Pimred Koran Barito Kunjungi Wartawan Senior Sedang Sakit di Bartim
TAMIANG LAYANG, onlinekoranbarito.com – Pimpinan Redaksi (Pimred) Koran Barito, M. Jaya (43), melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman H. Suriansyah (73), seorang wartawan senior di Jurnal TV, Senin, (21/4/2025) malam, sekitar pukul 19.30 WIB, di Jalan BKD RT 07, Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalteng.
Kehadiran M. Jaya bersama keluarga disambut hangat oleh H. Suriansyah dan istrinya. Suasana pertemuan berlangsung akrab dengan disuguhi kopi hangat, teh dan makanan ringan. Diketahui, H. Suriansyah tengah dalam masa pemulihan dari penyakit pengapuran tulang yang telah dideritanya selama tiga bulan terakhir.
“Ini mungkin karena faktor usia,” ungkap lelaki kelahiran 1952 silam. Mengenang masa aktifnya sebagai wartawan yang gigih dan berdedikasi tinggi dalam dunia jurnalistik. “Seorang wartawan itu adalah bisa menulis dan membangun para relasi atau komunikasi yang baik. Jadilah wartawan yang baik mengutamakan kode etik jurnalistik,” pesan Bang Haji Suriansyah sapaan akrab H. Suriansyah menasehati.
M. Jaya yang juga akrab disapa Fir’aun Banjar ini, mengungkapkan rasa empatinya dan menyampaikan harapan tulus agar rekannya segera pulih. “Saya mendoakan agar beliau lekas sembuh bisa kembali beraktivitas dan berkumpul bersama seperti dulu. Dedikasinya di dunia pers menjadi teladan bagi kami sekaligus guru bagi saya,” ujar Jaya.
Tak lupa, H. Suriansyah menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. “Terima kasih atas perhatian dan do’a yang diberikan. Semoga saya segera pulih dan bisa kembali berkarya di dunia yang saya cintai ini,” katanya dengan haru.
M. Jaya melanjutkan kunjungannya ke rumah Elsa Susanti, SH (68), di Jalan Mandarai, Desa Dorong. Elsa merupakan mantan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Barito Timur dan juga dikenal sebagai salah satu wartawan senior yang berpengaruh di wilayah tersebut.
Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan biasa tetapi bentuk nyata dari kepedulian dan persaudaraan di antara sesama jurnalis. “Di tengah kesibukan dan tantangan dunia media, perhatian yang tulus seperti ini menjadi pengingat bahwa hati nurani dan rasa kemanusiaan tetap menjadi pondasi dalam dunia pers,” pungkas Jaya. (Abdul Halim/kb).
