Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Kalsel

Batola Sahkan Bapak dan Ibu Asuh

Oleh Admin onlinekoranbarito.com · 1 Juli 2023 · 3 menit baca · 0 views
Batola Sahkan Bapak dan Ibu Asuh

MARABAHAN, koranbarito.com – Rembuk stunting Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023 dilaksanakan di Banjarmasin, Senin (8/5/2023). Kegiatan Rembuk Stunting diikuti oleh Pj. Bupati Batola Mujiyat, S.Sn., M.Pd, pemaparan data stunting per Kecamatan oleh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Sekda Ir. H. Zulkipli Yadi Noor dan Moderator oleh Kepala DPPKBP3A Batola Hj. Harliani.

Pada Rembuk Stunting Pj. Bupati Batola Mujiyat ajak para stakeholder intervensi 2.246 anak stunting. Rembuk stunting dihadiri oleh Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, stakeholder, Kepala SKPD, Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, Penyuluh KB, petugas gizi se-Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan Rembuk Stunting diisi sesi tanya jawab oleh peserta kepada Pj. Bupati dan Sekda agar terintegrasinya pelaksanaan kebijakan intervensi penurunan stunting di kecamatan hingga desa. Pada paparan yang disampaikan, Sekda Batola turut apresiasi 13 desa bebas stunting yang ada di Kecamatan Anjir Pasar, Mandastana, Alalak, Belawang dan Marabahan.

“Saya harapkan untuk terus menjaga predikat tersebut karena bayi pasti akan terus lahir,” ucapnya. Adapun Rencana Aksi oleh Pemkab Barito Kuala untuk turunkan stunting yakni Revitalisasi Pokjanal Posyandu, Revitalisasi TPPS dan program Bapak Bunda Asuh.

Ketua Pj TP PKK Batola Suharyanti mengatakan, Rencana Aksi dari PKK Batola adalah setiap bulannya akan mengunjungi posyandu dan inovasi untuk menjalankan program 2 telur dengan anggaran 20 juta rupiah. Selain itu, Baznas Batola turut bantu anggarkan 60 juta rupiah, Bank Indonesia melalui PBSI anggarkan 300 juta rupiah khusus Batola dan kerjasama program cukup 2 telur oleh.

Rencana aksi Bapak Bunda Asuh yang disahkan oleh Pj. Bupati Batola yaitu program Misu (Mandi Susu) adalah pemberian bantuan susu formula kepada anak stunting sebanyak 10 kotak/anak/bulan, yang diberikan selama 6 bulan dengan biaya Rp1.020.000 dan program cukup 2 telur/anak/hari selama 6 bulan dengan biaya Rp720.000.

Aksi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting dengan harapan dapat membantu intervensi pengurangan jumlah angka stunting yang berdasarkan survey EPPGBM terdapat 11,33% atau 2.246 anak stunting di Batola. Pj. Bupati dalam arahannya memberikan kredit poin pada 3 kecamatan tertinggi data stunting.

“Tabunganen, Alalak, Tabukan, ada sebuah nilai tawar tahun ini ada Esselon II sebanyak 6 orang yang akan purna tugas, apabila bapak camat mampu turunkan stunting maka ada karpet merah untuk naik ke Esselon II yaitu 3 kecamatan akan berebut 6  posisi. Yang namanya kerja nyata ini pasti tidak murah harganya, artinya sebuah gagasan pemikiran dan waktu bertanggungjawab turunkan angka stunting,” tegasnya.

“Langkah Pertama, Bapak Bunda Asuh. Langkah Kedua, kita datangi bersama-sama dan bentuk tim satgas ke kampung dan desa yang data stuntingnya tinggi, kita segera komitmen pertemuan ini agar rembuk stunting yang kita laksanakan tidak sia-sia. Yang Ketiga, ada relawan yang mengontrol stunting. Yang ke Empat, kita panggil perusahan seperti sawit yang ada di Batola untuk bantu turunkan stunting,“ pinta Mujiyat.

Akhir acara secara simbolis penyerahan slempang Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Kabupaten Barito Kuala sekaligus penandatanganan komitmen oleh perwakilan Forkopimda, Ketua Organisasi TP. PKK, DWP, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Kepala SKPD dan Camat Kabupaten Barito Kuala. (adv/kb).

 

 

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak