Connect with us

Kalsel

Gubernur Kalsel H. Muhidin RDP dengan Komisi II DPR RI, Tuai Pujian Paparan Singkat dan Jelas

Published

on

JAKARTA, onlinekoranbarito.com – Gubernur Kalsel H. Muhidin mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Rapat tersebut beragendakan pembahasan terkait penyelenggaraan pemerintah daerah yaitu salah satunya tentang dana transfer pusat ke daerah serta membahas mengenai kondisi fiskal hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) masing-masing daerah.

Tampak Gubernur Kalsel, H. Muhidin tengah duduk di antara Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal.

Dalam rapat itu, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda pun menyampaikan tentang komisinya tersebut mempunyai tugas untuk mengawasi dana transfer pusat ke daerah. Selama ini, DPR RI belum melakukan pengawasan terhadap transfer itu.

“Begitu APBN ditransfer ke APBD masing-masing, maka kemudian ruang pengawasan tidak dilakukan,” kata Rifqinizamy mengawali rapat.

Selanjutnya paparan Gubernur Kalsel, H. Muhidin menjelaskan tentang dukungan pilkada serentak, jumlah calon kepala daerah, pelantikan kepala daerah (20 Februari), putusan MK Banjarbaru (19 April), pelaksanaan PSU Banjarbaru, penetapan pemenang PSU (21 April) hingga hasil PSU yang digugat kembali (23 April).

“Yang terhormat Pimpinan beserta jajaran Komisi II DPR dan ibu Wamen, kemudian kami hormati rekan-rekan yang sama Gubernur maupun Wakil Gubernur yang datang hari ini. Mengenai penyelenggaraan PSU pada Sabtu, 19 April yang lalu ini aman,” sampai Gubernur H. Muhidin dalam rapat.

Hal itu, menurut Gubernur H. Muhidin tak lepas berkat kedatangan langsung oleh Ketua Komisi II DPR, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda yang mengawasi langsung PSU di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Namun, Gubernur H. Muhidin memohon kepada Komisi II DPR RI yang bertanggungjawab soal pemilu dapat menegakkan hukum dalam permasalahan gugatan PSU. Apalagi, tidak ada temuan dari Bawaslu terkait dugaan tersebut.

Kemudian, Gubernur H. Muhidin juga memaparkan terkait realisasi transfer pusat ke daerah (Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan TA 2021-2024), Postur APBD 2024-2025 hingga realisasi total Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lalu, alokasi dana transfer TA 2025 mengenai dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), DAK dan fisik-nonfisik, instensif fiskal, serta bantuan keuangan.

“Ada catatan bahwa TA 2023 itu transfer pusat yang belum bayar. Itu senilai 1,399 Triliun dan kami memohon kepada komisi II agar dibayar secepatnya ini kepada kami,” ungkap Gubernur H. Muhidin ditengah rapat berlangsung.Lalu, ada mengenai BUMD dan BLUD Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur H. Muhidin mengakhiri pemaparan tersebut yang dipuji langsung oleh pimpinan rapat yakni Muhammad Rifqinizamy Karsayuda karena paparan yang singkat dan jelas.

Menurut Rifqinizamy, paparan oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin mestinya di awal rapat sehingga dapat menginspirasi oleh peserta lainnya. Kemudian, dia menjelaskan mengenai rasio PAD dan APBN.

“Kalsel ini ya dalam grafik mengenai rasio PAD dan APBN itu persis ditengah-tengah. Karena posisinya itu 49,8% APBD dan 50% APBN,” pungkasnya.

Terakhir, Rifqinizamy berjanji akan memenuhi permintaan Gubernur H. Muhidin mengenai tagihan dana ke pusat. Dia menegaskan, pihak Komisi II DPR RI dengan Pemprov Kalsel nanti bersama-sama menagihnya sehingga lekas dapat dicairkan anggaran tersebut. (adv/kmf/kb).

 

Kalsel

Meniti Perjalanan Wali Mastur di Kampung Tinggiran Baru

Published

on

Penulis : Al-Faqir Ihsan (Sambialaw)

MARABAHAN, onlinekoranbarito.com – Senja perlahan turun ketika rombongan yang dipimpin CEO PT Barito Media Jaya Group, Sulaiman A.S. sapaan akrab M. Jaya , memulai perjalanan menuju Desa Tinggiran, Kecamatan Mekarsari , Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu (20/5/2026).

Perjalanan itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan silaturahmi kepada seorang ulama yang dikenal hidup dalam kesederhanaan dan diyakini sebagian masyarakat sebagai wali mastur atau wali yang menyembunyikan kemuliaannya, yakni TG. KH. Basman.

Berangkat dari Komplek Batola Residence Blok H Site III, Handil Pinang II, RT 12, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, rombongan menempuh perjalanan menuju kediaman TG. KH. Basman yang kini menetap di Desa Tinggiran. Meski berasal dari Amuntai, sosok beliau lebih dikenal sebagai pribadi yang memilih hidup jauh dari sorotan publik.

