempatan itu, menyatakan sikapnya dengan santai namun penuh keyakinan.
‘Jika Bang Jaya mencalonkan diri, saya siap mundur. Tapi jika tidak, saya akan maju dan siap menerima masukan untuk kemajuan PWI ke depan,” katanya kepada Fir’aun Banjar.
Pernyataan itu disambut Jaya dengan semangat positif. Ia menegaskan bahwa siapapun pemimpin yang terpilih nanti harus mampu menjaga keharmonisan di antara wartawan dan membawa agenda silaturahmi seperti ini menjadi tradisi.
Dari sudut ruangan, senyum Ira Yusnita, pemilik Cafe 179, terlihat sumringah melihat para wartawan saling berbagi cerita. Bersama Hendroyono, mantan Direktur PDAM Barito Timur, keduanya menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang mempererat ikatan antara pers dan pelaku usaha lokal.
Malam itu, bukan hanya kopi yang menghangatkan, tapi juga semangat kolektif untuk menjaga marwah jurnalisme yang bersatu dan bersahabat. (Aqmar Sharaya/kb).