Nama TG. KH. Basman mungkin tidak begitu populer di kalangan masyarakat luas. Namun, bagi sebagian kalangan, rumah sederhana beliau kerap menjadi tujuan silaturahmi untuk meminta nasihat, doa, serta mengambil keberkahan.

Sesampainya di lokasi, azan Magrib berkumandang mengiringi langkah rombongan yang tiba di kediaman sang ulama. Pintu rumah kemudian dibuka oleh seorang perempuan paruh baya yang mengenakan mukena putih. Ia adalah istri TG. KH. Basman.

Dengan nada lembut, perempuan tersebut menanyakan asal dan maksud kedatangan rombongan.

“Ada apa, dari mana buhan pian?” tanyanya.

Salah seorang rombongan M. Ridho Tanjung Jaya yang merupakan putera Sulaiman kemudian menjelaskan tujuan kedatangan mereka untuk bersilaturahmi dan berkunjung kepada TG. KH. Basman.

Tak lama berselang, sosok yang ditunggu pun muncul. Dengan peci putih dan surban yang membalut tubuhnya, TG. KH. Basman berjalan menghampiri para tamu.

Penampilannya tampak sederhana seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya. Namun, kesederhanaan itulah yang justru menjadi ciri khas kehidupannya.

Dalam pandangan para murid dan orang-orang yang mengenalnya, ia dikenal sebagai sosok yang tidak terpaut oleh gemerlap kehidupan dunia. Ia memilih menjalani hidup dengan penuh kesahajaan dan menjauh dari berbagai bentuk kemewahan.

Menurut sejumlah riwayat yang berkembang di kalangan masyarakat, silsilah TG. KH. Basman disebut-sebut masih memiliki keterkaitan dengan ulama besar Banjar, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang lebih dikenal sebagai Datu Kalampayan.

Berbagai kisah karamah juga sering diceritakan oleh masyarakat yang mengenalnya. Salah satunya terjadi saat pelaksanaan haul KH Muhammad Zaini Abdul Ghani di Sekumpul, Martapura.

Kala itu, TG. KH. Basman dikisahkan menolak ajakan menumpang kendaraan dan memilih mengayuh sepeda ontel sembari mengenakan topi purun. Namun, menurut cerita yang beredar, beliau justru tiba lebih dahulu dibanding rombongan yang menggunakan mobil.

Dalam pertemuan tersebut, Sulaiman A.S. atau yang akrab disapa M Jaya kembali mengenang pesan yang pernah disampaikan KH Basman saat kunjungan sebelumnya.

Menurut Sulaiman, kala itu TG. KH. Basman memintanya untuk tidak memotong rambut dan bahkan memberikan julukan “Wali Bagalong”.

“Pian menyuruh ulun jangan memotong rambut,” ujar Sulaiman sambil mengingat pesan sang guru.

Meski terdengar sederhana, pesan tersebut diyakini memiliki makna yang mendalam bagi dirinya. Sebab dalam tradisi hubungan murid dan guru spiritual, setiap nasihat sering kali mengandung pelajaran batin yang tidak selalu dapat dipahami secara langsung.

Pada kesempatan itu, Sulaiman juga memohon doa kepada TG. KH. Basman. Dengan penuh takzim, ia menatap sang murabbi yang dihormatinya. Dalam tradisi yang diyakininya sebagai bentuk tabarruk atau mengambil keberkahan, Sulaiman mengungkapkan bahwa dirinya terbiasa meminta doa dan keberkahan dari para guru yang dikunjunginya.

Bagi sebagian kalangan, perjalanan menuju rumah seorang ulama bukan sekadar perjalanan fisik. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi ikhtiar untuk mempererat silaturahmi, menimba hikmah, serta mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu tampak dari penampilan ataupun kedudukan duniawi, melainkan dari ketulusan dalam mengabdi kepada Allah SWT dan sesama manusia. (***)

Continue Reading

DPRD Kota Banjarmasin

Lensa Foto Kegiatan DPRD Kota Banjarmasin Mei 2026

Published

on

1. Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin M Isnaini Terima Silaturahmi dan Audiensi HMI Banjarmasin Perihal Buruh dan Kebersihan Lingkungan2. Rapat Paripurna Internal Perihal Perubahan Fraksi PDI Perjuangan (7/5/2026).

3. Fun Walk AMC 1st Anniversary Dihadiri Pimpinan DPRD Kota Banjarmasin M Isnaini Dukung Penuh Upaya Hidup Sehat dan Pererat Kebersamaan antarelemen Masyarakat (10/5/2026)/

4. DPRD Kota Banjarmasin Bersama Masyarakat Peringati May Day Diwakili Unsur Pimpinan M Isnaini (1/5/2026)

5. DPRD Kota Banjarmasin Berikan Perhatian Khusus Terhadap Jembatan Bromo (15/5/2026)

6. DPRD Banjarmasin Dorong Banjarmasin Recycle Center (BRC) Kelola Lebih Dari 10 Ton Sampah Per Hari (12/6/2026).

Foto : hms-dprdbjm/kb

Continue Reading

Banjarbaru

Kalsel Siap Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya dan Lingkungan

Published

on

BANJARBARU, onlinekoranbarito.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor pariwisata, baik dari sisi destinasi, pelayanan, hingga kualitas sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Dinansyah, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata RI secara virtual di Command Center Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu (20/5/2026).

Rakornas turut diikuti Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani. Kegiatan diawali penampilan Tarian Nusantara oleh Papua Allstar sebelum memasuki sesi pemaparan narasumber nasional.

“Sektor pariwisata di Kalimantan Selatan terus dikembangkan melalui berbagai kebijakan strategis yang selaras dengan arahan pemerintah pusat,” ujar Dinansyah.

Dalam rakornas tersebut, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Prof. Mari Elka Pangestu menegaskan sektor pariwisata memiliki peran penting sebagai salah satu penopang perekonomian nasional.

Menurutnya, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di kisaran 4 hingga 4,8 persen. Namun jika memperhitungkan multiplier effect, kontribusinya dapat mencapai 9 hingga 10 persen.

“Fokusnya bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas pariwisata yang diukur dari besarnya pengeluaran wisatawan, jenis wisata yang dilakukan, serta bagaimana destinasi wisata tetap terjaga,” katanya.

Prof. Mari juga mengungkapkan investasi sektor pariwisata pada 2025 meningkat sekitar 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski Indonesia saat ini berada di posisi kedua sektor pariwisata di kawasan ASEAN, secara global Indonesia masih berada di peringkat ke-22 dari 119 negara.

Ia menilai kekuatan utama Indonesia terletak pada kekayaan sumber daya alam dan budaya yang harus dikembangkan melalui konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan.

“Pariwisata harus tumbuh tanpa merusak lingkungan, tetap menjaga budaya, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi dan inklusivitas,” tegasnya.

Selain itu, Prof. Mari juga menekankan pentingnya digitalisasi sektor pariwisata, peningkatan literasi digital pelaku UMKM, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan komunitas.

Menurutnya, di tengah situasi geopolitik global dan konflik di Timur Tengah, Indonesia memiliki peluang menjadi alternatif destinasi maupun jalur transit wisatawan Asia. (adv/kb).

Continue Reading

Kalsel

Pemprov Kalsel Buka Dukungan untuk Kegiatan Kepemudaan

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com — Ketua dan pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Selatan periode 2026–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (20/5/2026) malam.

Pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Riyano Panjaitan berdasarkan Surat Keputusan DPP KNPI Nomor KEP.948/DPP-KNPI/V/2026 tentang susunan kepengurusan DPD KNPI Kalimantan Selatan periode 2026–2029.

Dalam kepengurusan tersebut, Andi Rustianto dipercaya menjabat Ketua DPD KNPI Kalsel periode 2026–2029.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan motivasi kepada para pengurus KNPI dengan membagikan perjalanan karier politiknya, mulai dari guru olahraga, anggota DPRD Tapin, anggota DPRD Provinsi Kalsel, Wali Kota Banjarmasin, Wakil Gubernur, hingga menjadi Gubernur Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan itu, Muhidin juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung kegiatan kepemudaan, termasuk KNPI Kalsel.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap membantu,” tegas Muhidin.

Ia bahkan mempersilakan aset bangunan yang sebelumnya digunakan KNPI Kalsel untuk kembali dimanfaatkan dalam menunjang aktivitas organisasi kepemudaan.

“Tapi jangan salah penggunaan, jika salah saya ambil kembali,” ujarnya mengingatkan.

Muhidin juga menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan dan saran demi mendukung pembangunan daerah yang lebih baik.

“Ke depannya kita bisa bergandeng tangan untuk Kalimantan Selatan yang lebih baik,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, mantan pengurus KNPI Kalsel, kepala daerah atau perwakilan dari 13 kabupaten/kota, pimpinan DPRD kabupaten/kota, serta jajaran pengurus DPP KNPI dan KNPI daerah.

Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Riyano Panjaitan menyambut baik dukungan pemerintah daerah terhadap organisasi kepemudaan selama program yang dijalankan memberikan dampak positif bagi generasi muda.

Ia juga mengajak KNPI Kalsel untuk tetap optimistis menghadapi tantangan bangsa di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua KNPI Kalsel Andi Rustianto menyampaikan bahwa tantangan generasi muda saat ini di antaranya bonus demografi serta arus globalisasi dan digitalisasi.

Dalam kepemimpinannya, ia mengusung semangat “Pemuda Bertumbuh, Banua Maju” sebagai arah gerakan KNPI Kalsel ke depan.

“Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pemuda yang aktif, progresif, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia berharap KNPI Kalsel dapat menjadi wadah pemersatu organisasi kepemudaan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun Kalimantan Selatan yang maju dan berdaya saing. (adv/kb).

Continue Reading

Kalsel

Sosok Sidik Jadi Tauladan Melayani Tamu

Published

on

Penulis : Al-Faqir Ihsan (Sambialaw)

TAPIN, onlinekoranbarito.com – Empat hari meninggalkan Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, mungkin hanya sekejap dalam hitungan waktu. Namun bagi seorang musafir jurnalistik, perjalanan itu terasa jauh lebih panjang dari sekadar angka di kalender. Setiap kilometer yang dilalui seolah membuka lembar demi lembar pelajaran kehidupan yang tak tertulis di buku mana pun.

Dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman usai menjalankan tugas dan silaturahmi di berbagai daerah, rombongan yang dipimpin CEO PT Barito Media Jaya Group, Sulaiman A.S., atau yang akrab disapa M. Jaya, menyempatkan diri berkunjung ke kediaman H. Sidik di Sungai Puting, Kecamatan Candi Laras Utama, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (16/5/2026) siang.

H. Sidik dikenal sebagai salah satu murid dari Tuan Guru Syarwani, Sohibul Majelis Mahabbaturrasul Kunjungan tersebut bukan sekadar singgah melepas lelah, melainkan menjadi momentum silaturahmi yang sarat dengan nilai persaudaraan dan pelajaran batin.

Namun perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Rombongan sempat kesulitan menemukan alamat rumah yang dituju. Jalan-jalan perusahaan tambang yang bercabang membuat arah perjalanan beberapa kali membingungkan.

Melihat kondisi tersebut, Sulaiman A.S. langsung menghubungi H. Sidik melalui telepon. Dari seberang sambungan, petunjuk demi petunjuk diberikan hingga akhirnya rombongan mengetahui bahwa lokasi yang dimaksud berada di kawasan yang melewati sejumlah pos keamanan milik perusahaan tambang batu bara di bawah naungan PT Hasnur Group.

Menariknya, hampir seluruh petugas keamanan yang ditemui mengenal sosok H. Sidik. Nama pria sederhana itu rupanya begitu akrab di telinga para penjaga yang bertugas di kawasan tersebut.

Sesampainya di sebuah persimpangan jalan, rombongan disambut seorang lelaki berambut gondrong, mengenakan kaus sederhana dan bersarung. Dialah H. Sidik yang telah menunggu kedatangan tamunya.
Senyumnya menyambut hangat, seolah menghapus lelah perjalanan panjang yang sejak pagi membayangi rombongan.

Memasuki rumah, suasana kekeluargaan langsung terasa. Berbagai hidangan telah tersaji rapi. Tidak ada kesan dibuat-buat, semuanya mengalir dalam kesederhanaan yang tulus. Ia tampak sibuk memastikan setiap tamu mendapatkan pelayanan terbaik.

“Setiap tamu yang datang sudah menjadi kebiasaan kami untuk dimuliakan. Kehadiran pian-pian ke sini seperti membawa keberkahan dan menghapus dosa-dosa kami,” ujar Kancil sapaan akrab H. Sidik sambil tersenyum.

Ungkapan itu mengingatkan pada ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya memuliakan tamu sebagai bagian dari kemuliaan akhlak seorang muslim.

Perbincangan pun berlangsung hangat. Tidak ada perdebatan ataupun adu argumentasi. Yang terjadi justru sebuah muzakarah, saling mengingatkan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Di tengah pembicaraan, H. Sidik menyampaikan kalimat sederhana yang terdengar singkat, namun menyimpan makna mendalam.

“Jadilah diri sendiri, jangan jadi Bang Sulaiman,” ucap Kancil sapaan akrab H. Sidik sambil menatap Sambialaw sapaan akrab Ihsan.

Sekilas kalimat itu terdengar biasa. Namun bagi mereka yang memahami bahasa nasihat para pencari hikmah, ucapan tersebut mengandung pesan agar seseorang tidak kehilangan jati dirinya dan tetap berjalan sesuai jalan yang telah Allah tetapkan baginya.

Percakapan kemudian semakin cair ketika istri H. Sidik, Nida Oktaria Riyatul Jannah, ikut bergabung.

Dengan gaya bicara yang lugas dan ceplas-ceplos, ia justru menghadirkan suasana akrab yang penuh kehangatan. Di balik tutur katanya yang terdengar tegas, tersimpan pribadi yang ramah dan dermawan.

Pada kesempatan itu, Nida memperlihatkan sebuah gambar seorang lelaki yang menurutnya memiliki kemiripan dengan Sulaiman A.S., baik dari raut wajah, rambut maupun gaya berbicara.

“Sidin nih mirip banar lawan yang ada di gambar di HP ulun nih ,” ujarnya memperliatkan gambar sambil tersenyum.

Tak lama berselang, suasana berubah menjadi lebih hening ketika pembicaraan menyentuh persoalan makrifat dan pengenalan kepada Allah SWT.

Dengan mata yang mulai berkaca-kaca, Nida menyampaikan pandangannya tentang betapa mudahnya jalan mengenal Sang Pencipta apabila dilakukan dengan ketulusan hati.

“Untuk mengenal Allah itu sangat mudah, bahkan lebih cepat daripada membalikkan telapak tangan,” tuturnya.

Kalimat singkat tersebut menghadirkan perenungan panjang bagi siapa saja yang mendengarnya. Sebuah pesan bahwa kedekatan dengan Allah sejatinya bukan perkara rumit, melainkan tentang keikhlasan dan kesungguhan hati dalam mencari-Nya.

Sebagai tali persaudaraan serta cendera mata, H. Sidik memberikan kenang-kenangan berupa satu bilah benda pusaka yang telah lama hilang. Anehnya, setelah kedatangan Sulaiman A.S., benda tersebut kembali ditemukan.

Peristiwa itu menjadi bahan perbincangan hangat di antara mereka yang hadir, seolah menambah warna tersendiri dalam pertemuan yang penuh hikmah tersebut.

Menjelang malam, mentari perlahan mulai condong ke barat. Sementara itu, perjalanan pulang menuju kampung halaman masih membentang cukup panjang. Setelah beberapa jam larut dalam suasana silaturahmi, mendengarkan petuah, bertukar pengalaman, dan menimba pelajaran kehidupan yang tak ternilai harganya, Sulaiman A.S. menyadari bahwa sudah saatnya melanjutkan perjalanan. Bagi seorang musafir, setiap pertemuan memiliki waktunya sendiri, dan setiap perpisahan selalu menyimpan harapan untuk dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik.

Sebelum beranjak meninggalkan kediaman H. Sidik. Sulaiman A.S. terlebih dahulu memohon diri kepada tuan rumah. Dengan penuh hormat, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan selama kunjungan tersebut.

“Dansanak kami pulang dulu. Ini bukan berarti memutus silaturahmi. Mudahan di lain waktu kita semua dipertemukan kembali. Karena kalau memutus silaturahmi, kami tentu tidak akan sampai ke sini. Mudahan kita semua saling mendoakan dan mendapat ridha Rasulullah SAW, karena kami ini bagaikan musafir yang tersesat dan sedang mencari jalan pulang,” ungkap Sulaiman yang akrab disapa M. Jaya.

Ucapan itu seakan menjadi penutup yang indah bagi sebuah pertemuan yang singkat namun penuh makna. Jabat tangan dan pelukan hangat mengiringi langkah kepulangan rombongan. Meski kendaraan kembali melaju meninggalkan Sungai Puting, berbagai nasihat, ketulusan pelayanan, serta pelajaran tentang persaudaraan yang didapat hari itu tetap tertinggal di dalam hati, menjadi bekal berharga dalam menapaki perjalanan hidup berikutnya.

Meski pertemuan itu baru berlangsung untuk kedua kalinya, suasana yang terbangun terasa seperti keluarga yang telah lama saling mengenal. Tidak ada sekat formalitas, tidak ada jarak yang membatasi. Yang hadir hanyalah kehangatan persaudaraan yang lahir dari kesamaan niat dan kecintaan kepada jalan kebaikan.

Bagi seorang musafir jurnalistik, perjalanan seperti ini menyimpan pelajaran yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar perpindahan dari satu daerah ke daerah lain.

Di balik debu jalanan, panjangnya perjalanan, dan rasa lelah yang menyertai, selalu ada hikmah yang menunggu untuk ditemukan. Ada pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, penghormatan kepada tamu, serta makna persaudaraan yang tidak dibatasi hubungan darah.

Sebab pada akhirnya, perjalanan bukan hanya tentang sampai di tujuan. Perjalanan adalah tentang bagaimana hati belajar memahami kehidupan, mengenali diri sendiri, dan menemukan jejak-jejak hikmah yang Allah hamparkan di setiap langkah manusia. (***)

Continue Reading

Kalsel

Perjalanan Menuju Sang Mursyid

Published

on

Penulis : (Al-Faqir) Ihsan

TANJUNG, onlinekoranbarito.com -Dingin embun dini hari menyelimuti jalanan Kalimantan Selatan ketika sebuah mobil perlahan membelah sunyi dari Barabai menuju Kelua, Kabupaten Tabalong, Selasa (12/5/2026).

Namun perjalanan itu bukan sekadar perpindahan tempat. Di balik deru mesin dan kabut subuh, tersimpan perjalanan batin yang sarat makna spiritual.

Jarum jam menunjukkan sepertiga akhir malam saat rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Di balik kemudi, Sulaiman A.S., yang akrab disapa M. Jaya, tampak tenggelam dalam renungan panjang seorang musafir yang sedang meniti jalan ruhani.

Lantunan azan Subuh menggema ketika mereka melintas di Kabupaten Balangan.
Rombongan pun singgah sejenak di sebuah warung sederhana. Sepiring lontong dan nasi kuning hangat menjadi pengganjal lapar di tengah perjalanan panjang. Namun bagi mereka, nilai perjalanan itu jauh melampaui sekadar tujuan duniawi. Ada kerinduan jiwa yang sedang dituntun menuju sebuah pertemuan istimewa.

Pagi mulai menampakkan cahaya ketika rombongan berhenti di sebuah masjid untuk beristirahat sambil menunggu rekan kerja dari Kominfo Tabalong yang dijadwalkan menyerahkan cendera mata berupa keripik singkong buatan Sulaiman A.S.

Waktu berjalan cukup lama. Kesabaran pun diuji ketika Sekretaris Kominfo Tabalong belum juga hadir karena agenda Zoom Meeting.Namun penantian itu justru menjadi pelajaran tersendiri.

“Kadang perjalanan bukan tentang cepat sampai, tetapi bagaimana hati belajar sabar di setiap persinggahan,” ujar Sulaiman lirih.

Kesabaran itu akhirnya berbuah manis. Setelah urusan selesai, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama yang telah lama dinanti.

Di sepanjang jalan, telepon genggam Sulaiman terus berdering. Dari ujung sambungan, seorang ulama sepuh yang telah lama menetap di Makkah tampak berkali-kali menanyakan posisi rombongan. Nada suaranya memancarkan kerinduan seorang guru kepada murid yang lama tak bersua.

“Anakda sudah sampai di mana?” ucap beliau singkat, namun penuh makna.

Sosok yang menanti itu adalah H. Jaryal Ilmi bin KH Bahran Kasim bin Kasim Ibnu Qusin Al-Banjari, seorang tokoh religius yang dikenal luas di lingkungan spiritual dan disebut sebagai anak angkat keluarga kerajaan Arab Saudi.

Bagi Sulaiman, KH. Jaryal bukan sekadar guru biasa. Ia adalah mursyid, pembimbing rohani dalam perjalanan ma’rifat sosok yang diyakini menjaga arah batin muridnya agar tetap istiqamah di jalan Allah.

Menjelang malam, sekitar pukul 19.05 WIB, rombongan akhirnya tiba di Kelua. Setelah beristirahat sejenak, mereka menuju kediaman sang guru. Dari balik pagar rumah, tampak seorang pria berpakaian koko bewarna putih serta mengenakan peci putih telah berdiri menanti. Wajahnya teduh. Tatapannya hangat.
Seolah pertemuan itu telah lama ditulis dalam takdir.

Lelah perjalanan seakan luruh begitu saja ketika langkah kaki memasuki rumah sederhana penuh cahaya itu. Percakapan mengalir hangat di ruang lantai satu. Tak ada kemewahan, namun suasana dipenuhi ketenangan yang sulit dijelaskan oleh kata-kata.

Sebab ada perjumpaan yang hanya bisa dipahami oleh hati.Di tengah obrolan malam itu, Sulaiman menceritakan pengalaman ganjil yang pernah dialaminya. Suatu malam saat bekerja, ia melihat sosok istrinya berdiri di depan kamar dan meminta dibuatkan teh.

Namun ketika dihampiri, sang istri ternyata sedang tertidur pulas dan mengaku tak pernah keluar kamar.
Keanehan itu semakin terasa ketika terdengar suara dari arah kamar mandi, padahal tak seorang pun berada di dalamnya.

Mendengar kisah tersebut, KH. Jaryal lalu membagikan pengalaman spiritual yang pernah beliau alami. Beberapa bulan lalu, seorang lelaki berpakaian jubah putih serta memakai Imamah (bulang) datang menawarkan emas dalam jumlah fantastis bernilai miliaran rupiah. Namun di tengah tafakur, beliau mendengar suara lembut dalam hati

“Syukuri saja apa yang sudah ada.”

Kalimat sederhana itu menjadi pelajaran mendalam tentang hakikat kehidupan. Bahwa tidak semua yang tampak indah adalah karunia, dan tidak semua ujian hadir dalam bentuk kesulitan.

Kadang dunia datang membawa gemerlap kemewahan hanya untuk menguji keikhlasan manusia.

Perjalanan panjang itu akhirnya meninggalkan satu pesan besar istiqamah bukan hanya tentang bertahan dalam kesulitan, tetapi juga tentang tetap rendah hati ketika dunia datang menawarkan segala kemewahannya. (***)

Continue Reading

Barabai

Memaknai Perjalanan Sang Musafir

Published

on

Penulis : (Al-Faqir) Ihsan

BARABAI, onlinekoranbarito. com -Terik matahari yang membakar jalanan tak mampu menyurutkan langkah rombongan musafir yang dipimpin Sulaiman A.S. sapaan akrabnya M Jaya saat memulai perjalanan menuju Kabupaten Barito Timur, Senin (11/5/2026).

Perjalanan dimulai dari Komplek Batola Residence Blok H Site III Nomor 17, Handil Pinang II, RT 12, Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Kalsel) . Di balik keberangkatan itu, terselip suasana haru yang menyelimuti keluarga yang ditinggalkan.

Tatapan penuh doa dan lambaian tangan mengiringi mobil yang perlahan menjauh dari halaman rumah. Meski berat meninggalkan orang-orang tercinta, perjalanan panjang itu tetap dilanjutkan demi menjalankan tanggung jawab dan menapaki pengalaman baru dalam kehidupan.

Sepanjang perjalanan menuju Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur yang dikenal dengan slogan “Gumi Jari Janang Kalalawah”, rombongan diselimuti berbagai rasa. Rindu mulai tumbuh, sementara harapan akan pengalaman baru terus menyertai langkah mereka.

Namun, malam itu menghadirkan sebuah persinggahan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

Di tengah perjalanan, rombongan memutuskan singgah di Hulu Sungai Tengah (HST), tepatnya di Barabai, jalan tol Desa Banua Binjai, untuk menemui sosok yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok.

Ia dikenal masyarakat dengan sebutan “Amang Viral”, bernama Abdurrahman, yang sebelumnya dikenal dengan nama Ranggai sebelum memeluk agama Islam.

Setibanya di lokasi, suasana sederhana langsung menghadirkan kesan mendalam. Suara mesin mobil berhenti di depan sebuah gubuk sederhana yang dikelilingi kain kuning melingkar.

Pemandangan itu memunculkan rasa penasaran sekaligus kekaguman bagi rombongan.

Menariknya, pintu rumah sudah terbuka bahkan sebelum mereka tiba sepenuhnya, seolah menjadi pertanda bahwa kedatangan itu telah dinanti.

“Assalamualaikum, di mana dingsanak?” sapa Sulaiman dengan nada hangat penuh keakraban.

Dalam budaya Banjar, kata dingsanak bukan sekadar sapaan biasa, melainkan simbol persaudaraan meski tanpa hubungan darah.

Tak lama kemudian, tampak seorang pria mengenakan kaos hitam oblong dan celana pendek berjalan mendekat sambil melempar senyum tipis.

“Inilah orangnya,” ujar salah seorang yang nengenakan kaos hitam oblong singkat.

Obrolan Sederhana Sarat Makna Rombongan kemudian dipersilakan duduk dan beristirahat setelah perjalanan panjang yang melelahkan. Suasana perlahan mencair. Obrolan hangat mengalir layaknya keluarga lama yang kembali dipertemukan.

Di atas meja sederhana tersaji kopi hangat, terang bulan, martabak, hingga keripik singkong yang dibawa oleh Sulaiman. Namun malam itu bukan sekadar tentang jamuan makanan, melainkan percakapan yang sarat makna kehidupan.

Dalam perbincangan tersebut, Amang Viral menyampaikan pandangannya tentang hidup, kesederhanaan, dan ketulusan.

“Dalam hidup ini jangan ada rasa pengakuan diri. Kalau masih ingin dilihat manusia, itu namanya riya,” ucapnya pelan.

Ia juga menceritakan masa ketika dirinya pernah menyamar sebagai orang gila selama tiga tahun.

“Saya dulu tiga tahun menyamar jadi orang gila. Kenapa saya lakukan? Karena itu kesenangan saya,” katanya.

Namun “gila” yang dimaksud bukan kehilangan akal sebagaimana dipahami kebanyakan orang. Baginya, seseorang yang “gila” kepada Sang Khalik tidak lagi sibuk memikirkan penilaian manusia. Yang terpenting adalah ketulusan hati dalam menjalani kehidupan.

Ia meyakini, selama seseorang masih merasa dirinya lebih baik daripada orang lain, maka kesombongan dan riya masih bersemayam di dalam dirinya.

Perjalanan yang Mengubah Cara Pandang
Persinggahan malam itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar tempat beristirahat.

Di tengah perjalanan menuju Barito Timur, rombongan justru menemukan pelajaran tentang kerendahan hati, keikhlasan, dan cara memandang hidup dari sudut yang berbeda.

Sebab terkadang, perjalanan terjauh bukanlah tentang berpindah tempat, melainkan perjalanan untuk memahami diri sendiri. (***)

Continue Reading

Banjarmasin

Gubernur Muhidin Kembali Rombak Pejabat Pemprov Kalsel

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin kembali melakukan perombakan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sebanyak 168 pejabat struktural dan fungsional resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (8/5/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, jajaran tenaga ahli gubernur, asisten, staf ahli, serta kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Rotasi dan promosi jabatan kali ini mencakup sejumlah posisi strategis di berbagai sektor, termasuk penguatan tenaga administrasi dan tata usaha di sekolah-sekolah se-Kalimantan Selatan.

Dalam pelantikan itu, dua pejabat eselon II yang dilantik yakni Nasrullah sebagai Kepala Biro Organisasi dan Munazir Hadrani sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Selain itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rusdi Hartono kembali dikukuhkan pada jabatannya.

Dalam arahannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan pentingnya menjaga integritas serta loyalitas terhadap pimpinan daerah, mulai dari gubernur, wakil gubernur hingga sekretaris daerah.

“Apapun keputusan yang ditetapkan, saya minta diterima dengan ikhlas dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Muhidin.

Ia mengakui mutasi, rotasi maupun promosi jabatan kerap memunculkan beragam respons. Namun menurutnya, seluruh keputusan dilakukan demi kepentingan organisasi dan peningkatan kinerja pemerintahan.

Muhidin juga menegaskan, meski secara aturan rotasi jabatan umumnya dilakukan setelah dua tahun, Pemprov Kalsel menerapkan evaluasi berkala setiap enam bulan.

“Saya meminta Sekda dan kepala dinas memberikan penilaian kinerja secara objektif. Jika dalam enam bulan kinerjanya kurang optimal, maka bisa segera dievaluasi,” ujarnya.

Tak hanya kepada pejabat, Muhidin juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga, khususnya istri pejabat, dalam mendukung tugas pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Sinergi antara pejabat dan organisasi pendamping diharapkan berjalan selaras demi kelancaran program pembangunan di Kalimantan Selatan,” katanya.

Sebelum pelantikan pejabat struktural dan fungsional, Gubernur H. Muhidin juga melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalsel periode 2026–2031.

Ia berharap pengurus Baznas yang baru mampu mengelola dana umat secara profesional dan sesuai syariat Islam.

Baznas Provinsi Kalsel periode 2026–2031 dipimpin Ilham S.ThI bersama empat anggota lainnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kalsel Noryadi merinci total pejabat yang dilantik terdiri dari dua pejabat eselon II yang dilantik dan satu pejabat eselon II dikukuhkan, 39 pejabat administrator (eselon III), 126 pejabat pengawas (eselon IV), serta 25 pejabat fungsional dari berbagai jenjang.

Menurut Noryadi, seluruh pejabat yang baru dilantik akan menjalani evaluasi kinerja secara berkala setiap enam bulan sesuai arahan gubernur.

“Jika nilainya sangat baik, rotasi bisa dilakukan lebih cepat meskipun belum dua tahun menjabat,” jelasnya.

Ia juga menyebut saat ini masih terdapat tiga posisi eselon II yang kosong, yakni Kepala Dinas ESDM, Staf Ahli, dan Kepala Badan Kesbangpol Kalsel yang pengisiannya menunggu arahan lebih lanjut dari gubernur. (adv/kb).

Continue Reading

Banjarmasin

Sekretariat Baru Posyandu Wasaka Jadi Pusat Koordinasi Pelayanan Kesehatan

Published

on

BANJARMASIN, onlinekoranbarito.com — Ketua Tim Pembina Posyandu Wasaka Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin meresmikan Sekretariat Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan di kawasan eks Kantor Gubernur Kalsel, kawasan 0 Kilometer Banjarmasin, Jumat (8/5/2026).

Peresmian ditandai dengan pemotongan untaian bunga melati putih yang disaksikan para pengurus Posyandu Wasaka Kalsel dan tamu undangan.

Keberadaan sekretariat baru tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi sekaligus penguatan pelayanan Posyandu di Kalimantan Selatan.

Hj. Fathul Jannah Muhidin menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya sekretariat baru Posyandu Wasaka yang dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Keberadaan sekretariat ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, Posyandu juga mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman lingkungan, hingga perumahan dan permukiman rakyat.

“Melalui Posyandu, berbagai persoalan kesehatan seperti pemantauan tumbuh kembang anak, pencegahan stunting, hingga kesehatan ibu dapat ditangani lebih dini,” jelasnya.

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi finalisasi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Posyandu Kalimantan Selatan.

Rakor tersebut bertujuan memperkuat sinergi antar pengurus dan pemangku kepentingan agar program Posyandu berjalan lebih optimal hingga tingkat desa dan kelurahan.

Hj. Fathul Jannah berharap seluruh program kerja yang dirancang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Kita ingin memastikan setiap program yang disusun mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih Juara I Nasional dalam Lomba TP Posyandu Provinsi Tahun 2025 atas keberhasilan implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal dan integrasi layanan kesehatan tingkat provinsi.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi Posyandu Wasaka untuk terus berkembang, aktif, inovatif, dan konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Kalimantan Selatan. (adv/kb).

Continue Reading

Populer